Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan.

Terjebak Macet, Jadwal Keberangkatan Bus Damri Terganggu

Bali Tribune/ DAMRI - Armada Damri di Terminal Loka Crana Bangli.
balitribune.co.id | Bangli - Membludaknya pemedek yang tangkil di Pura Ulun Danu Batur, Desa Batur, Kecamatan  Kintamani serangkian karya Pujawali Ngusaba Kedasa menyebabkan terjadinya kemacetan yang cukup parah. Anteran kendaraan pemdek mengular hingga depan Museum Geopark Gunung Batur yang jaraknya kurang lebih 8 kilo dari pura Ulun Danu Batur, Minggu (31/3) Fenomena ini juga berdampak pada  terganggunya jadwal  kedatangan maupun kebrangkatan  armada Bus Damri.
 
Kemacaetan parah berdampak  pula dengan terganggu jadwal keberangkatan dan kedatangan BUS Damri, Pantauan dari terminal Loka Crana, Bangli nampak beberpa penumpang dengan sabar menunggu kedatangan mobil bus. “Kami sudah menunggu bus sejak sejam lalu, namun mobil belum juga datang menurut keterangan petugas mobil terjebak kemacetan di jalur kintamani,” ujar  salah seorang penumpang. Biasanya untuk bus dari Tejakula, Singaraja sudah sampai di terminal Loka Crana pukul 08.00 wita pagi hari, namun hingga pukul 10.00 wita bus juga belum masuk termininal. “Kami harus sabar menunggu karena angkutan umum langsung Tejakula sangat jarang,” jelasnya.
 
Sementara pengawas bus dambri, Sang Gede Yudiara saat dikonfirmasi terkait keterlambatan yang terjadi mengatakan keterlamatan jadwal keberangkatan dan kedatangan karena di  jalur Kintamani terjadi kamacetan. “Sekitar pukul 09.00 wita sopir bus dari Tejakula saya sempat hubungi katanya terjebak macet dan posisi masih di depan pasar Kintamani,” ujar Sang Gde Yudiarta.
 
Lanjutnya kalau situasi normal waktu tempuh dari Bangli sampai Tejakula hanya 2 jam, kalau bus dari Tejakula berangkat pukul 06.00 wita sampai di terminal Loka Crana paling lambat pukul  08.00 wita. “Karena macet hingga pukul 10.00 wita bus juga belum datang. Walupun terjadi kertelambatan bus tetap beroprasi untuk  melayani  penumpang,” sebutnya.
 
Sementara Kapolsek Kinatamani, Kompol  Raka Sugita  mengatakan  menjelang berakhirnya karya yang jatuh pada tanggal 2 April terjadi lonjakan jumlah pemdek yang tangkil terutama pada hari libur. “Terpantau kendaraan pemdek padat merayap, volume kendaraan yang datang tidak sebanding dengan kantong parkir yang ada, sehingga menimbulkan kemacetan,” ujarnya.
wartawan
Agung Samudra
Category

Peringati HPSN 2026, Bupati Badung Pimpin Korve Bersih Sampah di Pantai Kuta

balitribune.co.id | Mangupura  - Aksi korve bersih sampah laut kembali dilaksanakan pada Minggu (22/2). Kegiatan serangkaian peringatan Hari Peduli Sampah Nasional (HPSN) 2026 tersebut diawali gelaran apel yang secara langsung dipimpin oleh Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa dan Ketua DPRD Badung I Gusti Anom Gumanti, di Shelter Kebencanaan Baruna, Pantai Kuta.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

BPR di Persimpangan Jalan: Antara Integritas, Permodalan, dan Seleksi Alam Industri

balitribune.co.id | Pencabutan izin usaha BPR Kamadana oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) di awal 2026 bukan sekadar kabar penutupan satu bank kecil di daerah. Ia adalah alarm keras bagi industri Bank Perekonomian Rakyat (BPR) secara nasional.

Baca Selengkapnya icon click

Pemkab Tabanan Serahkan Bantuan untuk Warga Terdampak Banjir di Desa Kediri

balitribune.co.id | Tabanan — Menindaklanjuti arahan Bupati Tabanan, Wakil Bupati Tabanan I Made Dirga, menyambangi sekaligus menyerahkan bantuan kepada keluarga korban banjir di Banjar Jaga Satru, Desa Kediri, Kecamatan Kediri, Kabupaten Tabanan, Selasa (24/2/2026).

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

Pansus TRAP DPRD Bali Soroti Transparansi Pengembangan KEK Kura Kura Bali

balitribune.co.id I Denpasar -Pengembangan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Kura Kura Bali kembali menjadi sorotan. DPRD Provinsi Bali melalui Panitia Khusus (Pansus) Tata Ruang dan Aset Publik (TRAP) menegaskan pentingnya transparansi dan kepastian hukum dalam proyek strategis tersebut.

Baca Selengkapnya icon click

Kedaulatan di Balik Layar Digital: Mengapa Raksasa OTA Harus Menjadi "Penduduk Tetap" Indonesia?

balitribune.co.id | Bayangkan sebuah vila mewah di pesisir Canggu, Bali, terpesan dengan harga Rp2 juta per malam melalui platform global seperti Airbnb. Turisnya tidur di sana, pemilik vilanya tinggal di sana, dan akses jalan menuju lokasi tersebut dibangun menggunakan keringat pajak rakyat Indonesia.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads
Bagikan Berita
news

Dikeluhkan Pelaku Usaha, Dewan Badung Siap Kaji Ulang Pajak Hiburan

Lorem, ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Aliquid, reprehenderit maiores porro repellat veritatis ipsum.