Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan.

Yakin Memberikan Peluang Bangkitnya Ekonomi Bali, Pelaku Pariwisata Setujui Usulan Program FCC

Bali Tribune / PROTOKOL KESEHATAN - Tari kecak dengan menerapkan protokol kesehatan disiapkan menyambut wisatawan yang datang ke Bali jika pandemi sudah dapat diatasi

balitribune.co.id | DenpasarKonsep Free Covid-19 Corridor (FCC) segera akan diterapkan di Bali sebagai salah satu upaya mendatangkan wisatawan mancanegara (wisman). Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Sandiaga Salahuddin Unomengatakan dalam upaya mendatangkan kembali wisatawan mancanegara ke Pulau Dewata pihaknya akan mengkaji konsep Free Covid-19 Corridor pada masa pandemi ini untuk diterapkan di Bali. 

Konsep tersebut akan mengizinkan warga negara asing datang ke Bali dengan syarat sudah divaksin di negara asalnya. Kemudian begitu tiba di Bali harus melakukan rapid test antigen untuk memastikan wisman tersebut bebas dari Covid-19. "Konsep itu sudah diterapkan di Kabupaten Morowali Provinsi Sulawesi Tengah," ucapnya di Denpasar beberapa waktu lalu.

Kata dia, dalam sebulan ada sebanyak 5.000 tenaga kerja asing yang sudah divaksin masuk ke daerah tersebut. Diharapkan konsep Free Covid-19 Corridor dapat menjadi motivasi untuk kebangkitan ekonomi pariwisata Bali.

Pihaknya menjelaskan, FCC merupakan salah satu di antara tiga upaya yang diusulkan dalam rapat tertutup pembahasan penyelamatan pariwisata dan ekonomi kreatif di Bali. Dua upaya lainnya adalah adanya program pinjaman lunak sebesar Rp 9,9 triliun sebagai bagian dari pemulihan ekonomi nasional untuk membangkitkan lokomotif pariwisata Bali. 

"Untuk program vaksin afirmasi dimana Bali diprioritaskan mendapatkan alokasi vaksin Covid-19," katanya. Sehingga diharapkan dapat membantu Bali bertahan dan menyiapkan kebangkitan ekonomi di pulau ini. 

Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Provinsi Bali, Made Ariandi juga telah memberikan masukan kepada Menteri Sandiaga dalam hal program pemulihan ekonomi daerah khususnya bidang pariwisata yang menjadi lokomotif perekonomian di Bali. 

“Kami di Bali berharap pemerintah pusat melalui Kemenparekraf dapat segera menetapkan actionable program berdasar diskusi dan rapat-rapat yang telah berjalan sejak tahun lalu. Pemulihan ini tidak bisa sekaligus, kami sadari memang harus bertahap. Maka kami harap program jangka pendek yang actionable ini harus segera diluncurkan," ucapnya. 

Misalnya alternatif stimulus bagi Bali dari kalangan investasi seperti apa, karena Bali butuh bantuan dana yang besar. Pemerintah bisa mendorong para investor agar membantu pendanaan selain dari pemerintah sendiri. Selanjutnya terkait program vaksin mandiri atau vaksin gotong-royong yang mesti mendapat prioritas untuk membangun kepercayaan pasar baik domestik maupun internasional sesuai arahan Ketum Kadin Indonesia. 

Sementara teknis pelaksanaan vaksin gotong-royong dan vaksin mandiri masih digodok oleh Kadin Indonesia Pusat. Kata dia, melalui dana recovery sektor pariwisata yang diarahkan ke vaksin dengan target 1,2 juta pekerja di sektor pariwisata akan mampu menumbuhkan dan membangkitkan kepercayaan publik terhadap Bali. 

Sementara itu pelaku pariwisata Bali, Made Ramia Adnyana menyatakan setuju terhadap program FCC, karena bisa memberikan peluang untuk bangkitnya kembali pariwisata Bali. Pasalnya pariwisata Bali telah mati suri sejak Maret 2020 lalu. Ia berharap pemerintah agar memastikan langkah-langkah konkrit yang berdampak secepatnya secara bertahap. 

