balitribune.co.id I Bangli - Pemerintah memberikan pengurangan masa pidana (remisi) bagi 891 narapidana di Lembaga Pemasyarakatan Narkotika (Lapastik) Kelas II A Bangli dalam rangka HUT ke-81 RI.
Penyerahan remisi dipusatkan di alun-alun Bangli usai pelaksanaan HUT ke-81 RI, Senin (17/8/2026). Remisi diserahkan secara simbolik oleh Bupati Bangli Sang Nyoman Sedana Arta.
Kepala Lembaga Pemasyarakatan (Kalapas) Narkotika Kelas II A Bangli, Dody Naksabari mengatakan jumlah warga binaan (WBP) di Lapastik Bangli sebanyak 1194.
"Dari jumlah tersebut sebanyak 891 warga binaan menerima remisi dan yang tidak mendapat remisi sebanyak 303 warga binaan karena belum memenuhi syarat," ujar Dody Naksabari.
Dijelaskan, terkait besaran remisi yang diterima WBP bervariasi kisaran 1-6 bulan. Pemberian remisi oleh pemerintah kepada WBP tidak cuma-cuma dan tidak mudah namun melalui persyaratan yang ketat salah satunya berkelakuan baik saat menjalani masa pidana.
“Kalau mereka masih dengan eskalasi tinggi tidak mungkin dapat remisi,” jelas Dody Naskabari.
Kata Dody Naksabari, pemberian remisi merupakan bentuk kehadiran pemerintah dalam memfasilitasi bagaimana nanti warga binaan khususnya yang ada di kabupaten Bangli mereka kembali ke masyarakat dan bisa diterima oleh masyarakat.
Selain kepada warga binaan di Lembaga Pemasyarakatan Narkotika (Lapastik) Kelas II A Bangli, remisi juga diberikan kepada warga binaan di di Rumah Tahanan Negara (Rutan) Klas II B Bangli. Jumlah warga binaan yang menrima remisi yakni sebanyak 98 orang.
Kepala Rumah Tahanan (Rutan) Klas II B Bangli, Resnu Parada Andhika, mengatakan untuk jumlah WBP di Rutan Bangli sebanyak 156 orang dan sebanyak 98 WBP yang mendapat remisi. Sedangkan untuk 58 orang yang tidak mendapat remisi karena WBP belum memenuhi persyaratan. “Mereka yang tidak diusulkan mendapat remisi karena masih berstatus tahanan dan belum menjalani masa pidana 6 bulan,” ungkapnya.
Pihaknya berharap, kedepannya peran pemerintah untuk Lapas dan Rutan terkait kegiatan-kegiatan positif bagi WBP ada semacam kolaborasi, sehingga pembinaan bagi WBP dapat ditingkatkan.