Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan.

Tips Kelola Sampah ala Ketut Widastra: Jangan Persulit Diri, Mulai dari Rumah

sampah
Bali Tribune / I Ketut Widastra, Warga Br. Bengkel Gede Desa Bengkel Kec. Kediri

balitribune.co.id | Tabanan - Penerapan Surat Edaran (SE) Bupati Tabanan Nomor 07/DLH/2026 tentang Percepatan Pelaksanaan Pengelolaan Sampah Berbasis Sumber di Tabanan mendapat sambutan positif dari masyarakat. Salah satunya datang dari warga Banjar Bengkel Gede, Desa Bengkel, Kecamatan Kediri, I Ketut Widastra, yang menilai pengelolaan sampah harus dimulai dari perubahan pola pikir masyarakat terhadap sampah itu sendiri.

Saat ditemui di kediamannya, Minggu (10/5/2026) sore, Widastra mengungkapkan, hingga saat ini masih banyak masyarakat yang menganggap seluruh barang yang terbuang adalah sampah tanpa melihat jenis dan manfaatnya. Menurutnya, cara pandang tersebut perlu diubah agar masyarakat lebih mudah menerapkan pengelolaan sampah berbasis sumber.

Pemilik usaha ayam organik tersebut menilai, selama ini masyarakat cenderung menganggap kegiatan memilah sampah sebagai aktivitas yang kotor dan menjijikkan. Padahal, menurut dia, konsep tersebut dapat diubah dengan cara sederhana, yakni membuang sampah pada tempat sampah sesuai jenisnya.

“Kalau saya dan keluarga justru tidak memilah sampah lagi, tapi sudah membuang sampah pada tempat sampah yang sesuai jenis sampahnya. Sudah dari dulu kita sering baca atau mengucapkan ‘buanglah sampah pada tempatnya’. Tapi tidak ada yang melakukan dengan benar karena tempat sampahnya cuma satu. Semua sampah dimasukkan ke satu tempat saja. Mestinya ada tempat sampah untuk organik, anorganik dan residu,” ujar Widastra.

Ia juga mengajak masyarakat untuk tidak mempersulit diri dalam memahami konsep pemilahan sampah. Menurutnya, langkah sederhana dengan menyediakan tiga tempat sampah berbeda di rumah sudah cukup membantu pengelolaan sampah dari sumbernya.

“Kalau merasa berat memilah sampah, ya siapkan minimal tiga tempat sampah berjejer dalam satu lokasi di rumah masing-masing. Satu tempat untuk sampah organik, satu lagi untuk sampah anorganik dan satu lagi untuk sampah residu. Kemudian ajak keluarga untuk setiap membuang sampah agar dibuang ditempat sampah sesuai jenis sampahnya. Kan jadinya tidak memilah lagi, tidak menjijikkan jadinya,” jelasnya.

Lebih lanjut, Widastra menjelaskan bahwa sebagian besar sampah yang dihasilkan di rumahnya merupakan sampah organik karena banyak terdapat tanaman di halaman rumah. Namun demikian, ia memilih tidak membawa sampah organiknya ke TPS3R di desanya karena dinilai lebih bermanfaat jika diolah sendiri.

“Sampah organik saya terlalu murah nilainya kalau saya kasih ke TPS3R, jadi lebih bermanfaat sampah organik itu saya bawa ke kebun saya untuk pupuk. Kemudian sampah organik dari sisa dapur saya kasih si maggot. Kalau sudah layak panen, maggotnya saya pakai pakan ternak ayam saya. Jadi sampah organik berupa dedaunan, buah-buahan dan sisa dapur itu sudah beres di rumah. Sampah plastiknya atau sampah anorganiknya saja saya bawa ke bank sampah, kemudian sampah residunya saya bawa ke TPS3R untuk selanjutnya dibawa ke TPA” ungkapnya.

Dalam kehidupan sehari-hari, Widastra mengaku cukup disiplin dalam menerapkan pengelolaan sampah di lingkungan keluarga. Ia bahkan selalu mengingatkan anggota keluarganya agar memiliki kesadaran terhadap sampah yang dihasilkan masing-masing.

