Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan.

Tersengat Listrik Tegangan Tinggi, Agus Ardika Kehilangan Kulit Kepala

DIRAWAT - Setelah tiga bulan dirawat seadnya oleh keluarga, akhirnya Agus Suardikan dikunjungi tim medis.

BALI TRIBUNE - Nasib apes menimpa Putu Agus Ardika Suryawan (26), seorang pemuda dari Banjar Sumbersari Desa Melaya, Kecamatan Melaya. Kini kepalanya mengalami luka terbuka yang tak kunjung sembuh setelah tersengat listrik bertegangan tinggi.  Mantan teknisi pemasang antena parabola TV ini kini terpaksa dirawat di rumah oleh keluarganya yang masuk KK Miskin dengan obat tradisonal setelah sebelumnya sempat dirawat di rumah sakit selama delapan bulan. Setelah musibah yang menimpanya itu, lelaki ini juga kini tidak kuat berjalan kaki terlalu jauh. Saat ditemui di rumahnya, Putu Agus Ardika Suryawan mengatakan awalnya ia sempat merantau di Solo, Jawa Tengah sebagai teknisi pemasang antena parabola TV. Namun suatu ketika saat tengah bekerja memasang antena parabola disebuah rumah warga sekitar setahun lalu, ia tertimpa malah musibah. Ia tersengat listrik bertegangan tinggi saat tengah bekerja diatap rumah. Beruntung nyawanya bisa terselamatkan dan segera mendapat penanganan medis. "Saat itu saya tidak ingat apa-apa. Saya baru ingat setelah mendapat penanganan. Kulit kepala saya hangus dan hancur demikian juga paha saya. Karena saat itu saya mengantongi uang koin di celana sehingga paha saya luka bakar," jelas Agus yang kini tinggal bersama neneknya di rumah sangat sederhana di Sumbersari Melaya. Pasca musibah yang menimpanya itu, ia mengaku sempat opname di rumah sakit  di daerah Solo selama delapan bulan. Di rumah sakit termpatnya dirawat itu, ia sempat menjalani operasi pada kulit kepalanya hingga tiga  kali namun gagal. Kulit bagian paha, punggung  sudah diambil pada saat operasi untuk mengganti kulit kepalanya yang terbakar. Namun sayang luka pada kepalanya itu justru semakin melebar dan tidak ada perubahan. Kemudian pihak keluarga, karena melihat kondisi Agus  yang tidak ada perubahan, akhirnya  Agus dibawa pulang  ke rumah di Sumbersari. Kini sudah selama tiga  bulan ia dirawat di rumah oleh keluarga baik nenek dan bibinya dengan obat tradisional. Untuk menutupi kepala yang luka masih suka berair ditutup dengan perban sehingga tidak dihinggapi lalat. Pasca musibah yang menimpanya itu, kini ia juga tidak mampu berjalan kaki cukup jauh. "Saya tidak bisa sering pergi ke Puskesmas meskipun punya KIS. Karena tidak kuat jalan. Kasihan nenek dan bibi saya sudah repot merawat saya," katanya.  Mendapat informasi tersebut, Kadis Kesehatan Jembrana dr Putu Suasta, Senin (10/12),  berkoordinasi dengan tim medis Puskesmas I Melaya untuk melakukan kunjungan ke rumah Agus Ardika. "Kami berikan bantuan pengobatan home visit. Saya minta untuk dilakukan kunjungan rutin. Laporan dari tim Puskesmas Melaya, kondisi pasien baik tetapi kedua kaki masih terasa lemas. Tidak mampu berdiri. Terdapat luka pada kepala bagian atas. Agus selalu mengatakan nyeri pada bagian luka, kaki terasa lemas," tandasnya.  

wartawan
redaksi
Category

Peringatan Hari Lahirnya Pancasila, Bupati Gus Par Tekankan Pentingnya Pembumian Pancasila di Karangasem

balitribune.co.id | Amlapura - Pemerintah Kabupaten Karangasem menggelar acara strategis berupa kegiatan "Pembumian Pancasila" yang dipusatkan di Wantilan Pemkab Karangasem, Sabha Prakerti, pada Senin (1/6/2026) hari ini.

Baca Selengkapnya icon click

Taman Ayun Destinasi Libur Nasional dan Cuti Bersama

balitribune.co.id | Mangupura - Libur panjang Idul Adha dan Cuti Bersama berdekatan dengan akhir pekan serta Waisak 2026 terhitung dari 27 Mei hingga 1 Juni dimanfaatkan sebagian wisatawan domestik untuk berlibur di Bali dan daerah lainnya di Indonesia. Selama berlibur di Pulau Dewata, wisatawan memilih Pura Taman Ayun sebagai salah satu destinasi yang dikunjungi. 

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

Pegawai Salon Asal Bandung Ditemukan Tewas di Kamar Kos

balitribune.co.id I Gianyar - Warga kelurahan Gianyar, dikejutkan dengan penemuan mayat di sebuah kamar kos di Jalan Majapahit Gang Gunung Agung No 10X, Lingkungan Teges Kelod, Gianyar. Korban diketahui seorang perempuan bernama Lise Kuslianingsih (55), warga asal Bandung yang selama ini bekerja di sebuah salon kecantikan di Gianyar. 

Baca Selengkapnya icon click

Menjaga Roh Bali, Perkim Denpasar Integrasikan Arsitektur Lokal di Kawasan Permukiman

balitribune.co.id | Denpasar - Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Pertanahan (Perkim) Kota Denpasar menegaskan komitmennya untuk mengarahkan pembangunan kawasan permukiman yang tidak hanya fungsional, tetapi juga melestarikan warisan budaya.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

Now Or Never

balitribune.co.id | "Now or Never" adalah sebuah frase yang menggambarkan suasana kebatinan seseorang yang tengah dihadapkan kepada sebuah pilihan yang harus segera ia putuskan. Seringkali muncul masalah yang bersifat mendesak dan memiliki dampak psikologis dan sosial yang luas yang apabila tidak segera diambil sebuah keputusan yang cepat akan menimbulkan persoalan yang jauh lebih sulit, baik eskalasinya maupun substansinya.

Baca Selengkapnya icon click

Simbol Penyucian Diri, Umat Buddha Gelar Upacara Pemandian Bodhisatva Rupang

balitribune.co.id | Mangupura - Ratusan umat Buddha memadati Vihara Buddha Dharma Bali yang berlokasi di kawasan Legian, Badung, pada Minggu (31/5/2026) untuk merayakan Hari Raya Tri Suci Waisak 2570. Prosesi ibadah berlangsung khidmat, diawali dengan penyalaan Pelita Waisak dan dilanjutkan dengan upacara pemandian Bodhisatva Rupang.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads
Bagikan Berita
news

Dikeluhkan Pelaku Usaha, Dewan Badung Siap Kaji Ulang Pajak Hiburan

Lorem, ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Aliquid, reprehenderit maiores porro repellat veritatis ipsum.