Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan.

Wajib Screening Test, Puluhan Ibu Hamil Positif HIV

Bali Tribune/ TEST - Seluruh ibu hamil kini diwajibkan mengikuti test HIV sebelum melahirkan.
Balitribune.co.id | Negara - Salah satu upaya yang dilakukan dalam mencegah dan menanggulangi penularan HIV-AIDS di Jembrana adalah dengan perluas Klinik VCT (tes HIV) di seluruh Puskesmas, RSU Negara, dan RSU swasta di Jembrana. Sejak beberapa tahun terakhir, ibu hamil diwajibakan mengikuti tes penyakit termasuk salah satunya HIV. Berhasil mendeteksi puluhan ibu hamil yang positif HIV selama tiga tahun terkahir diberlakukannya kebijakan pemerintah pusat itu.
 
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Jembrana I Putu Suasta dikonfirmasi, Jumat (21/4), mengatakan ibu hamil kini sudah diwajibkan melakukan pemeriksaan penyakit seperti tuberkulosis (TB), hepatitis B dan HIV. Langkah ini dilakukan untuk mencegah penyakit menular kepada bayi. Setelah diberlakukan kebijakan mewajibkan ibu hamil mengikuti test penyakit tersebut, ia mengakui selama tiga tahun terkahir berasil diketahui ada sejumlah ibu hamil yang positif HIV. “Tujuannya untuk pencegahan dan menyelamatkan generasi selanjutnya. Dengan diketahui lebih awal, kita bisa melakukan upaya agar tidak menular ke bayi,” ujarnya. 
 
Ia menyebut di Kabupaten Jembrana klinik VCT telah diperluas hingga di 14 fasilitas kesehatan (faskes) yakni Puskesmas, RSU Negara hingga RSU Swasta serta ditambah satu konselor yang ditempatkan khusus di Rutan kelas IIB Negara. Ribuan Orang Dengan HIV AIDS (ODHA) tercatat selama empat tahun terkahir berjalannya pelayanan VCT itu.
 
Terungkap fakta bahwa setiap tahunnya ada tren meningkat pada jumlah orang yang mengidap. Dari data yang dihimpun di Dinas Kesehatan selama kurun waktu 2005-2019 bulan Juni ini ada 1002 orang pengidap HIV/AIDS. Dari jumlah itu, yang diketahui hingga kini masih hidup hanya 500 orang. Dan hampir 400 orang kini mengkonsumsi obat ARV dan mendapat pengawasan. Sedangkan yang 100 orang lagi belum ditemukan. Dari ribuan jumlah ODHA tersebut, didalamnya juga termasuk ibu hamil.
 
Ia mengakui pada tiga tahun terakhir sejak pemerintah pusat mewajibkan ibu hamil untuk melakukan tes screening, salah satunya HIV, diketahui sudah ada 44 ibu hamil yang positif di Jembrana. Namun dipastikannya dari jumlah tersebut, bayi yang lahir dari ibu positif HIV-AIDS berhasil diselamatkan dan hasilnya negatif HIV.  Sedangkan langkah pencegahan lainnya menurutnya juga Dinas Kesehatan aktif melakukan sosialisasi kepada masyarakat hingga ke banjar terkait penularan HIV/AIDS ini.
 
 Kini pihaknya mendorong warga masyarakat agar aktif melakukan tes screening di klinik VCT atau mobile VCT. Upaya pencegahan juga dengan menggencarkan komunikasi informasi dan edukasi (KIE), memperkuat Kelompok Siswa Peduli AIDS dan Narkoba (KSPAN), memperkuat kader desa peduli AIDS serta  memperluas jejaring klinik VCT di semua puskesmas dan rumah sakit termasuk Rutan Kelas IIB Negara. “Kami berharap semua komponen masyarakat berperan aktif dalam upaya pencegahan HIV-AIDS,” tandasnya.
 
wartawan
Putu Agus Mahendra
Category

DLHK Badung Perketat Pengawasan Horeka, Pastikan PSBS Berjalan dari Sumber

balitribune.co.id | Mangupura - Pemerintah Kabupaten Badung melalui Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) mengintensifkan korvei kebersihan lingkungan sekaligus pengawasan pelaksanaan Pengelolaan Sampah Berbasis Sumber (PSBS) pada pelaku usaha Hotel, Restoran, dan Kafe (Horeka).

Baca Selengkapnya icon click

Astra Motor Bali Meriahkan HUT Kota Gianyar Lewat Honda Premium Matic Day 2026

balitribune.co.id | Gianyar – Astra Motor Bali kembali menghadirkan gelaran spesial bagi pecinta sepeda motor melalui Honda Premium Matic Day (HPMD) 2026 yang berlangsung pada 9–12 April 2026 di Alun-Alun Kota Gianyar, dalam rangka memeriahkan HUT Kota Gianyar ke-253.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads
Iklan icon ads
Iklan icon ads

Harga Plastik Naik, Pengusaha Kurangi Ketebalan Tempe

balitribune.co.id I Tabanan - Naiknya harga plastik ternyata berdampak terhadap pelaku UMKM salah satunya yakni pelaku usaha pembuatan tempe. Pelaku usaha tempe harus memutar otak untuk menyiasati kenaikan harga plastik tersebut dengan cara mengurangi ukuran ketebalan agar harga jual ke konsumen tidak naik. Cara ini terpaksa mereka lakukan agar bisa terus berproduksi sekaligus mempertahankan daya beli masyarakat. 

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads
Bagikan Berita
news

Dikeluhkan Pelaku Usaha, Dewan Badung Siap Kaji Ulang Pajak Hiburan

Lorem, ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Aliquid, reprehenderit maiores porro repellat veritatis ipsum.