“Dalam keluarga saya, saya cukup cerewet kalau urusan sampah. Saya selalu ingatkan keluarga saya untuk sadar akan sampah yang diproduksi sehingga siapa yang membuat sampah agar dia membuang sampah pada tempat sampah sesuai jenisnya,” katanya.

Menurut Widastra, persoalan sampah memang sering dianggap sulit oleh masyarakat. Namun apabila dibiasakan dan dilakukan secara konsisten, pengelolaan sampah justru dapat menjadi aktivitas yang menyenangkan dan bermanfaat.

“Urusan sampah itu kalau dipikir memang keweh (susah), tapi kalau dilakukan pasti bisa dan mengasyikkan,” pungkasnya.

wartawan
KSM
Category

Pegadaian Cabang Rasanae Salurkan Bantuan Rp275 Juta untuk Pembangunan Jembatan Raba Sa’u Desa Mawu

balitribune.co.id | Bima - Harapan masyarakat Desa Mawu Kabupaten Bima, Provinsi Nusa Tenggara Barat untuk memiliki akses jembatan yang lebih layak kembali mendapat perhatian. Melalui program Pegadaian Peduli, PT Pegadaian (Persero) Cabang Rasanae menyalurkan bantuan senilai Rp275 juta untuk mendukung pembangunan Jembatan Raba Sa’u, Desa Mawu. Pembangunan jembatan tersebut menjadi kebutuhan penting bagi masyarakat setempat.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

Semarak Merah Putih di Desa BRILiaN Angseri, BRI Hadir Bersama Rakyat dan Dorong Ekonomi dari Desa

balitribune.co.id | Tabanan - Memperingati Hari Ulang Tahun ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, BRI Region 17 Denpasar menggelar kegiatan Semarak Merah Putih Kemerdekaan di Desa BRILiaN Angseri, Kecamatan Baturiti, Kabupaten Tabanan, Bali, Sabtu (22/8/2026).

Baca Selengkapnya icon click

Tingkatkan Keterampilan Masyarakat, Dinas Koperasi UMKM dan Tenaga Kerja Tabanan Gelar Pelatihan Pembuatan Roti dan Kue

balitribune.co.id | Tabanan - Dinas Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah, dan Tenaga Kerja Kabupaten Tabanan resmi membuka Pelatihan Berbasis Kompetensi Program Pendidikan dan Pelatihan Vokasi Tahun Anggaran 2026 yang bertempat di UPTD BLK Tabanan pada Rabu, (26/8/2026). Pada angkatan ini, pelatihan difokuskan pada keahlian pembuatan roti dan kue. 

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

Perkuat Sinergi Pariwisata, Bupati Badung dan Bupati Wakatobi Sepakat Dorong Kunjungan Wisatawan

balitribune.co.id | Manngupura - Pemerintah Kabupaten Badung dan Pemerintah Kabupaten Wakatobi resmi memperkuat kolaborasi lintas daerah guna mendongkrak kunjungan wisatawan dan menyempurnakan tata kelola destinasi. Langkah strategis ini ditandai dengan kunjungan kerja Bupati Wakatobi H. Haliana beserta jajaran yang diterima langsung oleh Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa di Ruang Tamu Bupati, Puspem Badung, Rabu (26/8/2026).

Baca Selengkapnya icon click

Wabup Bagus Alit Sucipta Saksikan Prosesi Pediksan Sulinggih di Denkayu

balitribune.co.id | Mangupura - Pemerintah Kabupaten Badung berkomitmen penuh mendukung dan mendampingi pelaksanaan upacara adat serta keagamaan masyarakat. Hal tersebut ditegaskan Wakil Bupati Badung Bagus Alit Sucipta saat menghadiri rangkaian upacara Pediksan Ida Pedanda Gede Putra Beraban beserta Ida Pedanda Istri Tapaswi di Griya Beraban, Denkayu, Kecamatan Mengwi, Badung, Rabu (26/8/2026).

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads
Bagikan Berita
news

Dikeluhkan Pelaku Usaha, Dewan Badung Siap Kaji Ulang Pajak Hiburan

Lorem, ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Aliquid, reprehenderit maiores porro repellat veritatis ipsum.