Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan.

Utsawa Dharmagita Provinsi Bali XXX Tahun 2022 Kini Tanpa Online, Tahun ini Bangli, Buleleng dan Klungkung Tidak Mengirim Peserta

Bali Tribune/ Wagub Cok Ace saat acara Utsawa Dharmagita Provinsi Bali XXX Tahun 2022.



balitribune.co.id | Denpasar - Setelah dua tahun kegiatan Utsawa Dharmagita digelar secara online karena kondisi pandemi yang terjadi. Kini Utsawa Dharmagita Provinsi Bali XXX Tahun 2022, dilaksanakan secara langsung tanpa lagi online. Hal itu ditandai dengan dibuka secara resmi oleh Wagub Cok Ace, Senin (11/09) di Gedung Ksirarnawa Taman Budaya Denpasar.

Cok ACe mengapresiasi atas penyelenggaraan Utsawa Dharmagita yang digelar secara langsung, setelah dua tahun dilaksanakan secara online. Kata dia, pelaksanaan kegiatan yang rutin digelar setiap tahunnya ini sangat penting dalam upaya bersama melestarikan adat dan budaya Bali, terlebih dalam pelaksanaan Utsawa Dharmagita ini berisi ajaran ajaran agama dan sastra yang sudah ada dan dipelajari secara turun temurun.

"Kegiatan ini juga sangat sejalan dengan Visi Pemerintah Provinsi Bali Nangun Sat Kerthi Loka Bali melalui Pembangunan Semesta Berencana Menuju Bali Era Baru," ungkap Cok Ace.

Disampaikannya bahwa dengan semakin pesatnya perkembangan saat ini, berdampak pada mulai lunturnya nilai nilai tradisi sehingga penguatan ajaran agama serta sastra sebagai sebuah warisan nenek moyang sangat penting untuk dilakukan. Untuk itu, dirinya berharap kepada para peserta Utsawa Dharmagita agar dapat menjadikan momentum ini sebagai ajang pertemuan silaturahmi.

Guru Besar ISI Denpasar ini juga berharap agar pelaksanan Utsawa Dharmagita dapat menjadi tuntunan kita bersama dalam mewujudkan kehidupan yang tentram, damai dan sejahtera. "Saya harapkan kegiatan ini dapat memacu semangat generasi muda untuk menekuni sastra Bali serta memahaminya dan bersama sama menjaga budaya kita yang adiluhung," pesan Wagub Cok Ace.

Sementara itu Kepala Dinas Kebudayaan Provinsi Bali I Gede Arya Sugiartha dalam sambutannya menyampaikan dalam Utsawa Dharmagita Provinsi Bali XXX Tahun 2022 yang mengambil tema “Danu Kerthi: Sastragama Tirtha” bertujuan diantaranya untuk melestarikan Dharmagita, membangkitkan semangat generasi muda Bali untuk me-dharmagita serta menuntun mereka agar bisa memahami isi dari sastra yang dituangkan melalui Dharmagita.

Kegiatan ini dilaksanakan selama tiga hari dari tanggal 12 sampa 14 September 2022 dan diisi dengan sejumlah kegiatan diantaranya pembukaan yang diisi dengan menyanyikan puja Gita serta pementasan Taman Penasar dengan tema “NGRAKSA DANU, NGRAKSA KASUKERTAN KAHURIPAN”, sejumlah perlombaan seperti lomba membaca kekawin, membaca sloka, membaca gaguritan dan macepat serta lomba mekidung.

Disampaikannya bahwa ada tiga Kabupaten tidak mengikuti kegiatan Utsawa tahun ini yaitu Kabupaten Klungkung, Kabupaten Bangli, dan Kabupaten Buleleng. Tidak dijelaskan alasan ketidak ikut sertaan kegiatan di tahun ini.

wartawan
JRO
Category

Perkuat Tata Kelola Digital, Pemkab Tabanan Gelar Monev OpenSID di 133 Desa

balitribune.co.id | Tabanan - Pemerintah desa se-Kabupaten Kabupaten Tabanan terus menunjukkan komitmen dalam penguatan tata kelola pemerintahan berbasis digital melalui pemanfaatan Sistem Informasi Desa (SID). Komitmen tersebut ditegaskan dalam kegiatan monitoring dan evaluasi (monev) penerapan aplikasi OpenSID yang dilaksanakan Dinas Komunikasi dan Informatika.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

Berbulan-Bulan Tak Berfungsi, Traffic Light Depan MPP Bangli Akhirnya Diperbaiki

balitribune.co.id I Bangli - Sempat berbulan- bulan tidak berfungsi, akhirnya lampu traffic light di depan kantor Mall Pelayanan Publik (MPP) di perbaiki petugas Dinas Perhubungan Bangli. Kini lampu pengatur arus lalin telah berfungsi secara normal. 

Baca Selengkapnya icon click

Angker, Rumah Jabatan Ketua DPRD Buleleng Tidak Ditempati

balitribune.co.id I Singaraja - Sejak dilantik menjadi Ketua DPRD Buleleng, Ketut Ngurah Arya tidak menempati fasilitas rumah jabatan yang disediakan pemerintah daerah. Hal itu bukan tanpa alasan, selain kondisi bangunan tidak layak huni, sudah sejak lama rumah yang dibangun pada zaman Belanda itu di kenal angker di kalangan masyarakat.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads
Iklan icon ads
Iklan icon ads
Bagikan Berita
news

Dikeluhkan Pelaku Usaha, Dewan Badung Siap Kaji Ulang Pajak Hiburan

Lorem, ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Aliquid, reprehenderit maiores porro repellat veritatis ipsum.