Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan.

Usai Jalani Karantina 14 Hari di Hotel Ramayana, 21 PMI Diizinkan Pulang

Bali Tribune / MELEPAS - Bupati Karangasem IGA Mas Sumatri saat melepas PMI yang telah selesai menjalani masa karantina di Hotel Ramayana Candidasa

balitribune.co.id - Amlapura - Sebanyak 21 orang Pekerja Migran Indonesia asal Karangasem akhirnya diizinkan untuk pulang guna berkumpul dengan keluarga dan bergabung dengan warga di desa mereka masing-masing, setelah mereka selesai menjalani karantina ketat dibawah pengawasan Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19, Karangasem, di Hotel Ramayana, Candidasa, Rabu (29/4/2020).

Bupati Karangasem IGA Mas Sumatri selaku Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid 19, hadir langsung di Hotel Ramayana guna melepas para PMI tersebut untuk kembali ke keluarga mereka dan kemasyarakat. Dalam kesempatan itu, Bupati menegaskan dan mengingatkan agar tidak ada lagi tindakan penolakan atau pengucilan oleh warga desa di daerah asal, terhadap para PMI yang telah selesai menjalani masa karantina ketat selama 14 hari sesuai SOP.

“Warga tidak boleh mengucilkan dan menolak mereka yang sudah selesai menjalani karantina, karena mereka tidak terpapar virus covid 19, sehingga diizinkan pulang ke rumah masing-masing,” ujar Mas Sumatri. Para PMI tersebut telah menjalani masa karantina 14 hari di hotel Ramayana sejak 15 April 2020 dan dinyatakan sehat setelah menjalani berbagai macam tes, mulai dari rapid tes hingga Swab.

“Para PMI yang diizinkan pulang ini telah dibekali surat keterangan sehat yang diterbitkan Dinas Kesehatan untuk dibawa pulang dan dilaporkan ke satgas desa masing-masing,” lontarnya sembari menyampaikan terima kasih kepada para pekerja migran yang telah menjalani masa karantina dengan disiplin.

Mas Sumatri dallam kesempatan itu juga menyampaikan terima kasih kepada Bendesa dan tokoh adat di Desa Sengkidu. “Terimakasih sudah menerima para pekerja migran untuk dikarantina di wilayah ini, saya berdoa semoga kita semua sehat dan baik-baik saja. Harapan ke depan saya, saya mohon  tidak ada yang menolak jika nanti ada PMI yang akan dikarantina di sini lagi,” pintanya.

Sementara itu, Ida Bagus Putra salah seorang PMI yang telah menjalani masa Karantina mengaku bahagia akhirnya bisa berkumpul bersama keluarga setelah sekian lama tidak bertemu. “Setelah menjalani rapid test semuanya hasilnya negatif, kita merasa senang jadi bisa berkumpul bersama keluarga lagi,” ungkapnya.

Ia juga mewakili para tenaga migran yang sudah diizinkan pulang mengucapkan terimakasih kepada Pemerintah Daerah dan Pemerintah Desa yang sudah menyediakan tempat karantina. “Terimakasih atas kepedulian Ibu Bupati dan jajarannya, terimakasih atas fasilitas selama masa karantina sehinga kami kini bisa berkumpul bersama keluarga dengan tenang,” ucapnya.

Sementara itu, berdasarkan data yang dikeluarkan oleh Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid 19 Karangasem, hingga 28 April 2020 tercatat ada sebanyak 230 orang PMI yang menjalani masa karantina. Dari jumlah tersebut 21 orang diantaranya Rabu kemarin sudah diizinkan pulang atau selesai menjalani karantina sehingga sisa yang masih menjalani karantina di beberapa hotel berbintang sebanyak 209 orang.

“Salah satu PMI yang sempat di rawat di rumah sakit umum hasil swabnya sudah negatif. Jadi sudah boleh pulang,” beber Pj Sekda Karangasem, I Gede Darmawa. Pihaknya bersama Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid 19 terus mengupayakan agar kasus transmisi lokal di Kabupaten Karangasem tidak bertambah. Upaya yang dilakukan berupa sosialisasi  dan himbauan kepada masyarakat agar menghindari diri dari perkumpulan orang banyak.

“Pemerintah tidak bosan menghimbau masyarakat. Tetaplah disiplin menggunakan masker, jaga jarak, rajin cuci tangan dengan air mengalir dan sabun dan penerapan PHBS. Karena kita tak pernah tahu, siapa yang sebenarnya positif terinfeksi,” tegas Darmawa.

Terkait para pekerja migran yang sudah diijinkan pulang, harus tetap mengikuti aturan protokol kesehatan yang ada. Mereka diminta karantina mandiri selama 14 hari sambil evaluasi kesehatan. “Walaupun sudah dinyatakan sehat, kami harap para tenaga kerja migran nantinya secara mandiri dengan penuh disiplin melakukan karantina mandiri dengan terlebih dahulu melapor ke satgas desa setempat. Jadi desa dan desa adat serta keluarga bersama mengawasi PMI yang pulang,” jelasnya.

wartawan
Husaen SS.
Category

KPK Dorong PAKSI Bali Perkuat Pendidikan Antikorupsi Berbasis Masyarakat

balitribune.co.id | Denpasar - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mendorong Forum Penyuluh Antikorupsi Provinsi Bali (PAKSI Bali) untuk terus memperkuat peran masyarakat dalam membangun budaya antikorupsi. Hal tersebut disampaikan dalam Sarasehan PAKSI Bali yang membahas capaian kegiatan, pengembangan forum, serta penguatan kolaborasi pendidikan antikorupsi di daerah.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

Jalan Kakaktua-Pattimura Dikebut, Pemkab Buleleng Kucurkan Rp2 Miliar

balitribune.co.id | Singaraja - Keluhan warga soal jalan rusak dan banjir di kawasan padat Kota Singaraja mulai mendapat penanganan serius. Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Buleleng menggelontorkan anggaran lebih dari Rp2 miliar untuk merevitalisasi Jalan Kakaktua dan Jalan Pattimura, Singaraja.

Baca Selengkapnya icon click

Optimis Target Pajak Tercapai, Bupati Badung Sampaikan Jawaban Pemerintah Atas Pandangan Fraksi DPRD

balitribune.co.id | Mangupura - Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa menyampaikan Jawaban Pemerintah terhadap Pandangan Umum Fraksi-Fraksi DPRD mengenai Raperda Perubahan APBD Kabupaten Badung Tahun Anggaran 2026.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

DPRD Badung Minta Pembahasan APBD Perubahan 2026 Utamakan Asas Manfaat untuk Rakyat

balitribune.co.id | Mangupura - Ketua DPRD Kabupaten Badung, I Gusti Anom Gumanti, menegaskan bahwa seluruh proses pembahasan Ranperda APBD Perubahan Tahun 2026 telah berjalan sesuai dengan mekanisme dan tata tertib yang berlaku di DPRD Kabupaten Badung.

Baca Selengkapnya icon click

Kemarau Panjang, Produksi Padi Buleleng Diprediksi Anjlok hingga 30 Persen

balitribune.co.id | Singaraja - Kemarau panjang mulai menggerus sektor pertanian Kabupaten Buleleng. Debit air yang terus menurun, ditambah kondisi saluran irigasi tersier yang belum memadai, membuat target Indeks Pertanaman (IP) 3 atau tiga kali tanam dalam setahun terancam tidak tercapai.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads
Bagikan Berita
news

Dikeluhkan Pelaku Usaha, Dewan Badung Siap Kaji Ulang Pajak Hiburan

Lorem, ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Aliquid, reprehenderit maiores porro repellat veritatis ipsum.