Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan.

Tinggi Gelombang di Selat Lombok 0.5-3.0 Meter, Penyeberangan Kapal Cepat Masih Ditutup

Bali Tribune/ MASUK - Pasca penutupan penyeberangan Kapal Cepat tujuan Gili Trawangan, wisatawan asing berebut masuk ke dalam kapal.
balitribune.co.id | Amlapura - Hingga Jumat (14/6) kemarin, seluruh aktifitas penyeberangan kapal cepat atau Fast Boat di Pelabuhan Padang Bai, Karangasem, masih ditutup untuk sementara, menyusul kondisi cuaca dan gelombang di tengah perairan Selat Lombok yang merupakan jalur penyeberangan dari Pelabuhan Padang Bai menuju Pelabuhan Lembar, Gili Trawangan dan Gili Air, Lombok, NTB, masih belum membaik.
 
Berdasarkan informasi prakiraan cuaca yang dikeluarkan oleh Kantor BMKG Wilayah III Denpasar yang berlaku dari Ttanggal 14-16 Juni 2019 mendatang, tinggi gelombang di perairan Selat Lombok mencapai 0,5-3,0 meter dengan kecepatan angin 5-45 Kilometer perjam. Sejak penyeberangan kapal ceat ditutup sementara oleh Kantor Syahbandar dan Otoritas Pelabuhan Padang Bai, dari Kamis  (13/6) lalu, ribuan calon penumpang kapal cepat yang didominasi oleh wisatawan asing tujuang Gili Trawangan dan Gili Air, Lombok, beralih menggunakan jasa penyebrangan Ferry di Dermaga Padang Bai.
 
Dari pantauan koran ini, Jumat kemarin, dari pagi ribuan wisatawan asing sudah berdatangan dan antre menunggu kednatangan kapal Ferry yang akan mengangkut dan menyebrangkan mereka ke Pelabuhan Lembar-Lombok. Kendati harus menunggu selama berjam-jam ditengah guyuran hujan, namun tidak mengurangi niat para wisatawan asing tersebut untuk menyebrang guna berlibur di Gili Trawangan. Begitu kapal Ferry datang untuk memuat, ribuan wisatawan ini langsung merangsek masuk kedalam kapal saat Ramdoor kapal terbuka.
 
Cuaca buruk di tengah perairan Selat Lombok ini juga memicu terjadinya antrean panjang kendaraan di Pelabuhan. “Saya antre sekitar tiga jam pak! Saya gak tau kalau ada informasi cuaca buruk,” ungkap Suyanto, salah seorang penumpang kapal yang hendak menyebrang bersama keluarganya, kemarin.
 
Sementara itu, cuaca buruk yag terjadi ini juga mengakibatkan terjadinya keterlambatan kedatangan kapal di Pelabuhan Padang  Bai karena waktu tempuh kapal yang awalnya 4 jam dalam kondisi normal, menjadi 5 jam karena para Nahkoda kapal harus berhati-hati berlayar di tengah cuaca buruk dengan gelombang tinggi. Selain itu aktifitas bongkar muat yang hanya bisa dilakukan di Dermaga I pelabuhan juga menambah panjang antrean kendaraan.
 
“Karena kondisi cuaca seperti ini, jadi agak sulit bagi kapal-kapal untuk bermanufer saat sandar di dermaga. Jadi ini juga cukup memakan waktu,” ungkap Windra Soelistyawan, manager PT ASDP Padang Bai, kepada koran ini kemarin. Diakuinya dalam kondisi cuaca buruk seperti sekarang ini, trip maksimal hanya 7 trip per 12 jam, artinya dalam 24 jam maksimal 14 trip. 
wartawan
Redaksi
Category

Sengketa Tanah Subak Kerdung, Kuasa Hukum Sebut Putusan MA Bukan Soal Kepemilikan

balitribune.co.id | Denpasar - Sengketa tanah di Subak Kerdung, Pedungan, Denpasar, kian memanas di Pengadilan Negeri (PN) Denpasar. Tim Kuasa Hukum terdakwa Anak Agung Ngurah Darmawan menegaskan bahwa putusan perkara perdata hingga tingkat kasasi di Mahkamah Agung (MA) tidak dapat dijadikan acuan untuk menentukan pemilik sah atas objek tanah yang kini masuk dalam perkara pidana Nomor 845/Pid.B/2026/PN Dps.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

New Honda Stylo 160 Semakin Fashionable dengan Pilihan Warna Baru

balitribune.co.id | Jakarta – PT Astra Honda Motor (AHM) hadirkan pilihan warna terbaru pada skutik favorit premium fashionable, New Honda Stylo 160. Penyegaran pada skutik bergaya retro dan powerful ini hadir dengan pilihan warna baru Glam Grey serta Royal Violet yang siap mencuri perhatian saat menjalani mobilitas produktif harian dan bergaya di akhir pekan.

Baca Selengkapnya icon click

Usai Curi Brankas Senilai Rp500 Juta, Pelaku Nekat Bakar Rumah Ipar

balitribune.co.id | Tabanan - Misteri kebakaran rumah di Gang Jambu, Banjar Taman Sari Anyar, Desa Banjar Anyar, Kediri, Rabu (16/9/2026) lalu akhirnya terungkap. Kebakaran tersebut sengaja dipicu oleh AR (45), pedagang yang juga merupakan adik ipar korban, demi menutupi aksi pencurian brankas senilai Rp500 juta.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads
Iklan icon ads
Iklan icon ads
Bagikan Berita
news

Dikeluhkan Pelaku Usaha, Dewan Badung Siap Kaji Ulang Pajak Hiburan

Lorem, ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Aliquid, reprehenderit maiores porro repellat veritatis ipsum.