Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan.

Warga Munduk Nangka Kesulitan Akses Jalan

BELUM PERBAIKAN - Salah satu ruas akses jalan di Desa Berangbang yang hingga kini belum tersentuh perbaikan karena terkedala keterbatasan anggaran.

BALI TRIBUNE - Kesulitan akses jalan masih dirasakan oleh warga di wilayah pedesaan di Jembrana. Seperti yang dialami warga di kawasan Munduk Nangka, Banjar Tangimeyeh, Desa Berangbang, Jembrana. Akses menuju objek agrowisata Munduk Nangka dan menuju ke permukiman warga sekitar belum dirabat beton, jalan tanah tersebut saat hujan sulit dilewati oleh warga. Pantauan di jalur menuju kawasan Munduk Nangka ini, akases jalan masuk hanya dirabat beton hingga di Bale Subak Pangkung Jelepung I Berangbang, sedangkan jalur ke timur menuju lokasi perawahan yang dijadikan objek wisata oleh Kelopok Sadar Wisata (Pokdarwis) Banjar Tangimeyeh masih berupa tanah yang dipadatkan. Begitupula akses jalan keselatan menuju permukiman warga masih tampak seperti jalan setapak di tengah-tengah tegalan. Untuk bisa melintas pada jalan tanah menuju pemukiman dengan lebar tiga meter ini harus ekstra hati-hati lantaran kondisi jalan yang compang-camping. Selain banyak kendaraan pengunjung yang melintasinya, juga menjadi satu-satunya akses jalan ke permukiman. Salah seorang warga Munduk Nangka I Made Astika (36) mengatakan akses jalan tanah menuju kepermukiman warga Tempek I itu merupakan jalan umum yang sudah dibuka sejak dirinya masih anak-anak. “Dulu waktu saya kecil ini lubukan (jalan setapak), tapi karena semakin banyak ada rumah warga, sekitar 20 tahun lalu dibukalah jalan ini tapi sampai sekarang kondisinya masih seperti ini,” ungkapnya.  Menurutnya, warga yang tinggal di Munduk Nangka ini merupakan warga lokal yang sudah bermukim secara turun temurun. “Di sini tidak ada pendatang, warga yang tingga disini turun menurun karena warisan dari orang tua. Saya saja dilahirkan di sini,” tuturnya. Ia mengaku saat melintasi jalan sejauh hampir satu kilometer tersebut harus ektras hati-hati, terlebih saat malam hari karena sepanjang jalan tidak ada penerangan. Bahkan saat hujan, jalan tidak bisa dilalui kendaraan. “Kalau hujan motor tidak bisa lewat karena tanah liat berlumpur dan licin. Warga titip motor dibale subak dan harus jalan kaki dan kalau harus keluar kejalan utama mending lewat kebun saja. Musim kering saja kami susah lewatnya. Mobil baru bisa masuk kalau jalan benar-benar kering,” paparnya.   Ia mengaku sudah pernah dilakukan pengukuran oleh pihak desa setempat setahun yang lalu da nada rencana dijadikan jalur melingkar. Tapi yang dirabat hanya sampai di Balai Subak saja.Warga berharap jalan ini segera bisa diperbaiki karena selain dilalui warga juga akases untuk mengakut hasil kebun warga. “Kami ingin jalan bisa seperti gang-gang diwilayah lain yang sudah dirabat sampai kepelosok-pelosk yang tidak ada warganya, tidak ada jalan seperti ini lagi. Dulu awalnya dikira semuanya dirabat tapi hanya sampai di Balai Subak padalah penting sekali untuk angkut hasil kebun yang jadi matapencaharian kami. Mungkin karena jalannya seperti ini listrik juga belum masuk kesini. Warga juga swadya beli krokol. Apalagi ada offroad jalan jadi tambah hancur,” tandasnya.  Begitupula yang diungkapkan Penjaga Objek Wisata Munduk Nangka, Putu Sumiarta. Karena kunjungan keobjek wisata munduk nangka selalu ramai bahkan hingga ratusan perhari serta setiap hari dilalui petani maupun kendaraan pengangkut ternak dan hasil sawah, pihaknya berharap akses jalan ini bisa segera diperbaiki. “Jalan ini melingkar tembus ke Banjar Pengajaran dan perbatasan Berangbang, sudah dibuka tahun 2008 tapi belum ada bantuan. Kondisisnya kalau hujan berlumpur kalau kemarau berdebu, diperparah lagi kalau ada offroad. Karena sering dilalui sehingga krama subak yang perbaiki dan sudah sering kordinasi kedesa. Kalaupun tidak ada bantuan uang, minimal akses jalannya saja yang diperbaiki, yang lain sampai kepelosok sudah dihotmik,” ungkapnya.   Perbekel Berangbang dikonfirmasi melalui ponselnya juga mengakui sampai saat ini belum semua akses jalan desa yang ada di wilayahnya bisa secara keseluruhan tersentuh rabat beton maupun pengaspalan karena keterbatasan anggaran didesa. Perbaikan jalan menurutnya dilakukan bertahap sesuai usulan masing-masing banjar. “Di banjar saya (Pengajaran  Kaler) saja masih banyak yang seperti itu, belum semua bisa kami perbaiki karena keterbatasa anggaran yang kami kelola. Sesuai Musdes disepakati anggaran dibagi perbanjar dan kami ada tujuh banjar dan diwilayah kami banyak sekali ada jalan desa. Begitu juga infrastruktur jalan itu kami laksanakan bertahap,” paparnya.  

