Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan.

BVC 2026 Diharapkan Mampu Mendukung Penataan Akomodasi Khususnya Vila di Badung

adnyana
Bali Tribune / I Kadek Adnyana

balitribune.co.id | Badung - Bali Villa Rental and Management Association (BVRMA) memperkuat sinergi antara pemerintah daerah dan pelaku industri vila Bali melalui Bali Villa Connect (BVC) 2026. BVC 2026 hadir sebagai platform kolaboratif yang mempertemukan pemerintah, villa operator, villa rental dan management, travel agent, penyedia teknologi pemasaran, UMKM lokal, hingga berbagai stakeholder pendukung industri pariwisata dalam satu ekosistem yang terintegrasi.

Ketua Umum BVRMA, I Kadek Adnyana mengatakan, BVC 2026 dirancang sebagai ruang strategis untuk memperkuat networking industri, berbagi wawasan, mendorong inovasi, serta membangun standar tata kelola akomodasi villa yang lebih profesional, berkualitas, dan berkelanjutan. "Melalui forum ini, seluruh pemangku kepentingan diajak untuk bersama-sama membangun masa depan pariwisata Bali yang tidak hanya memberikan multiplier effect bagi perekonomian masyarakat lokal, tetapi juga menjaga kelestarian adat, budaya, seni, serta keseimbangan lingkungan sebagai fondasi utama pariwisata Bali," jelasnya di Badung, Selasa (26/5).

Selain menjadi ajang konektivitas industri, BVC 2026 juga diharapkan mampu menjadi katalis dalam mendukung penataan akomodasi khususnya vila di Kabupaten Badung agar lebih tertib, legal, profesional, dan berorientasi pada quality tourism.

Berbagai isu strategis yang menjadi perhatian bersama antara lain penertiban vila ilegal, pengendalian alih fungsi lahan LSD, pengelolaan limbah dan sampah, kemacetan, hingga penguatan regulasi dan tata kelola pariwisata yang berkelanjutan.

Bupati Badung, I Wayan Adi Arnawa, menilai kegiatan ini sejalan dengan program pemerintah daerah dalam penertiban akomodasi ilegal, optimalisasi penerimaan pajak daerah, serta pembangunan infrastruktur penunjang pariwisata berkualitas di Kabupaten Badung.

Pentingnya sinergi antara pemerintah daerah, Dinas Pariwisata Kabupaten Badung, asosiasi, serta pelaku industri dalam menjembatani berbagai tantangan sektor pariwisata yang berkembang saat ini. Salah satu langkah strategis yang tengah dilakukan pemerintah adalah kerja sama dengan berbagai OTA (Online Travel Agent) untuk memperkuat pendataan akomodasi secara lebih akurat dan terintegrasi.

“Saat ini terdapat sekitar 12.000 akomodasi resmi yang terdata di Kabupaten Badung, namun masih terdapat banyak akomodasi yang belum memenuhi legalitas. Karena itu, kami mendorong seluruh pelaku usaha untuk memenuhi kewajiban administrasi dan perpajakan minimal memiliki NPWPD. Kebijakan yang tepat hanya dapat dihasilkan melalui data yang akurat,” ujar Bupati Badung.

Melalui semangat kolaborasi, kepedulian, dan komitmen bersama antara pemerintah dan pelaku industri, BVC 2026 diharapkan menjadi langkah nyata dalam membangun ekosistem pariwisata Bali yang sehat, berkualitas, berdaya saing global, serta berkelanjutan bagi generasi masa depan.

wartawan
YUE
Category
Iklan icon ads
Iklan icon ads

Lomba Gong Kebyar Anak-Anak, Seniman Cilik Jembrana Adu Kreativitas

balitribune.co.id I Negara - Denting gamelan berpadu dengan gerak tari memenuhi panggung Arda Candra Pura Jagatnatha, Negara, sepanjang 16–19 Agustus 2026. 

Para seniman cilik dari lima kecamatan di Kabupaten Jembrana bergantian menunjukkan kemampuan dalam Lomba Gong Kebyar Anak-Anak yang digelar untuk memeriahkan HUT ke-131 Kota Negara  sekaligus HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

Lomba Kreasi Pangan Lokal Buleleng Jadi Ajang Inovasi dan Penguatan Ekonomi

balitribune.co.id I Singaraja - Pemerintah Kabupaten Buleleng mendorong pemanfaatan pangan lokal melalui Lomba Kreasi Pangan Lokal 2026 yang digelar di lapangan parkir timur Kantor Bupati Buleleng, Kamis (20/8/2026). Kegiatan dalam rangkaian Buleleng Festival (Bulfest) ini diikuti 18 peserta dari pelaku usaha kuliner serta pelajar SMA/SMK jurusan tata boga.

Baca Selengkapnya icon click

Mesin Pirolisis Molor Beroperasi karena Teknisi Asing Belum Datang

balitribune.co.id I Semarapura  - Mesin olah sampah berteknologi pirolisis di TOSS (Tempat Olah Sampah Setempat) Centre di Dusun Karangdadi, Desa Kusamba tidak kunjung beroperasi. 

Hal ini lantaran harus menunggu teknisi ahli dari luar negeri, sebelum nantinya mesin tersebut diuji coba dan dioperasikan. Sementara sampah residu yang tidak bisa diolah, saat ini kian menumpuk di TOSS Centre.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads
Bagikan Berita
news

Dikeluhkan Pelaku Usaha, Dewan Badung Siap Kaji Ulang Pajak Hiburan

Lorem, ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Aliquid, reprehenderit maiores porro repellat veritatis ipsum.