Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan.

Upaya Tingkatkan Ketahanan Pangan, Talitha Gelar Pelatihan Pembuatan Pupuk Kompos

Bali Tribune/ PELATIHAN - Foto bersama para peserta pelatihan di Oemah Ong, Desa Mancingan, Gianyar, Sabtu (18/5).
balitribune.co.id | Gianyar - Untuk kesekian kalinya, Talitha Group menggelar pelatihan untuk meningkatkan produksi hasil pertanian yang berkualitas, termasuk pemahaman untuk pembuatan pupuk kompos. Kegiatan yang digelar di Oemah Ong, Desa Mancingan, Gianyar, Sabtu (18/5), diikuti oleh puluhan peserta dari perwakilan Babinsa Kodim se-Bali, Gerakan Tani Syarikat Islam  (Gertasi) Wilayah Bali, Persatuan Guru Nahdlatul Ulama (Pergunu) Bali, dan masyarakat setempat.
 
“Kegiatan kali ini untuk menyambung pelatihan sebelumnya, di antaranya pelatihan pembuatan baglog jamur, kemudian pemanfaatan limbah sampah agar mempunyai nilai ekonomis, termasuk penggunaan Super Inokulan dan Bio-Trent. Selanjutnya, semoga hasil pelatihan ini dapat disosialisasikan kepada para petani lainnya di Bali untuk meningkatkan hasil pertaniaannya,” harap Dr H Nurianto RS, SH., MH., MM., MBL., selaku CEO Talitha Group ketika membuka pelatihan tersebut.
 
Kegiatan yang berlangsung selama sekitar 5 jam dipandu Ir Hj Farida Hanum, MSi., dengan menghadirkan dua narasumber Suprio Guntoro (pakar pertanian di Bali) dan Teddy Gunawan (Asisten Manajer PT Biosindo Mitra Jaya). Usai pelatihan pembuatan pupuk kompos, dilanjutkan peninjauan baglog jamur Kumbung Bendesa, diakhiri dengan sesi foto bersama dan pembagian sertifikat pelatihan.
 
Selaku pembicara pertama, Teddy Gunawan menjelaskan, Bio-Trent Decomp efektif sebagai dekomposer, karena mengandung mikro organisme pengurai atau perombak nitrogen dan kalium dari jaringan tanaman atau hewan yang telah mati. Sehingga proses mineralisasi dapat berjalan lebih cepat dan penyediaan hara bagi tanaman lebih baik.
 
Menurutnya, mikro orgnisme perombak bahan organik memegang peranan penting karena sisa organik yang telah mati diurai menjadi unsur-unsur yang dikembalikan kedalam tanah berupa unsur mineral N, P, K, Ca, Mg atau dalam bentuk gas yang dilepas ke atmosfer berupa CH4 atau CO2. Sehingga terjadi siklus hara yang berjalan secara alamiah dan proses kehidupan di muka bumi dapat berlangsung secara berkelanjutan.
 
“Bio-Trent Decomp diaplikasikan pada bahan organik seperti jerami, pelapah sawit, tandan kosong, daun, sampah organik, dan lain-lain untuk mempercepat proses pengomposan yang pada gilirannya dapat meningkatkan produktivitas dan kesuburan tanah,” jelas Teddy Gunawan.      
 
Selanjutnya, sebelum mengajarkan cara pembuatan pupuk kompos, Suprio Guntoro memaparkan bahwa Super Inokulan (SI) merupakan inokulan yang didalamnya mengandung bakteri pengikat nitrogen (Rhizobium) dan bakteri pengurai atau dekomposer (Ruminococcus) yang memiliki kemampuan cukup baik untuk menghasilkan kompos (pupuk organik) yang berkualitas, dalam proses fermentasi yang relatif cepat. Disamping sebagai fermentor untuk pupuk, inokulan ini juga bisa dimanfaatkan untuk mengolah bahan (limbah) untuk pakan.uni
wartawan
Djoko Moeljono
Category

Kementerian Ekraf Perkuat Ekosistem Kuliner Nasional

balitribune.co.id I Badung - Kementerian Ekonomi Kreatif/Badan Ekonomi Kreatif (Ekraf) melalui Direktorat Kuliner memfasilitasi jenama lokal dalam ajang internasional Food, Hotel & Tourism Bali (FHTB) 2026. Langkah ini merupakan strategi kunci untuk mendorong produk kreatif Indonesia menembus rantai pasok global.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads
Iklan icon ads
Iklan icon ads

Plastik Mahal, Pedagang Denpasar Tak Lagi Sediakan Kresek

balitribune.co.id I Denpasar - Kenaikan harga plastik kemasan yang signifikan belakangan ini mulai berdampak pada pola transaksi di pasar tradisional. Sejumlah pedagang kini mulai memperketat imbauan pemerintah untuk tidak menggunakan kantong plastik sekali pakai guna menekan biaya operasional.

Baca Selengkapnya icon click

Insentif Pemuka Adat dan Agama di Denpasar Telan Rp2,8 Miliar per Bulan

balitribune.co.id I Denpasar - Pemerintah Kota Denpasar melalui Dinas Kebudayaan menganggarkan dana sebesar Rp33,8 miliar pada tahun 2026 untuk insentif pemuka adat, tokoh agama, dan pengurus subak. 

Alokasi bulanan yang disiapkan mencapai Rp2,82 miliar sebagai bentuk apresiasi atas pengabdian mereka dalam menjaga tatanan budaya.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads
Bagikan Berita
news

Dikeluhkan Pelaku Usaha, Dewan Badung Siap Kaji Ulang Pajak Hiburan

Lorem, ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Aliquid, reprehenderit maiores porro repellat veritatis ipsum.