Diposting : 21 February 2020 01:47
Djoko Moeljono - Bali Tribune
Bali Tribune/ TINJAU – Wakil Presiden Ma’ruf Amin meninjau progress pembangunan rumah tahan gempa (RTG) di Nusa Tenggara Barat (NTB).
balitribune.co.id | Mataram - Hanya dalam kurun waktu setahun, Satgas Rehab Rekon mampu menyelesaikan pembangunan 200.000 unit rumah tahan gempa (RTG) bagi ratusan ribu warga yang terdampak gempa bumi beberapa waktu lalu di wilayah Nusa Tenggara Barat (NTB).
 
“Saya bangga setelah melihat ratusan ribu unit rumah tahan gempa untuk masyarakat terdampak gempa sudah terbangun dengan kualitas dan kuantitas yang memuaskan. Pemerintah pusat bersama pemerintah daerah, TNI-Polri, BNPB, dan sejumlah relawan terus berusaha memberikan yang terbaik untuk masyarakat NTB,” ujar Wakil Presiden (Wapres) RI Prof (HC) Dr KH Ma’ruf Amin disela melakukan kunjungan kerja (kunker) di Mataram, NTB, Rabu (19/2/2020).
 
Didampingi sang istri Hj Wury Estu Handayani beserta rombongan, Wapres juga menyempatkan diri meninjau lokasi pembangunan rehab rekon, sekaligus bertatap muka dengan masyarakat Lingkungan Gontoran, Kelurahan Bertais, Kecamatan Sandubaya, Kota Mataram.
 
Wapres berharap semoga masyarakat terus semangat dan berjuang bersama untuk bangkit kembali menyongsong masa depan yang lebih cerah dan gemilang. Sebelumnya, Wapres juga sempat memberikan kuliah umum tentang "Penangkalan Paham Radikalisme di Kalangan Mahasiswa" di Auditorium Abu Bakar Universitas Mataram.
 
Terkait pembangunan RTG, Kepala BNPB Letjen TNI Doni Monardo menjelaskan, data total rumah rusak sebanyak 226.000 ribu unit, baik yang tergolong rumah rusak ringan, sedang maupun rusak berat. Namun dalam setahun terakhir, pemerintah bersama TNI-Polri dan para relawan berhasil membangun kembali 200 ribu unit RTG bagi warga terdampak gempa.
 
Menurutnya, hal ini bukanlah pekerjaan yang mudah dan patut diapresiasi. Dua bulan terkahir memang ada sedikit vakum dalam pembangunan, dikarenakan terkendala oleh pergantian sejumlah anggota TNI yang membantu membangun rumah untuk warga tersebut.
 
“Bulan Maret 2020 mendatang, ada seribu personel TNI yang akan dikirim ke Lombok untuk membantu membangun rumah warga. Tentunya yang ditugaskan adalah anggota TNI yang memiliki kemampuan rekonstruksi,” terang Doni Monardo.
 
Gubernur NTB Dr H Zulkieflimansyah MSc memaparkan, terkait keberadaan sebagian kecil masyarakat yang belum tersentuh, karena perubahan data akibat Pulau Lombok mengalami beberapa kali gempa susulan yang terus menerus selama tahun 2019. 
 
“Jadi, kerusakan rumah warga yang tadinya hanya rusak ringan menjadi rusak sedang, bahkan rusak berat. Untuk itu, pendataan terus dilakukan dan diperbaharui,” ujar Bang Zul, sapaan akrab Gubernur NTB.
 
Danrem 162/Wira Bhakti Kolonel Czi Ahmad Rizal Ramdhani SSos SH MHan, yang turut mendampingi dan menyambut kedatangan Wapres beserta rombongan, menambahkan, pembanguan RTG di Lingkungan Gontoran sudah mencapai 100 persen.
 
Danrem juga menjelaskan pencapaian pembangunan RTG di NTB dalam kurun waktu 1 tahun mampu mencapai 200 ribu unit RTG. Hal ini berkat kerja keras dan sinergitas TNI-Polri dengan masyrakat NTB, serta dukungan dari pemerintah pusat dan pemerintah daerah yang sangat luar biasa. 
 
Pangdam IX/Udayana Mayjen TNI Benny Susianto SIP mengapresiasi kinerja para prajurit TNI-Polri dan petugas lainnya dari sejumlah instansi, terkait pengamanan kunker Wapres RI selama 2 hari di Pulau Lombok, NTB, yang berjalan aman, tertib, dan lancar.
 
"Terima kasih kepada aparat TNI-Polri, pemerintah daerah dan seluruh instansi terkait maupun masyarakat NTB, khususnya Lombok yang telah mendukung pelaksanaan Pam VVIP, baik secara langsung maupun tidak langsung," ujar Pangdam, selaku Pangkoops Pam VVIP wilayah Bali-Nusra, Kamis (20/2/2020).
Menurut Pati bintang dua tersebut, kondisi seperti itu harus tetap dipertahankan dan ditingkatkan, sehingga siapapun yang berkunjung ke wilayah NTB akan merasa aman dan nyaman, mengingat keindahan alam wisata Lombok sangat eksotik dan indah. 
 
"Jadi, mari kita jaga kondisi yang sudah kondusif, aman dan nyaman ini dengan baik sebagai jaminan bagi wisatawan mancanegara maupun domestik untuk terus berkunjung ke wilayah dengan julukan Pulau Seribu Masjid tersebut sebagai destinasi wisata halal," kata Pangdam.