Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan.

Terkait Polemik Videotron, Dewan Minta Pemerintah Tak Persulit Warga Lokal Berinvestasi di Bangli

Anggota DPRD Bangli IB Made Santosa.
Bali Tribune / Anggota DPRD Bangli IB Made Santosa.

balitribune.co.id | Bangli - Polemik pembangunan videotron di pertigaan Penelokan, Kintamani  mengundang reaksi kalangan DPRD Bangli. Anggota DPRD Bangli, Ida Bagus Made Santosa mengatakan sejatinya pada prinsipnya  nafas pembangunan di Bangli yakni  prioritas utamanya buat orang Bangli. 

“Orang Bangli menjadi  subyek atau pelaku pembangunan bukan sebaliknya di posisi objek dalam pembangunan,” tegas Ida Bagus Made Santosa, Minggu (13/9/2026).

Politisi Partai Golkar ini mencermati persoalan pembangunan videotron tersebut karena terbentur masalah perizinan. 

"Nah disini peran pemerintah sangat dibutuhkan untuk menjembatani masalah ini .Jika ada peluang  kasih tau mereka ini lho izin yang diperlukan jangan langsung dipatahkan, bagaimanapun mereka sudah terlanjur mengeluarkan uang yang cukup besar, apalagi mereka sosok pengusaha muda,  mereka seharusnya dibimbing dan diberi solusi untuk jalan keluarnya seperti apa dan apa saja  yang perlu diurus  dan bila perlu dibantu  serta dipercepat keluar izinnya ,” jelas IB Made Santosa.   

Pria asal Desa Demulih ini melihat pembangunan videotron tidak sampai merusak estetika dan perlu dicatat di lokasi yang juga sempat terpasang  media iklan luar ruang (billboard ) berukuran besar. “Untuk masalah penggunaan tempat teknisnya bekerjasama dengan Pemkab apa itu dalam bentuk persentase atau sewa,” jelasnya.

Secara pribadi selaku wakil rakyat IB Made Santosa mengaku bersyukur dan berterima kasih ada orang Bangli yang mau berinvestasi dan oleh karena itu pihaknya meminta agar investor lokal tidak dipersulit sehingga mereka tidak kapok berinvestasi di tanah kelahirannya.”Saran saya bantu mereka perizinannya bila perlu dipercepat keluar izinnya,” tegas IB Made Santosa.

IB Santosa menambahkan jika keberadaan videotron tersebut nantinya dimanfaatkan untuk promosi objek wisata khususnya yang ada di bawah (Kedisan,Trunyan, Songan) adalah ide yang sangat bagus. Ia melihat selama ini wisatawan yang berkunjung ke Kintamani hanya sekedar cari makan dan ngopi setelah itu langsung pergi. Realita ini terjadi salah satunya disebabkan kurangnya promosi. 

”Anggaran yang dialokasikan pemerintah daerah untuk  promosi pariwisata sangat kecil, tentu keberadaan media ini setidaknya akan membantu pemerintah mempromosikan objek dan akomodasi wisata khusus di Kintamani,” ungkap IB Made Santosa. 

wartawan
SAM
Category

Dokumen Calon Pekerja Migran Ditahan LPK, Disnaker Buleleng Turun Tangan

balitribune.co.id I Singaraja - Sejumlah dokumen pribadi milik calon Pekerja Migran Indonesia (PMI) ditahan oleh Lembaga Pelatihan Kerja (LPK) Analisa Bali College, Desa Depaha, Kecamatan Kubutambahan. Adanya penahanan dokumen tersebut langsung disikapi Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kabupaten Buleleng. 

Baca Selengkapnya icon click

Gunakan Regulasi Baru, Perbekel 2 Periode Bisa Dicalonkan Lagi di Pilkel Serentak

balitribune.co.id I Gianyar - Pelaksanaan Pemilihan Perbekel (Pilkel) Serentak 2026 di Kabupaten Gianyar memasuki tahapan pendaftaran bakal calon yang berlangsung pada 10–18 Juli 2026. Berbeda dengan penyelenggaraan sebelumnya, Pilkel tahun ini menggunakan regulasi baru yang mengacu pada Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2024 tentang Desa dan Peraturan Pemerintah Nomor 16 Tahun 2026.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

Sanggar Seni Kasturi Rekonstruksi Tari Baris Paku, Penari Pantang Konsumsi Daging Babi

balitribune.co.id I Bangli - Sanggar Seni Kasturi, Banjar Sabang, Desa Adat Selulung, menggelar revitalisasi kearifan lokal melalui rekonstruksi Tari Baris Paku, Minggu (12/7/2026). Rekonstruksi digelar sebagai  upaya pelestarian terhadap tari sakral yang ada di wilayah Kintamani bagian barat ini.  

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

BRI Life Tekankan Pentingnya Manajemen Keuangan dan Proteksi Menjaga Aset

balitribune.co.id | Denpasar - Memiliki rumah dan aset dinilai belum cukup untuk menjamin ketenangan finansial. Masyarakat perlu menerapkan manajemen keuangan yang baik dengan menyeimbangkan alokasi dana untuk investasi, kebutuhan hidup, dan proteksi agar aset yang telah dikumpulkan tidak terkuras ketika menghadapi risiko.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads
Bagikan Berita
news

Dikeluhkan Pelaku Usaha, Dewan Badung Siap Kaji Ulang Pajak Hiburan

Lorem, ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Aliquid, reprehenderit maiores porro repellat veritatis ipsum.