Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan.

Wakasad: Generasi Muda Harus Jadi “Agent of Change”

WAKASAD – Usai menyampaikan materi pada seminar nasional di Lembah Tidar, Akmil, Magelang, Wakasad Letjen TNI Tatang Sulaiman, menerima cinderamata.

BALI TRIBUNE - Menghadapi kompetisi global yang penuh tantangan, generasi muda diharapkan mampu menjadi “agent of change” sekaligus berwawasan kebangsaan. Demikian ditegaskan Wakil Kepala Staf Angkatan Darat Letjen TNI Tatang Sulaiman pada seminar nasional bertemakan "Mempersiapkan Generasi Muda dalam Membangun Peradaban Modern Guna Mendukung Pertahanan Negara", di Lembah Tidar, Akademi Militer (Akmil), Magelang. Menurut Alumni Akmil yang dilantik 32 tahun lalu (20 September 1986), generasi muda zaman “now” sangat berbeda dengan era sebelumnya. Kemajuan teknologi informasi yang bergerak secara eksponensial telah merubah dunia menjadi semakin kecil dan tanpa batas, serta menggiring generasi muda kedalam paradoks kehidupan yang bisa menguntungkan juga menghancurkan masa depan dirinya maupun bangsanya. “Di abad informasi dan globalisasi seperti saat ini, ilmu pengetahuan dan akses terhadap informasi terbuka dari bermacam-macam sumber menjadikan cara pandang generasi muda jauh lebih luas serta menimbulkan paradox, seperti yang telah dirasakan sejak akhir abad ke-20,” ujar Wakasad, kemarin. Menyadari fenomena era modern tersebut, mengutip pernyataan Ir Sukarno dan Suharto serta Presiden Ir Joko Widodo, menekankan tentang peran generasi muda yang penuh tantangan di era persaingan global yang destruktif dan perkembangan teknologi yang bergerak sangat dinamis. “Kita, rakyat dan negara Indonesia, mau tidak mau, suka atau tidak suka, senang atau tidak senang, pasti akan memasuki era yang penuh tantangan ini. Sebagai bangsa petarung, kita harus yakin dalam menghadapinnya,” tegas Wakasad. Dihadapan 714 peserta sejumlah mahasiswa se-Jateng, Daerah Istemewa Yogyakarta (DIY) dan para taruna Akmil, Akademi Angkatan Laut (AAL), Akademi Angkatan Udara (AAU), dan Akademi Kepolisian (Akpol), Wakasad  mengingatkan agar generasi muda harus peka terhadap perkembangan lingkungan strategis, terutama sepak terjang negara yang memiliki kekuatan besar di bidang politik, ekonomi, dan hankam, seperti Amerika Serikat, Rusia, dan China. “Rivalitas antarnegara adi daya tersebut semakin meruncing, dan inisiatif Amerika Serikat mengganti istilah Asia-Pasifik menjadi Indo-Pasifik menandakan adanya perubahan strategi dan proyeksi konflik masa depan yang mengarah ke sentral pertumbuhan paling menjanjikan, yaitu di Asia Selatan, Asia Tenggara, dan Asia Timur,” papar Wakasad. Menurut mantan Pangdam IV/Diponegoro, di kawasan regional Asia masih banyak permasalahan yang tidak bisa dikesampingkan yang sewaktu-waktu dapat mengancam kepentingan Indonesia, seperti krisis Laut China Selatan, terorisme, radikalisme, ISIS, dan berbagai kejahatan transnasional, termasuk pakta pertahanan yang dibangun negara tetangga. Sedangkan di dalam negeri, di tengah badai internet dan media sosial (medsos), bangsa Indonesia juga sedang mengalami euphoria demokratisasi yang tidak sehat juga penguatan paham radikalisme dan intoleransi yang dapat menghancurkan bangsa. “Tantangan dan persoalan di era Revolusi Industri 4.0 ini mencerminkan tuntutan pekerjaan yang akan dihadapi generasi muda. Kekhawatiran utama di masa depan adalah kemampuan untuk mempertahankan dan mengelola seluruh sumber daya bangsa. Saat ini kita harus cermati berbagai ancaman berbasis teknologi, seperti  thread, cyber thread, inequality thread, dan lain sebagainya yang dapat memicu konflik perpecahan bangsa,” terang Wakasad. Untuk menghadapinya, para generasi muda harus disiapkan sebagai aktor utama yang handal dalam pembangunan nasional, yaitu sebagai agen perubahan sekaligus entrepreneur yang berwawasan kebangsaan yang tidak bisa hanya diperoleh dari  pendidikan formal. “Hal paling mendasar adalah pembangunan karakter untuk membentuk pribadi yang memiliki intelektualitas, nilai seni, dan kreativitas, integritas serta keluhuran budi pekerti yang kuat untuk menghadapi setiap tantangan,” urai Wakasad. Jenderal TNI bintang tiga itu berharap agar para generasi muda selalu memelihara rasa bangga dan keinginan untuk membawa perubahan serta menumbuh-kembangkannya dalam bentuk idealisme yang teguh. Para generasi muda harus mau berfikir luas, namun bertindak secara sederhana atau “think globally, act locally”. Sebelumnya, Dirjen Pembelajaran dan Kemahasiswaan Kemenristek Dikti Intan  Ahmadi, Phd., selaku keynote speaker menekankan, perlunya literasi baru dalam menghadapi persaingan global, yaitu tidak hanya cukup membaca, menulis, dan matematika saja, melainkan juga literasi data, teknologi, manusia serta pembelajaran sepanjang hayat.

