Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan.

Tiga Spot jadi Daya Tarik Desa Keramas

pemandangan persawahan dan Pantai Keramas

BALI TRIBUNE - Desa Keramas, Kecamatan Blahbatuh Kabupaten Gianyar yang memiliki keindahan alam pantai dan pedesaan ini menjadi daya tarik wisatawan baik asing maupun domestik untuk melakukan kegiatan wisata di kawasan tersebut. Wisatawan yang sedang berlibur di kawasan Keramas dapat menikmati tiga spot sekaligus diantaranya keindahan pantai dengan deburan ombak, area persawahan dan melihat pemandangan Gunung Agung dari kejauhan. Hal itupun diakui oleh General Manager Komaneka Keramas Beach Resort, Kariyana beberapa waktu lalu di Gianyar. Dia mengatakan, pemandangan tersebut yang memanjakan wisatawan ketika berada di kawasan Pantai Keramas. Spot-spot yang ada di Keramas itu merupakan potensi untuk lebih banyak mendatangkan wisatawan. Dengan kedatangan wisatawan tersebut tentunya akan membawa dampak bagi pertumbuhan ekonomi masyarakat setempat. "Di Keramas wisatawan bisa melihat tiga point yakni pantai, persawahan dan pemandangan Gunung Agung. Di sini ada tiga view yang bagus," kata Kariyana. Diungkapkannya, suasana pada siang hari ketika matahari terik ini lebih banyak disukai oleh wisatawan asing. Sedangkan wisatawan domestik (wisdom) cenderung menyukai suasana Keramas saat sore hari menjelang matahari terbenam. "Suasana alamnya ini mulai jam 6 sampai jam 8 malam disukai wisatawan domestik. Biasanya anak-anak muda suka nyari tempat yang bagus untuk sekadar makan dan hangout," ucapnya. Lebih lanjut Kariyana mengatakan, ketika momen weekend, wisdom banyak yang berkunjung ke Keramas. Karena venue ini tidak hanya diperuntukan bagi wisatawan yang menginap saja. "Kebanyakan dari kalangan keluarga yang suka ke sini," ujar Kariyana. Menurut dia, Australia yang mendominasi menginap di Keramas karena memang mencari lokasi wisata yang mempunyai pantai dengan ombak untuk surfing atau olahraga selancar. Untuk memperkenalkan potensi atau produk wisata tersebut kepada wisatawan, pihaknya pun memanfaatkan media sosial selain itu bekerjasama dengan travel agent serta berpromosi ke luar negeri diberbagai travel fair. Selain untuk bersantai atau leisure, kawasan Keramas ini juga berpeluang sebagai venue wedding dengan pemandangan pantai. "Sangat berpeluang mengambil pasar wedding apalagi banyak yang suka beach wedding," imbuhnya.

wartawan
Ayu Eka Agustini

PTK Sigap Salurkan Bantuan ke Masyarakat Terdampak Banjir di Wilayah Bali

balitribune.co.id | Denpasar - PT Pertamina Trans Kontinental (PTK), anak usaha dari PT Pertamina International Shipping (PIS), bergerak cepat menyalurkan bantuan kebutuhan pokok bagi masyarakat terdampak musibah banjir yang melanda beberapa wilayah di Bali. Aksi ini menjadi wujud nyata dari komitmen PTK untuk selalu hadir di tengah masyarakat, memberikan dukungan moral dan material, serta meringankan beban warga yang tengah menghadapi masa sulit.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

Korban Hilang Pascabanjir Belum Ditemukan, Desa Adat Mengwitani Gelar Upacara

balitribune.co.id | Mangupura - Satu keluarga hingga Minggu (14/9), masih dinyatakan hilang pascabanjir bandang melanda Perumahan Permata Residence, Lingkungan Gadon, Kelurahan Mengwitani pada Rabu (10/9).

Tim gabungan terus melakukan pencarian di lokasi, sementara Desa Adat Beringkit menggelar ritual adat untuk mendoakan para korban.

Desa Adat Beringkit menggelar ritual Mecaru Guru Piduka dan Bendu Piduka di lokasi kejadian. 

Baca Selengkapnya icon click

Bersama JRX SID dan Komunitas Pantai Kuta, Bupati Badung Tegaskan Komit Penataan dan Pengelolaan Ikon Pariwisata

balitribune.co.id | Mangupura - Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa melaksanakan dialog dengan Klkomunitas sekitar Pantai Kuta, bertempat di Skatepark Pantai Kuta, Jalan Pantai Kuta, Kuta, Sabtu (13/9). Pertemuan ini membahas tentang pengelolaan dan penataan Pantai Kuta.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

Menteri Ekraf Bahas Penguatan Sistem Royalti Musik dengan LMKN

balitribune.co.id | Denpasar - Menteri Ekonomi Kreatif (Ekraf), Teuku Riefky Harsya bersama Komisioner dan Pengurus Lembaga Manajemen Kolektif Nasional (LMKN) membahas tentang keberlanjutan ekosistem musik nasional, khususnya dalam aspek perlindungan hak ekonomi pencipta, pemegang hak terkait, serta para pelaku industri kreatif yang menjadi pengguna musik.

Baca Selengkapnya icon click

BMKG: Musim Hujan Datang Lebih Cepat, Ada Ancaman Bahaya Sekaligus Peluang Pertanian

balitribune.co.id | Jakarta - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprediksikan musim hujan 2025/2026 di Indonesia akan datang lebih awal dari kondisi normal. Berdasarkan pemantauan iklim terkini, sebagian wilayah Indonesia mulai memasuki musim hujan sejak Agustus 2025, dan secara bertahap akan meluas ke sebagian besar wilayah pada periode September hingga November 2025.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads
Bagikan Berita
news

Dikeluhkan Pelaku Usaha, Dewan Badung Siap Kaji Ulang Pajak Hiburan

Lorem, ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Aliquid, reprehenderit maiores porro repellat veritatis ipsum.