Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan.

Warga Seputar Galian C Tangkas Nekat

LIAR - Kawasan galian C yang kini marak penambang pasir liar.

BALI TRIBUNE - Adanya ulah penambang pasir liar yang masih membandel beroperasi  di kawasan eks galian C Tangkas, Klungkung mengundang keprihatinan Satpol PP Klungkung sebagai institusi Tim Yustisi. Faktanya, walaupun telah dilarang, warga setempat tetap nekat menambang pasir di muara Sungai Unda tersebut. Bahkan beberapa hari lalu, ada beberapa oknum warga yang nekat menghalang-halangi petugas Satpol PP ketika hendak memasang portal beton di beberapa titik di kawasan eks galian C tersebut. Kasatpol PP Klungkung, I Putu Suarta menjelaskan, beberapa hari lalu petugas Satpol PP Klungkung hendak memasang portal beton di beberapa pintu masuk menuju eks galian C. Pemasangan portal beton ini rencananya akan dipasang di 4 titik, yakni di kawasan Gelgel, Dukuh, dan dua titik di wilayah Desa Tangkas. Tepatnya di sisi utara dan selatan jembatan. Tujuan dari pemasangan portal beton ini, agar truk para penambang pasir liar ini tidak dapat masuk ke kawasan eks galian C. "Ini upaya kita agar para penambang pasir liar itu tidak membandel. Kita udah berkali-kali memberi peringatan," jelas Putu Suarta dihubungi Kamis (18/10).  Namun masalah terjadi ketika pemasangan portal dilakukan di Desa Tangkas. Beberapa penduduk lokal berusaha menghalangi petugas Satpol PP. Padahal sudah jelas dilarang untuk menambang pasir di eks galian C. "Warga yang menghalangi petugas kami itu warga lokal. Mereka biasa menjual pasir itu," jelas Suarta. Guna menghindari ketegangan antara warga dan petugas Satpol PP yang sedang menjalankan tugas, Perbekel Desa Tangkas I Wayan Tilem memohon waktu agar pemasangan portal ditunda terlebih dahulu. Ia meminta waktu untuk melakukan mediasi dengan warga, terkait pemasangan portal itu. Sementara Kepala Desa Tangkas, I Wayan Tilem ketika dikonfirmasi, kemarin mengaku sudah melakukan perundingan dengan warga yang sempat menghalang-halangi petugas Satpol PP untuk memasang portal. Namun demikian, warga ngotot untuk tetap meminta agar truk bisa masuk ke eks galian C.   " Mereka mencari pasir untuk dijual. Kami sudah berusaha melakukan pendekatan, tapi warga masih ngotot agar truk bisa masuk," keluhnya. Jika tidak berhasil melakukan pendekatan, pihak desa pun akan mempersilakan Satpol PP untuk memasang portal di eks Galian C.  Sementara itu di lain  pihak Perbekel  Desa Tangkas I Wayan Tilem, mengaku merasa serba salah dan  terjepit dengan persoalan penambang pasir liar di eks galian C. Di satu sisi, ia mendapatkan penolakan dari warganya untuk memasang portal di eks galian C. Di satu sisi, pemerintah telah melarang adanya aktivitas penambangan pasir di eks galian C.  "Saya serba kejepit. Satu sisi saya harus menanggapi permintaan warga, satu sisi pemerintah telah melarang aktivitas penambangan liar ini," jelas Wayan Tilem.

wartawan
Ketut Sugiana
Category

Terpukau Goyangan Artis saat Konser Festival Semarapura, Warga Tak Sadar Tas Gendong Dirobek Begal

balitribune.co.id I Semarapura - Nasib kurang beruntung dialami Ketut Gde Bagus Putra Pande Dwiyasa (19) asal Dusun Pangi Kawan, Desa Pikat  Kecamatan Dawan, Kabupaten Klungkung saat menyaksikan konser Festival Semarapura, Jumat (1/5/2026) malam. 

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

Piodalan di Pura Samuantiga, Krama Istri Bergilir Kelola Sampah

balitribune.co.id I Gianyar - Tidak hanya dalam urusan kelengkapan upacara,  krama istri pengempon pura Samuantiga, Bedulu, Blahbatuh, juga berperan aktif dalam pengolaan sampah. Terlebih, peningkatan volume sampah upacara  dalam pelaksanaan  Piodalan di Pura Kahyangan ini sangat signifikan.  Inovasi  panitia melibatkan  krama istri dan juga siswa pun menjadikan kawasan Pura tetap bersih.

Baca Selengkapnya icon click

Warga Kemenuh Keluhkan Pembakaran Sampah di Lahan Perusahaan

balitribune.co.id I Gianyar - Awalnya hanya dimanfaatkan sebagai tempat pembuangan material bangunan. Namun, dalam beberapa hari terakhir, malah ada aktivitas pembakaran sampah anorganik. Warga Banjar Tegenungan, Kemenuh, Sukawati, pun terusik hingga akhirnya Kelian Banjar, Pecalang didampingi Banbinkantibmas datang ke lokasi dan menghentikan pembakaran itu, Senin (4/5/2026).

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

Pemkab Badung Catat Ada 45,43 Hektare Kawasan Kumuh di Kuta

balitribune.co.id I Mangupura - Pemerintah Kabupaten Badung mencatat masih adanya kawasan kumuh seluas 45,43 hektare di wilayahnya, termasuk di pusat pariwisata Kuta yang dikenal sebagai destinasi wisata internasional.

Data tersebut tertuang dalam Surat Keputusan (SK) Bupati Badung Nomor 39/0421/HK/2025 tertanggal 7 November 2025 tentang penetapan lokasi perumahan kumuh dan permukiman kumuh di Kabupaten Badung.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads
Bagikan Berita
news

Dikeluhkan Pelaku Usaha, Dewan Badung Siap Kaji Ulang Pajak Hiburan

Lorem, ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Aliquid, reprehenderit maiores porro repellat veritatis ipsum.