Pengetatan pengunjung ke Bali sudah melalui audit protokol kesehatan berbasis CHSE (kebersihan, kesehatan, keselamatan dan lingkungan) terhadap ribuan tempat usaha. Namun akhirnya ada PPKM yang  berpengaruh terhadap upaya pelaku pariwisata Bali dalam membangun kepercayaan pada wisatawan. "Kami sangat mendukung dan setuju dengan konsep Pemprov Bali dengan Masyarakat Produktif Aman Covid (MPAC), Pemerintah Pusat harus mendukung hal tersebut juga dengan menyerap dan mempermudah akses-akses yang dibutuhkan Bali, agar kami tetap bisa bertahan ditengah badai Covid-19 yang maha dahsyat," kata Ramia. 

Di industri pariwisata Bali sendiri, pandemi ini berdampak pada hampir 75 ribu tenaga kerja yang telah dirumahkan dan bahkan tanpa gaji sesuai data September 2020 lalu. Jumlah yang kehilangan pekerjaan ditakutkan akan terus meningkat seiring melambatnya kebangkitan ekonomi karena kasus yang terinfeksi Covid-19 kian bertambah dan adanya pembatasan kegiatan masyarakat.

wartawan
Ayu Eka Agustini
Iklan icon ads
Iklan icon ads

Sebut Pansus TRAP DPRD Bali 'Lucu', Perbekel Pancasari Tegaskan Desa Tak Punya Kewenangan Backing Bali Handara

balitribune.co.id | Singaraja - Kepala Desa (Perbekel) Desa Pancasari, Sukasada, Buleleng, Wayan Komiarsa, mengaku kecewa terhadap proses Rapat Dengar Pendapat (RDP) yang digelar oleh Panitia Khusus Tata Ruang, Aset, dan Perizinan (Pansus TRAP) DPRD Bali, pada Rabu (4/2/2026) lalu. Ia menilai aspirasi dan data riil dari pihak desa terkait persoalan banjir di wilayahnya tidak diberikan ruang yang cukup untuk dipaparkan.

Baca Selengkapnya icon click

Pesan Gubernur Bali di Rakor P4GN 2026, Penanganan Narkoba Harus Serius dan Terpadu

balitribune.co.id | Denpasar - Pemerintah Provinsi Bali menegaskan komitmen serius dalam pencegahan, pemberantasan, penyalahgunaan, dan peredaran gelap narkotika (P4GN) melalui Rapat Koordinasi P4GN Provinsi Bali Tahun 2026 yang digelar di Gedung Wiswa Sabha Utama, Kantor Gubernur Bali, Kamis (5/2).

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

Perkuat Ketahanan Pangan, Bupati Adi Arnawa Dorong Kolaborasi Perumda MGS dan Food Station Jakarta

balitribune.co.id | Mangupura - Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa, selaku Kuasa Pemilik Modal, menghadiri penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) antara Perumda Pasar dan Pangan Mangu Giri Sedana (MGS) dengan BUMD Jakarta, PT Food Station Tjipinang Jaya. Kerja sama ini difokuskan pada penyediaan beras, pemanfaatan sarana produksi, serta pengembangan bisnis pangan di Kabupaten Badung.

Baca Selengkapnya icon click

Pemkot Denpasar Siap Support Perhelatan Sanur Bali International Half Marathon

balitribune.co.id | Denpasar - Perhelatan Sanur Bali International Half Marathon 2026 siap digelar Minggu, 8 Februari mendatang. Pemerintah Kota Denpasar, menyambut baik perhelatan akbar yang diperkirakan akan diikuti lebih dari 5 ribu pelari domestik maupun internasional itu.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads
Bagikan Berita
news

Dikeluhkan Pelaku Usaha, Dewan Badung Siap Kaji Ulang Pajak Hiburan

Lorem, ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Aliquid, reprehenderit maiores porro repellat veritatis ipsum.