Terpapar Covid-19, Tiga Dokter Residen RSUP Sanglah Diisolasi | Bali Tribune
Bali Tribune, Sabtu 11 Juli 2020
Diposting : 3 June 2020 20:02
Valdi - Bali Tribune
Bali Tribune / Plt Direktur Pelayanan Medik, Keperawatan, dan Penunjang RSUP Sanglah I Ketut Surya Negara
balitribune.co.id | Denpasar - Ditengah wacana pemerintah untuk berdamai dengan Covid-19, tiga dokter residen di RSUP Sanglah justru ikut terinfeksi Covid-19. Kini, para dokter residen ini sedang diisolasi di RSUP Sanglah, RS PTN Universitas Udayana dan secara mandiri. Mereka diduga terpapar saat sedang menjalankan tugas merawat pasien positif covid-19.

 
Hal ini sampaikan Plt Direktur Pelayanan Medik, Keperawatan, dan Penunjang RSUP Sanglah I Ketut Surya Negara dalam keterangan rilis video kepada wartawan, Rabu (3/6). 
 
"Jadi tenaga kesehatan kita ini sebenarnya tanpa gejala dan mereka terpapar mungkin saat memberikan  pelayanan di RSUP Sanglah. Kondisi mereka sekarang mulai membaik," ujar Surya. 
 
Dokter residen adalah dokter umum yang sedang menempuh pendidikan untuk mendapat profesi spesialis. 
Lebih lanjut, kata Surya, pihaknya sedang memutar otak untuk mencegah penularan kategori transmisi lokal di RSUP Sanglah. Apalagi, pelonggaran pembatasan masyarakat di Bali sudah mulai diberlakukan.
 
Untuk itu, Surya meminta mulai dari tenaga medis, pengawai RSUP Sanglah maupun para pengunjung dan penunggu pasien untuk tetap waspada. 
 
"Kita harus waspada, terutama terkait tenaga medis kita yang terpapar dengan adanya kelonggaran pada kegiatan masyarakat itu kita dituntut untuk kewaspadaan bersama," kata Surya. 
 
Ada beberapa upaya yang telah dilakukan pihak RSUP Sanglah dalam memutus rantai penyebaran Covid-19, yakni meminta pihak universitas untuk membuat jadwal tugas residen yang bekerja. Jadwal ini dinilai penting agar residen memiliki waktu untuk beristirahat.
 
Setiap petugas di rumah sakit baik tenaga medis, non medis, residen dan lain sebagainya akan dirapid test secara berkala. Selain itu, tenaga medis menggunakan alat pelindung diri dengan level tinggi. 
 
Masih kata Surya, setiap pasien yang melakukan perawatan ke RSUP Sanglah akan diselektif dengan ketat. Pasien rawat inap selama 7 hari akan dirapid test secara berkala. Tindakan operasi dan konsultasi  dilakukan secara terbatas. Tak hanya itu, tenaga medis di Poliklinik, dan rawat inap juga akan mengenakan APD saat sedang bertugas. "penggunaan  APD kita tingkatkan,  sudah  tentu kebutuhan APD ini akan dikoordinasikan dengan pihak terkait dengan pengadaan sehingga kebutuhan bisa dipenuhi dengan baik," pungkasnya.