Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan.

Utusan Pingit, Ratusan Anak Jalani Tradisi Ngambeng

UTUSAN PINGIT- Sebagai utusan pingit jelang Piodalan di Pura Samuan Tiga Bedulu Gianyar, ratusan anak-anak melaksanakan tradisi ngambeng yakni, mengumpulkan keperluan upacara dengan cara mendatangi rumah-rumah warga. Tampak sejumlah anak berpakaian adat madya dengan beberapa benda yang berhasil mereka kumpulkan dari rumah-rumah warga di Desa Bedulu,Rabu (6/4) kemarin.

Gianyar, Bali Tribune

Jelang pelaksanaan upacara di Pura Samuan Tiga, Bedulu Gianyar. Ratusan anak-anak desa setempat memulai tradisi ngambeng yakni mengumpulkan perlengkapan upacara dengan cara mendatangi rumah-rumah penduduk.

Berpakaian adat madya, ratusan anak-anak ini, Rabu (6/4) kemarin mulai mendatangi rumah-rumah penduduk guna mengumpulkan kebutuhan upacara.

Menurut Manggala Paruman Pura Samuan Tiga, I Wayan Patera, dalam tradisi itu ratusan anak-anak dimaksud ditempatkan pada posisi utusan pingit.  

Mereka (utusan pingit,red) ungkap Wayan Patera sejatinya memiliki tugas penting bagi kelangsungan upacara di Pura Samuan Tiga. Maklum, dengan mendatangi rumah-rumah penduduk, warga menjadi tahu bahwa piodalan di Pura Samuan Tiga akan segera dilaksanakan.

Patera menambahkan, secara berkelompok, anak-anak menyebar di pedesaan sembari menggotong segala macam perlengkapan upacara. Mereka mendatangi rumah-rumah warga,  untuk meminta bahan-bahan keperluan upakara untuk digunakan saat pujawali. “Ngambeng dilaksanakan 15 hari sebelum karya dan berakhir delapan hari menjelang karya,” tuturnya.

Lanjut dikatakannya, umumnya, anak-anak yang ngambeng tidak pernah sampai dikoordinir. Dengan kesadaran sendiri, mereka akan berkumpul dengan teman-temannya melaksankan ngambeng. Begitu girang, tiada kurang senang. 

Warga yang rumahnya didatangi pun sudah maklum dan tidak pernah sampai tidak memberi. Ada keyakinan, kalau kedatangan anak-anak ini ditolak, bisa tidak menemukan kebahagiaan. Justru, bila disambut dengan baik dan diberikan sesuai apa yang dimiliki akan memberi berkah. 

Karena anak-anak ngambeng itu memiliki kelompok-kelompok sendiri, tidak jarang satu rumah warga didatangi lima kelompok anak ngambeng. Dan umumnya, warga yang didatangi tidak akan pernah menolak kedatangan mereka.

Seluruh bahan-bahan upakara yang diperoleh selama ngambeng ungkap Patera, lanjut  dipersembahkan ke Pura Samuantiga. “Dan, sebagai imbalan, anak-anak itu pun mendapatkan seporsi nasi yang biasa disebut nasi paica,”ungkapnya.

Panitia kerap menyediakan 800-1.000 tanding paica. Ini berarti pada hari itu ada 800-1000 orang anak yang ngambeng. 

Ngambeng bertujuan untuk menjemput sarana upacara ke setiap rumah-rumah krama (warga). Selain itu, ngambeng juga memiliki tujuan memberitahukan kepada krama bahwa pujawali akan segera dilaksanakan di Pura Samuantiga. 

“Secara filosifis, ngambeng bermakna proses belajar untuk mempertajam bakti dari anak-anak muda. Di sinilah terjadi regenerasi pemahaman bagaimana seyogyanya mereka sebagai krama untuk ngayah,”terang Patera .

“Kata ngambeng berasal dari akar kata ambeng yang artinya mencari. Begitu juga ambeng berarti mempertajam. Dalam konteks pujawali ini ngambeng bermakna mempertajam kesucian anak-anak,” kata Patera.

Lebih jauh Patera mengungkapkan, simbol-simbol kebersamaan selalu ditonjolkan dalam setiap tradisi di Pura Samuan Tiga. Terlebih, pura setempat adalah saksi penyatuan sekte-sekte yang sempat memecah persatuan umat Hindu di Bali.

Atas gagasan Empu Kuturan pada zaman Bali Kuna, Raja se-Bali bersaksi dihadapan Tuhan yang berstana di pura Samuan Tiga dan mengikrarkan kemanunggalan Umat Hindu dalan konsepsi Khayangan tiga.

wartawan
habit
Category

Bukan Perang, Tradisi Siat Tipat Desa Kapal Simbol Kehidupan dan Kesejahteraan

balitribune.co.id I Mangupura - Ribuan tipat dan bantal kembali “berterbangan” dalam tradisi Siat Tipat Bantal di Desa Adat Kapal, Mengwi, Badung, Sabtu (26/9/2026). Sekilas terlihat seperti aksi saling lempar, namun di balik kemeriahannya tersimpan filosofi kehidupan yang diwariskan leluhur.

Baca Selengkapnya icon click

Pengelola Tanah Lot Berbenah Sambut Libur Akhir Tahun

balitribune.co.id I Tabanan – Manajemen Operasional Daya Tarik Wisata (DTW) Tanah Lot mulai melakukan persiapan untuk menyambut libur panjang akhir tahun 2026 yang tinggal hitungan tiga bulan lagi.

Sejumlah persiapan secara umum sudah mulai dilakukan seperti peningkatan kebersihan, kenyamanan, hingga sistem keamanan untuk memberikan kenyamanan bagi wisatawan saat berkunjung.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

Urai Macet Gilimanuk, Berbagai Skenario Diterapkan

balitribune.co.id I Negara - Arus lalu lintas menuju Pelabuhan Penyeberangan Gilimanuk, Jembrana, mengalami kemacetan parah hingga mengular sejauh 3,5 kilometer. Kondisi ini merupakan dampak domino dari aksi mogok massal dan blokade pintu keluar yang digelar puluhan sopir truk logistik di Pelabuhan Ketapang, Banyuwangi, Sabtu (26/9/2026) sore. 

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

BNNK Gianyar Obok-Obok Kafe Remang-Remang, 111 Orang Jalani Tes Urine

balitribune.co.id | Gianyar - Tempat hiburan malam yang sering disebuat Kafe Remang-remang kembali diobok-obok. Kali ini Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Gianyar gandeng aparat gabungan. Seratus lebih pengunjung, pelayan hingga pengelola tempat tersebut diwajibkan jalani test urine. Hasilnya, seorang diyatakan positif mengandung metamfetamin.

Baca Selengkapnya icon click

Patroli Diperketat, Keamanan Pelabuhan Celukan Bawang Jadi Perhatian

balitribune.co.id | Singaraja - Aktivitas di kawasan Pelabuhan Celukan Bawang, Kecamatan Gerokgak, Buleleng, terus mendapat pengawasan kepolisian. Tingginya mobilitas masyarakat, pekerja, awak kapal, hingga pengguna jasa membuat aspek keamanan menjadi salah satu perhatian utama.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads
Bagikan Berita
news

Dikeluhkan Pelaku Usaha, Dewan Badung Siap Kaji Ulang Pajak Hiburan

Lorem, ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Aliquid, reprehenderit maiores porro repellat veritatis ipsum.