Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan.

Terdampar di Pantai Jepun Pekutatan, Hiu Paus Tultul Gagal Diselamatkan

Bali Tribune/EVAKUASI - Warga dan wisatawan mengevakusi hiu paus tultul yang terdampar di Pantai Jepun Pekutatan.
Balitribune.co.id | Negara - Kembali satwa laut dilindungi terdampar di perairan pesisir Jembrana, Selasa (29/9). Kali ini seekor hiu paus ditemukan terdampar di Pantai Jepun, Banjar Dangin Pangkung, Desa Pekutatan. Warga telah berusaha mengevakusi mamalia laut ini kembali ke tengah laut namun tidak berhasil.
 
Warga Kecamatan Pekutatan, Selasa pagi, dibuat heboh dengan adanya hiu paus tutul dengan ukuran cukup yang terdampar di Pantai Jepun Banjar Dangin Pangkung, Desa Pekutatan. Saat pertamakali ditemukan oleh warga, satwa laut dilindungi ini masih dalam kondisi hidup. Informasi adanya mamalia laut ini tersebar luas termasuk dari warganet di dunia maya. Warga yang penasaran berdatangan memadati areal pantai yang berlokasi di selatan Pura Kertalaksana Desa  Adat Pekutatan tersebut.
 
Tidak hanya warga lokal, sejumlah wisatawan asing juga mendatangi lokasi yang memang tidak jauh dari objek wisata ini. Terdamparnya satwa laut ini mengundang keprihatinan warga dan wisatawan yang datang ke lokasi. Sejak Selasa pagi warga dan beberapa wisatawan berupaya menyelamatkan hiu paus yang diduga terbawa ke pinggir saat air laut pasang tersebut. Mereka beramai-ramai berusaha mengevakuasi dengan berbgai cara mendorong tubuh hiu paus berukuran jumbo ini kembali ketengah perairan. Namun upaya yang dilakukan tersebut terkendalal lantaran evakuasi tubuh hiu paus ini dilakukan secara manual. 
 
Kapolsek Pekutatan Kompol Anak Agung Sukasana Selasa kemarin mengatakan, berdasarkan laporan yang diterima pihaknya, hiu paus ini sudah ditemukan oleh warga pesisir Selasa subuh. Saat setelah ditemukan dari kondisi tubuhnya dipastikannya hiu paus ini masih hidup. Namun minimnya peralatan dan air laut yang surut menyebabkan evakuasi hiu paus tutul ini mengalami kendala. "Jam 05.00 Wita ada warga yang menginformasikan ke kami ada paus yang terdampar. Kemudian Anggota bergerak bersama warga dan juga tamu asing mendorong kembali ke tengah laut tapi karena alat tidak ada dan air mulai surut, kemungkinan untuk kembali bisa mengapung itu sangat kecil. Jam. Kondisinya masih hidup di lihat dari ekor dan matanya masih berkedip," paparnya. 
 
Petugas kepolisian berjaga di sekitar lokasi mengantisipasi aksi pengambilan daging atau sirip hiu paus tutul ini. Selasa sore sekitar pukul 14.00 Wita hiu paus yang terdampar ini akhirnya mati. Aparat desa dan petugas dari instansi terkait yang turun ke lokasi sepakat untuk mengubur bangkai mamalia laut ini di pinggir pantai di sekitar lokasi penemuan hiu paus ini. Pihak Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) yang turun ke lokasi memastikan hiu paus yang terdampar ini merupakan mamalia laut yang dilindungi undang-undang. Sehingga siapa pun tidak diperbolehkan mengambil bagian tubuhnya walau sudah mati.
 
Banyaknya warga yang memadati lokasi hingga menimbulkan kerumunan juga menimbulkan kekhawatiran dari petugas sehingga secepatnya dilakukan penguburan. "Hiu paus ini sudah kami kubur berkoordinasi tadi dengan aparat desa, kepolisian dan aparat lainnya. Kami tidak ingin banyak warga yang datang berkerumun melihat hiu paus ini, apalagi sekarang kasus covid di Jembrana kian menghawatirkan," ujar Koordinator Pengawas Sumber Daya Kelautan Dan Perikanan (PSDKP) Jembrana, Albertus Septiyanto.
 
Namun sebelum dikubur, sampel bagian daging hiu paus ini diambil untuk keperluan penelitian dan penyelidikan  penyebab kematiannya. Terlebih warga Pekutatan menyatakan, selama hampir setahun terakhir ini sudah ada tiga kali kejadian paus terdampar di pesisir pantai Pekutatan. Sejumlah warga pesisir mengaku prihatin dengan habitat satwa laut ini sehingga berharap adanya upaya instansi terkait untuk menyelidiki dan meneliti penyebab terdamparnya satwa laut di perairan selatan Jembrana. 
wartawan
Putu Agus Mahendra
Category

Putra Bali Hadirkan Inovasi Mesin Pengolah Sampah Organik Tanpa Emisi

balitribune.co.id I Mangupura - Anak Agung Ngurah Panji Astika membuat gebrakan cara mengolah sampah sisa makanan dengan menghadirkan mesin somya untuk solusi sampah organik. Mesin somya dikenalkan ditengah darurat penanganan sampah di Bali, alat ini bekerja dengan kemudahan penanganan sampah tanpa emisi. 

Baca Selengkapnya icon click

Momentum Idul Adha, Gairah Pasar Sapi Bali Terganjal Kuota

balitribune.co.id I Singaraja - Menjelang Hari Raya Idul Adha, permintaan hewan kurban, khususnya sapi Bali di Kabupaten Buleleng, mengalami lonjakan signifikan. Kondisi ini membuat para pedagang dan peternak mulai kewalahan menghadapi tingginya minat pasar yang belum sebanding dengan kuota pengiriman ke luar daerah.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

Alat Berat Beroperasi Lagi, TPA Mandung Prioritaskan Sampah Perkotaan

balitribune.co.id I Tabanan - Aktivitas di TPA Mandung, Desa Sembung Gede, Kerambitan, kembali normal pada Kamis (23/4/2026) pagi setelah pasokan bahan bakar jenis Pertadex tiba.

Pihak pengelola saat ini sedang memprioritaskan sampah yang diangkut Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Tabanan. Keputusan itu dilakukan untuk mengurai penumpukan sampah di wilayah perkotaan yang telah terjadi selama tiga hari.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

Lelunakan dan Nyuun Sokasi Warnai Perayaan Hari Kartini di Buleleng

balitribune.co.id I Singaraja - Peringatan Hari Kartini di Kabupaten Buleleng tahun ini berlangsung semarak dengan nuansa budaya Bali. Sinergi TP PKK Buleleng, GOW Buleleng, dan DWP Buleleng menghadirkan berbagai kegiatan, dengan puncak lomba lelunakan dan nyuun sokasi di Ruang Terbuka Hijau Rumah Jabatan Bupati, Kamis (23/4/2026).

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads
Bagikan Berita
news

Dikeluhkan Pelaku Usaha, Dewan Badung Siap Kaji Ulang Pajak Hiburan

Lorem, ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Aliquid, reprehenderit maiores porro repellat veritatis ipsum.