wartawan
Djoko Moeljono
Category

Kandang Ayam Broiler Terbakar, 15 Ribu Ekor Bibit Ayam Senilai Rp500 Juta Mati Terpanggang

balitribune.co.id I Amlapura - Warga di Desa Sangkan Gunung, Sidemen, Karangasem, Minggu (5/7/2026) dinihari dibuat panik oleh kejadian kebakaran hebat yang menghanguskan bangunan kandang  ayam milik I Made  Suambem, warga Dusun Sangkan Gunung.

Baca Selengkapnya icon click

Rayakan HUT ke-27, PP Polri Bali Perkuat Solidaritas Lewat Anjangsana dan Olahraga

balitribune.co.id | Denpasar - Dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-27 Persatuan Purnawirawan (PP) Polri tahun 2026, PP Polri Daerah Bali menggelar serangkaian kegiatan sosial dan kebugaran. Rangkaian acara diisi dengan kegiatan anjangsana kepada anggota yang membutuhkan serta olahraga bersama guna mempererat tali silaturahmi antaranggota.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

Sampah Organik Dibatasi ke TPA Peh, Pemilahan Sampah di TPS Diperketat

balitribune.co.id I Negara - Kebijakan pembatasan total sampah organik yang masuk ke Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Peh yang telah berlaku di Kabupaten Jembrana sejak Rabu (1/7/2026). Sistem pemilahan sampah di tingkat Tempat Pembuangan Sementara (TPS) diperketat. Bahkan setelah personil Satpol PP, kini Desa Adat mengerahkan aparatnya untuk penertiban pembuangan sampah liar.

Baca Selengkapnya icon click

Fishing Tournament 2026 Diserbu Ratusan Peserta, Bupati Sutjidra: Ini Strategi Promosi Wisata Bahari

balitribune.co.id | Singaraja - Pemerintah Kabupaten Buleleng terus menggenjot promosi wisata bahari melalui penyelenggaraan Bupati Buleleng Fishing Tournament 2026. Ajang memancing yang digelar di perairan laut Buleleng, Minggu (5/7/2026), itu sukses menarik minat ratusan peserta dari berbagai daerah di Bali hingga Pulau Jawa.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

Rusak Parah, Kondisi Trotoar Selatan Anjungan Penelokan Memprihatinkan

balitribune.co.id I Bangli - Kondisi trotoar di sisi selatan Anjungan Penelokan, Kecamatan Kintamani, Bangli, sangat memprihatinkan. Sebagai kawasan obyek wisata, fasilitas umum tersebut mengalami kerusakan parah. Di sepanjang jalur tersebut terpantau di beberapa titik trotoar yang jebol.

Baca Selengkapnya icon click

School Holiday Celebration Tumbuhkan Kesan Nusa Dua sebagai Destinasi Ramah Keluarga

balitribune.co.id I Nusa Dua - Menyambut liburan sekolah dan Hari Anak Nasional 2026, pengelola kawasan pariwisata The Nusa Dua Kabupaten Badung menghadirkan sejumlah aktivitas untuk menumbuhkan pengalaman liburan nyaman penuh makna bersama keluarga. Hal itu untuk menciptakan kesan kawasan pariwisata yang dikelola ITDC ini dikenal sebagai destinasi ramah keluarga. 

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads
Bagikan Berita
news

Dikeluhkan Pelaku Usaha, Dewan Badung Siap Kaji Ulang Pajak Hiburan

Lorem, ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Aliquid, reprehenderit maiores porro repellat veritatis ipsum.