Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan.

Wabup Artha Dipa Hadiri Upacara Mepepade Segara Kertih

MAPEPADA – Wabup I Wayan Artha Dipa ikuti upacara Mapepada Karya Panca Bali Krama di Pura Lempuyang Luhur.

 BALI TRIBUNE - Wakil Bupati Karangasem I Wayan Artha Dipa hadir pada upacara mepepade serangkaian upacara segara kertih Panca Bali Krama Pura Sad Kahyangan Lempuyang Luhur, di Pantai Amed, Rabu (9/1).  Mapepada sebagai simbol menyucikan segala binatang yang akan dipergunakan sebagai bahan sesajen pada saat Pecaruan Segara Kertih rangkaian upacara Panca Bali Krama Pura Sad Kahyangan Lempuyang Luhur  Desa Adat Purwayu Desa  Tribuana, Kecamatan Abang, pada hari Jumat (11/1). Upacara Mapepada Ida Pandita Empu Maha Dharma Tanaya, Griya Giri Kusuma Jumenang. Wabup Artha Dipa selaku ketua Panitia Karya dalam kesempatan itu menjelaskan terkait makna dari ritual Mapepada tersebut, menurutnya “Mapepada” berasal dari kata Pada yang berarti kaki atau bumi, jadi tujuan dari ritual ini yakni memohon kepada Ida Sanghyang Widhi agar segala binatang yang akan dipergunakan sebagai sarana upacara dapat dibersihkan serta kelak ketika lahir kembali bisa meningkatkan statusnya. Adapun sarana binatang yang dipergunakan diantaranya Kerbau kelau, hitam, kerbau putih, sapi, kambing, ayam manca warna,   angsa, anjing bang bumkem, bebek belang kalung,  bebek bulu sikep, bebek cemani, babi hitam, penyu, kijang, petu serta beberapa sarana lainnya. “Setelah melangsungkan upacara mapepada di Pura Segara Amed, selanjutnya binatang sebagai sarana upacara diarak mengelilingi pura Segara Amed,” sebutnya. Setelahnya binatang-binatang tersebut akan dibagi kepada masing-masing desa adat untuk dibuatkan sesaji pada saat upacara Segara Kertih. Sementara turut pula hadir dalam acara tersebut Camat Abang, Kabag Kesra, dan beberapa kepala OPD.

wartawan
Redaksi
Category

Ornamen Nuansa Khas Ramadan dan Nyepi Sambut Wisatawan Mendarat di Bali

balitribune.co.id I Kuta - Thematic Event berupa pawai Ogoh-Ogoh dan parade Idul Fitri menyambut para penumpang atau wisatawan yang mendarat di Bali melalui Bandara I Gusti Ngurah Rai. Hal itu dihadirkan pengelola bandara untuk semakin memperkuat suasana Hari Suci Nyepi dan Idul Fitri di Bandara I Gusti Ngurah Rai Bali. 

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

Nyepi, Idul Fitri, dan Moderasi Beragama

balitribune.co.id | Gubernur Bali, Wayan Koster (Pak Koster), mengonfirmasi bahwa kesepakatan tokoh lintas agama terkait pengaturan kegiatan keagamaan pada momen perayaan hari besar dua agama, yakni Hindu dan Islam, yang pada tahun 2026 ini akan dirayakan hampir secara bersamaan, Hari Raya Nyepi Tahun Caka 1948 jatuh pada tanggal 19 Maret 2026 dan Hari Raya Idul Fitri 1447 H jatuh pada tanggal antara 20 atau 21 Maret 2026, bisa dijalankan dengan memperh

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads
Iklan icon ads
Iklan icon ads
Bagikan Berita
news

Dikeluhkan Pelaku Usaha, Dewan Badung Siap Kaji Ulang Pajak Hiburan

Lorem, ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Aliquid, reprehenderit maiores porro repellat veritatis ipsum.