Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan.

Terowongan Air Alami Pendangkalan, Ratusan Hektar Sawah Terancam Kekeringan

PENDANGKALAN - Kondisi terowongan di DAM Sidembunut alami pendangkalan pasca kunci pintu air dirusak.

BALI TRIBUNE - Pasca diterjang banjir bandang, petugas di bidang Sumber Daya Air (SDA) Dinas Pekerjaan Umum Bangli menutup aliran air menuju terowongan air dengan cara menggembok pintu air di DAM Tamansari, Lingkungan /Banjar Sidembunut, Kelurahan, Cempaga, Bangli, untuk menghindari terowongan mengalami pendangkalan akibat endapan lumpur yang terbawa air. Namun kenyataan gembok pintu air dirusak dan akhirnya air bercampur lumpur masuk ke terowongan air. Akibatnya kini terowongan mengalamii pendangkalan dan air tidak bisa mengalir ke subak. ”Karena mengalami pendangkalan terowongan air yang memilki ketinggian 180 cm  dan kini tingginya hanya 30 cm,” ujar Kasi SDA, Dinas PU Bangli,IB Adnyana, saat melihat kondisi penangkap air yang penuh material lumpur berupa pasir dan tanah, Senin (9/7). Kondisi terowongan yang mengalami pendangkalan otomatis air tidak bisa lagi mengaliri ke jaringan irigasi dan terbuang percuma. Justru yang ditakutkan terowongan air bisa ambrol karena tidak bisa menahan beban air. “Kami khawatir nantinya kalau sampai terowongan air ambrol, kalau samapi ambrol otomatis subak tidak akan mendapatkan air dalam waktu lama,” sebut IB Adnyana didampingi Klian Subak Gde Sidembunut, Jro Mangku Duwungan. IB Adnyana mengaku tidak tahu oknum yang merusak  kunci gembok dan  pintu air diputar sehingga air masuk kedalam terowongan. Menyikapi masalah tersebut tentu harus dilakukan pengerukan, dan memang waktu yang dibutuhkan cukup lama. “Terowongan pajang 800 meter, sekitar 500 meter tertutup endapan pasir dan tanah. Nantinya akan dilakukan pengerukan secara estafet. Kami akan bersihkan disaluran penangkap air, kemudian dilanjutkan di terowongan, petugas nantinya akan dibagi, akan ada pengerukan dihilir,” terangnya. Lanjut IB Adnyana, untuk pengerukan di terowongan maskimal 5 orang, sehingga butuh waktu cukup lama. Selain itu kondisi endapan juga mempengaruhi, bila terlalu tebal, sudah pasti perlu waktu lebih lama. “Paling tidak perlu waktu seminggu. Kami berharap para petani bisa mengerti kondisi ini. Kami berupaya sesegara mungkin bisa diselesaikan,” ungkapnya. Disinggung masalah anggaran IB Adnyana mengatakan masih dikoordinasikan, mengingat di PU tidak ada anggaran rutin. Klian Gde Subak Sidembunut Jro Mangku Duwungan mengatakan nantinya akan menyampikan kondisi riel yang terjadi dilapangan melalui klian subak tempek. Subak Gde Sidembunut menaungi subak tempek Tegalalang, Munggu, Palak, Anyar dan sidembunut. “Nanti akan kami sampaikan kondisi dilapangan lewat klian tempek dan kemudian disampaikan keanggotanya agar tidak ada suara-suara sumbang yang menyesatkan,” ujar klian asal Banjar Griya, Kelurahan Kawan, Bangli ini. Disinggung pengerukan nantinya akan dibebankan kepada subak? Kata Mangku Duwungan, masalah itu nanti akan dirapatkan. “Harapan kami ada subsidi dari pemerintah untuk biaya pengerukanya,” harap Jro Mangku Duwungan.   

wartawan
Agung Samudra
Category
Iklan icon ads
Iklan icon ads

Konjen Jepang di Denpasar Serahkan Penganugerahan Bintang Jasa Jepang kepada Prof. Wirawan

balitribune.co.id | Denpasar - Upacara Penganugerahan Bintang Jasa Jepang untuk Musim Gugur Tahun 2025 kepada Prof. Ir. I Gede Putu Wirawan, M.Sc., Ph.D., Guru Besar Universitas Udayana berlangsung Senin 16 Maret 2026, bertempat di Kediaman Dinas Konsul-Jenderal (Konjen) Jepang di Denpasar.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

Nyepi Caka 1948, Bupati Badung Ajak Masyarakat Jaga Keteduhan Hati dan Kebersamaan

balitribune.co.id | Mangupura - Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa bersama Wakil Bupati Badung Bagus Alit Sucipta menyampaikan ucapan Selamat Hari Raya Nyepi Tahun Baru Caka 1948 kepada seluruh umat Hindu di Kabupaten Badung.

Bupati dan Wakil Bupati Badung berharap perayaan Nyepi Caka 1948 membawa ketenangan, kedamaian, serta semangat kebersamaan bagi seluruh masyarakat.

Baca Selengkapnya icon click

Soal Utang Obat RSU Tabanan, Komisi IV Minta Ada Audit dan Subsidi Pemkab

balitribune.co.id I Tabanan - Komisi IV DPRD Tabanan mengusulkan perlunya audit terhadap piutang pasien yang memicu penumpukan utang obat dan bahan medis habis pakai (BMHP) senilai Rp36 miliar lebih di RSU Tabanan.

Tidak hanya itu, Komisi IV berencana akan bertemu dan meminta Bupati Tabanan memberikan dukungan anggaran untuk menyelamatkan operasional rumah sakit rujukan tipe B tersebut.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads
Bagikan Berita
news

Dikeluhkan Pelaku Usaha, Dewan Badung Siap Kaji Ulang Pajak Hiburan

Lorem, ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Aliquid, reprehenderit maiores porro repellat veritatis ipsum.