TP PKK Bali Beri Bantuan Paket Sembako, Untuk Purnawirawan dan Warakauri TNI dan POLRI Tergabung di PEPABRI | Bali Tribune
Bali Tribune, Sabtu 25 Juni 2022
Diposting : 15 March 2022 06:59
KSM - Bali Tribune
Bali Tribune/ Ny. Putri Suastini Koster menyerahkan secara simbolis bantuan paket sembako.

balitribune.co.id | Denpasar - Ketua TP PKK Provinsi Bali menyerahkan paket sembako kepada purnawirawan dan warakauri TNI dan POLRI yang tergabung dalam PEPABRI. Bantuan paket sembako juga diberikan kepada staf, sopir dan cleaning service yang dalam kesehariannya bertugas di sekretariat PKK, Dekranasda dan PAKIS Bali.

Ada 41 paket dengan perincian, 25 paket untuk PEPABRI, 5 paket untuk Staf PKK, 7 paket untuk staf Dekranasda dan 4 paket untuk staf PAKIS Bali. Masing-masing paket berisi 25 Kg beras, 2 Kg gula pasir, 1 botol minyak tandusan dan 1 krat telur.
 
Ny.Putri Koster yang juga selaku Ketua Dekranasda dan Manggala Utama Pasikian Paiketan Krama Istri Desa Adat di Bali (PAKIS Bali) menghaturkan terima kasih kepada para purnawirawan dan warakauri yang tergabung dalam DPD dan DPC Pepabri Bali.

Sebab tanpa dukungan dan keberpihakan dari Pepabri serta komponen masyarakat lainnya, pelaksanaan program pembangunan Bali di bawah kepemimpinan pasangan Gubernur Bali Wayan Koster dan Wakil Gubernur Bali Tjokorda Oka Artha Ardhana Sukawati (Cok Ace) tidak akan berjalan optimal.

"Terima kasih atas dukungan dan keberpihakan jajaran Pepabri, karena dengan ini Bapak Gubernur bisa menjalankan swadharma dengan baik," ujarnya sembari menyampaikan bahwa melalui Visi Nangun Sat Kerthi Loka Bali, pembangunan tak hanya diarahkan pada sekala (fisik) tapi juga menyentuh sisi niskala yang menjadi spirit pembangunan daerah Bali.

Ia juga menambahkan bahwa capaian progres pembangunan fisik Daerah Bali saat ini tak terlepas dari pengalaman Gubernur Bali Wayan Koster yang selama tiga periode duduk di kursi legislatif (DPR RI). Akses di pusat itu kemudian dimanfaatkan dengan baik untuk merealisasikan sejumlah pembangunan fisik yang bermanfaat bagi kemajuan dan kesejahteraan masyarakat Bali.  

Sejumlah megaproyek strategis yang mulai bisa diwujudkan dalam waktu yang tidak terlalu lama yaitu short cut di jalur Denpasar-Buleleng, dimulainya penataan kawasan Pura Besakih dan pembangunan Pusat Kebudayaan Bali (PKB) di kawasan Gunaksa, pembangunan dermaga segitiga emas yang memudahkan akses Bali daratan menuju Pulau Nusa Penida dan yang terbaru adalah Tol Gilimanuk-Mengwi yang siap dibangun Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat bersama dengan Badan Usaha Jalan Tol (BUJT).

Pembangunan fisik berupa akses jalan seperti short cut di jalur Denpasar-Singaraja dan tol Gilimanuk-Mengwi serta pembangunan dermaga segitiga yang menghubungkan Bali daratan dengan Pulau Nusa Penida menurutnya merupakan langkah nyata dalam upaya menyeimbangkan perekonomian Bali. “Sebelumnya sudah banyak pihak yang berkomentar tentang ketimpangan pembangunan Bali, tapi belum ada action. Inilah langkah nyata yang dilakukan oleh Bapak Gubernur,” ujarnya.

Selanjutnya, Pusat kebudayaan Bali (PKB) adalah sebuah mahakarya monumental sebagai program prioritas membangun adat istiadat, seni budaya dan kearifan lokal Bali. PKB yang berdiri di atas lahan seluas 334 hektar menggambarkan penjabaran dari visi Nangun Sat Kerthi Loka Bali melalui Pembangunan Semesta Berencana menuju Bali Era Baru.

Pengaplikasian diantaranya melalui hutan buatan, taman, fasilitas seni, pameran, kuliner UMKM hingga waduk dan pelabuhan hingga menjadikan kawasan ini merupakan kawasan lengkap yang mengimplementasikan filosofi dari visi pembangunan Bali. Lebih dari itu, di kawasan itu nantinya juga akan dibangun pusat pelatihan bagi kelompok difabel.

Pada bagian lain, perempuan yang dikenal memiliki multi talenta ini juga menyinggung pentingnya upaya memberi perhatian bagi warga senior atau lanjut usia. Ia menjelaskan bahwa Pemprov Bali telah memiliki payung hukum berupa Perda Nomor 11 Tahun 2018 Tentang Kesejahteraan Lanjut Usia. “Mari kita cermati bersama, apa yang bisa dilakukan untuk kesejahteraan warga senior mengacu pada Perda tersebut. Intinya bagaimana para lansia di Bali terjaga kesehatannya, keharmonisan dan keahagiaannya,” ungkapnya.

Untuk itu, ia mengajak warga senior yang tergabung dalam wadah Pepabri menjauhkan pikiran atau rasa tidak berguna. “Jangan merasa tidak berguna, sudah saatnya para lansia hanya menikmati kebahagiaan. Karena pada masa produktif sudah cukup melakukan hal terbaik untuk keluarga, masyarakat, bahkan bangsa dan negara,” tutupnya.