balitribune.co.id | Bangli - Pasca meningkatnya kasus transmisi lokal Covid-19 di Banjar Serokadan, Desa Abuan, Kecamatan Susut, Bangli, pemerintah langsung melakukan rapid test massal di wilayah tersebut pada Kamis (30/4).
Humas Gugus Tugas Percepatan Penangan Covid-19 Kabupaten Bangli, I Wayan Dirgayusa mengatakan rapid test hari pertama di Banjar Serokadan dilikuti 1210 warga dengan hasil 443 reaktif dan 767 non reaktif atau (36,61%) reaktif. Kalau melihat jumlah penduduk yang tercatat 2640 maka 1430 yang belum menjalani rapid test,” ungkap I Wayan Dirgayusa.
Lanjut Wayan Dirga terkait warga yang belum menjalani rapis test, petugas akan kembali melakukan rapid test pada Jumat (1/5).Sementara untuk warga yang hasil rapid testnya positif akan menjalani test Swab.” Untuk Swab akan dilakukan secara bertahap, untuk sementara warga yang hasil rapid testnya reaktif tinggal dirumahnya masing- masing dibawah pengawasan Satgas Desa,” jelas Wayan Dirgayusa.
Mantan Camat Kintamani ini menegaskan agar tidak terjadi perluasan kasus Covid-19 ke kewilayah lainya, maka isolasi dperketat, semua warga di Banjar Serokadan dilarang melakukan aktivitas keluar desa dan rumah, dan pengawasan dilakukan langsung satgas kabupaten.
Sementara itu, isolasi ini baru sebatas di Banjar Serokadan dan untuk pemenuhan logistik warga sudah dipersiapkan. Logistik bagi warga akan langsung dibagikan ke rumah-rumah oleh satgas. "Mengacu SOP maka isolasi barlangsung 14 hari, namun tetap melihat perkembangan situasi," imbuh Wayan Dirgayusa.