wartawan
Putu Agus Mahendra
Category

Berwisata di Taman Hiburan Indoor Alternatif Hindari Cuaca Panas

balitribune.co.id I Badung - Wisatawan yang berlibur di Bali saat momen libur sekolah disuguhkan berbagai aktivitas wisata seperti berwisata di taman hiburan indoor atau di dalam ruangan maupun di luar ruangan. Aktivitas wisata yang bervariasi ini membuat Pulau Dewata kerap menjadi destinasi yang dikunjungi wisatawan domestik maupun mancanegara pada libur sekolah. 

Baca Selengkapnya icon click

Tampilkan Perjalanan Bima Sarat Makna Pengabdian, “Angkus Prana” Duta Kabupaten Badung Menggetarkan PKB 2026

balitribune.co.id I Denpasar - Sanggar Tari dan Tabuh Prabha Semara Jaya tampil memukau dalam Rekasadana (Pergelaran) Kesenian Tradisional Pesta Kesenian Bali (PKB) 2026. Duta Kabupaten Badung asal Kelurahan Sempidi, Kecamatan Mengwi ini mengangkat lakon “Angkus Prana” mampu tampil spektakuler di Kalangan Ayodya, Taman Budaya Art Center, Denpasar, Sabtu (27/6/2026).

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

70 Seniman Duta Badung Hidupkan Palegongan Klasik dan Kreasi di PKB 2026

balitribune.co.id I Denpasar - Sebanyak 70 seniman dari Sanggar Seni Dharmawangsa, Banjar Sedang Kelod, Desa Sedang, Kecamatan Abiansemal, menampilkan empat garapan Palegongan dalam Utsawa (Parade) Palegongan Klasik Khas sebagai Duta Kabupaten Badung pada rangkaian Pesta Kesenian Bali (PKB) XLVIII Tahun 2026, Minggu (28/6/2026) di Gedung Ksirarnawa, Art Centre, Denpasar.

Baca Selengkapnya icon click

Aliansi Mahasiswa Cipayung Plus Geruduk DPRD Buleleng

balitribune.co.id I Singaraja - Aliansi Mahasiswa Cipayung Plus Buleleng menggelar aksi damai bertajuk "Buleleng Memanggil" di depan Gedung DPRD Kabupaten Buleleng, Senin (29/6/2026). Aksi yang diikuti mahasiswa dari HMI Cabang Singaraja, PC PMII Buleleng, dan PC IMM Buleleng tersebut membawa sejumlah tuntutan terkait berbagai persoalan nasional maupun daerah yang dinilai berdampak langsung terhadap masyarakat Buleleng.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

Realisasi Pendapatan Hingga Pembiayaan Daerah Tahun 2025 Tak Penuhi Target

balitribune.co.id I Bangli - Rapat Paripurna DPRD Bangli dengan agenda Penyampaian Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) Kabupaten Bangli tentang Laporan Pertanggungjawaban (LPJ) Bupati atas Pelaksanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) tahun anggaran 2025, dilaksanakan pada Senin (29/6/2026).

Baca Selengkapnya icon click

Sejumlah SMA Negeri di Klungkung Sepi Peminat, Suwirta Perjuangkan SMA Plus Pariwisata

balitribune.co.id I Semarapura - Sepinya minat siswa masuk di beberapa sekolah SMA Negeri di Klungkung mengundang keprihatinan Ketua Komisi IV DPRD Provinsi Bali, I Nyoman Suwirta. Untuk itu dia  berkomitmen memperjuangkan hadirnya program SMA Plus Pariwisata di Kabupaten Klungkung sebagai salah satu solusi meningkatkan daya saing sekolah menengah atas negeri yang saat ini mengalami penurunan jumlah peserta didik.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads
Bagikan Berita
news

Dikeluhkan Pelaku Usaha, Dewan Badung Siap Kaji Ulang Pajak Hiburan

Lorem, ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Aliquid, reprehenderit maiores porro repellat veritatis ipsum.