Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan.

Waspada, Banyak Wanita Palsukan Orgasme

kesehatan
Bali Tribune

KETIKA melakukan hubungan intim bersama pasangan, tujuan utama selain menjalin ikatan cinta pasti adalah mendapatkan kepuasan seksual, tapi tak jarang wanita justru memalsukan orgasme-nya ketika bercinta.

Hal ini tak wajar terjadi, karena sebagai pasangan suami istri, bercinta seharusnya menjadi momen menyenangkan yang mampu membangun kemesraan, sehingga kedua belah pihak terpuaskan. Jadi, apa alasan beberapa wanita justru memalsukan klimaks saat bercinta?

Para peneliti mengulas hal ini dan mencari tahu apa alasannya. Ternyata, sebuah penelitian kecil yang dipresentasikan dalam seminar tahunan “British Psychological Society’s Psychology of Women” menemukan bahwa beberapa wanita sengaja membuat orgasme bohongan untuk mempercepat waktu bercinta yang tak diinginkan.

“Bercinta yang tak diinginkan” di sini bisa diartikan bercinta karena paksaan, karena tak ada niatan ingin bercinta dari pihak wanita. Para peneliti bertanya pada 15 wanita antara usia 19-28 tahun yang aktif secara seksual paling tidak selama satu tahun belakangan untuk menceritakan pengalaman seks yang mereka alami dan mengapa berpura-pura orgasme.

Kebanyakan wanita menceritakan bahwa mereka melakukan hubungan saat mereka sedang tidak ingin melakukan hubungan seksual atau tak ada gairah untuk bercinta. Terkadang alasannya adalah karena mereka memang tak mendapatkan kepuasan seksual seperti yang mereka inginkan dari pasangan, sehingga harus memalsukan orgasme.

Inilah mengapa seharusnya bercinta pun perlu dikoordinasikan atau dibicarakan bersama lebih dulu dengan pasangan. Ketika istri memang sedang tak ingin bercinta, sebaiknya suami pun bisa memahami, dan bukan berarti suami bisa minta sesuka mereka karena sudah halal.

Karena memaksakan kehendak tidak akan jadi jalan yang baik untuk hubungan cinta dan rumah tangga. Jika pria dan wanita saling setuju untuk bercinta, itu akan jauh lebih baik daripada melakukan seks yang dipaksakan.

wartawan
redaksi
Category

Ornamen Nuansa Khas Ramadan dan Nyepi Sambut Wisatawan Mendarat di Bali

balitribune.co.id I Kuta - Thematic Event berupa pawai Ogoh-Ogoh dan parade Idul Fitri menyambut para penumpang atau wisatawan yang mendarat di Bali melalui Bandara I Gusti Ngurah Rai. Hal itu dihadirkan pengelola bandara untuk semakin memperkuat suasana Hari Suci Nyepi dan Idul Fitri di Bandara I Gusti Ngurah Rai Bali. 

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

Nyepi, Idul Fitri, dan Moderasi Beragama

balitribune.co.id | Gubernur Bali, Wayan Koster (Pak Koster), mengonfirmasi bahwa kesepakatan tokoh lintas agama terkait pengaturan kegiatan keagamaan pada momen perayaan hari besar dua agama, yakni Hindu dan Islam, yang pada tahun 2026 ini akan dirayakan hampir secara bersamaan, Hari Raya Nyepi Tahun Caka 1948 jatuh pada tanggal 19 Maret 2026 dan Hari Raya Idul Fitri 1447 H jatuh pada tanggal antara 20 atau 21 Maret 2026, bisa dijalankan dengan memperh

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads
Iklan icon ads
Iklan icon ads
Bagikan Berita
news

Dikeluhkan Pelaku Usaha, Dewan Badung Siap Kaji Ulang Pajak Hiburan

Lorem, ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Aliquid, reprehenderit maiores porro repellat veritatis ipsum.