Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan.

Warga Kubusuwih dan Lampu Digigit Anjing Rabies

Bali Tribune/VAKSINASI – Petugas dari Diskes Kabupaten Bangli lakukan vaksinasi.

balitribune.co.id | Bangli - iga warga Banjar Kubusuwih, Desa Yangapi, Kecamatan Tembuku, dan 1 warga Banjar Lampu, Desa Catur, Kecamatan Kintamani, Kabupaten Bangli, menjadi korban gigitan anjing poistif rabies pada Jumat (24/11/2023). Para korban sudah mendapat penanganan medis. 

Di sisi lain Kabupaten Bangli melalui Dinas Kesehatan (Diskes) mendapat suplay VAR sebanyak 1000 vial dari Pemerintah Provinsi Bali. Kabid Keswan Dinas Pertanian Ketahanan Pangan (PKP) Bangli I Made Armana mengatakan baik kasus yang terjadi di Banjar Kubusuwih, Desa Yangapi, Tembuku dan Banjar Lampu Desa Catur, Kintamani menjadi korban gigitan anjing liar. Setelah dilakukan uji sampel terhadap dua ekor anjing liar tersebut ternyata hasilnya positif rabies.

Lanjut Made Armana sebagai bentuk tindak lanjut dari ke dua kasus tersebut, pihaknya akan melakukan emercency vaksinasi dan selektif eliminasi di seputran wilayah kasus untuk meminimalisir penyebaran kasus lebih luas. Para korban sudah dapat penanganan medis dan segera akan diberikan VAR, ungkapnya, Minggu (26/11/2023).

Made Armana menambahkan untuk jumlahkasus positif rabies di kabuaten Bangli saat ini mencapai 62 kasus yang tersebar di 4 kecamatan. Dari sembilan kabupaten/ kota di Bali, kabupaten Bangli bertengger di peringkat 6 jumlah terbanyak kasus positif rabies, jelasnya

Disinggung terkait cakupan vaksinasi rabies, menurut Armana cakupan vasinasi rabies diangka 80 persen atau semua desa di kabupaten Bangli sudah tersentuh vaksinasi rabies. ”Mudah-mudahan dengan gencar-gencarnya vaksinasi yang dilakukan akan membawa efek penurunan kasus kedepannya, kata Kabid asal Banjar Pande, Kelurahan Cempaga Bangli ini.

Disisi lain Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Diskes Bnagli, I Wayan Sudarma suplay VAR diterima dari Pemerintah Provisi Bali pada Kamis (23/11/2023). Jumlah VAR yang diterima sebanyak 1000 vial. Dalam waktu dekat VAR akan didistribusikan ke puskesmas dan rumah sakit (rabies center). Segera akan kami distribusikabn ke puskesmas dan rumah sakit, ungkapnya

Pihaknya tidak menampik jika sempat terjadi kelangkaan VAR hal ini dikarenakan terjadinya keterlambatan distribusi VAR dari produsen di luar Negeri (Francis) yang mengakibatkan proses pengadaan VAR baik di daerah maupun di pusat alami keterlambatan

Lanjut Wayan Sudrama, untuk pemberian VAR akan dilakukan secara selektif yakni mengacu standar operasional prosedur (SOP) dari Kemenkes. Pemberian VAR hanya diberikan pada pasien yang digigit hewan penyebar rabies (HPR) yang positif rabies. Jika berkaca dari jumlah kasus gigitan anjng tercatat sebanyak 5000 kasus, ternyata dari jumlah tersebut hanya 90 orang yang jadi korban gigitan anjing positif rabies. Melihat realita tersebut tentu pemberian VAR akan dilakukan lebih selektif lagi, sebutnya.

wartawan
SAM
Category

Hilirisasi Bandeng, Buleleng Bidik Pasar Dunia

balitribune.co.id I Singaraja - Para pembudidaya dan pengusaha perikanan di kawasan Buleleng Barat, Bali, kini tengah melakukan langkah transformasi besar. Tidak lagi sekedar mengandalkan ekspor benih ikan bandeng (nener), mereka kini merambah ke tahap hilirisasi melalui pembesaran bandeng kelas premium tersentral yang ditargetkan mampu menembus pasar internasional.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

Kuliner Wisata Bali Dituntut Utamakan Higienitas

balitribune.co.id I Tabanan - Keberadaan kuliner Bali di tempat-tempat wisata di Pulau Dewata sangat diperlukan wisatawan. Selain untuk mengobati rasa lapar setelah lelah mengeksplor destinasi wisata yang dikunjungi, kuliner Bali sebagai salah satu cara mengenalkan keunikan yang ada di pulau ini. Sehingga wisatawan dapat merasakan secara langsung nikmatnya kuliner Bali yang dibuat dengan bumbu-bumbu lengkap ala masyarakat Bali. 

Baca Selengkapnya icon click

TPA Peh Overload, Jembrana Wajibkan Teba

balitribune.co.id I Negara - Hingga kini persoalan penanganan sampah juga menjadi persoalan yang pelik di Jembrana. Terlebih dengan kondisi Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Peh kini kondisinya sudah semakin over kapasitas. Penanganan sampah bahkan kini justru dititikberatkan pada partisipasi aktif masyarakat hingga di pedesaan untuk mengelola mandiri sampah di lahan masing-masing.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads
Iklan icon ads
Iklan icon ads
Bagikan Berita
news

Dikeluhkan Pelaku Usaha, Dewan Badung Siap Kaji Ulang Pajak Hiburan

Lorem, ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Aliquid, reprehenderit maiores porro repellat veritatis ipsum.