Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan.

Distribusi Beras ke Food Station Belum Terealisasi, Perumda MGS Masih Andalkan Pasar Lokal

pantau mesin penggilingan beras
Bali Tribune / PENGGILING PADI - Bupati Adi Arnawa menghadiri penandatanganan MoU antara Perumda Pasar dan Pangan MGS dengan BUMD Jakarta, serta meninjau mesin penggiling padi di Kantor Unit Pengelolaan Pangan Perumda Pasar dan Pangan MGS. (DOK)

balitribune.co.id I Mangupura - Kerja sama antara Perumda Pasar dan Pangan Mangu Giri Sedana (MGS) Badung dengan Food Station Tjipinang Jaya yang diharapkan memperkuat ketahanan pangan, hingga kini belum terealisasi dalam bentuk distribusi beras.

Direktur Utama Perumda MGS, Kompiang Gede Pasek Wedha, Selasa (5/5/2026) mengakui bahwa sejak penandatanganan nota kesepahaman pada Februari lalu, belum ada penyaluran beras ke pihak Food Station. Saat ini, pemasaran beras masih difokuskan di luar skema kerja sama tersebut.

Menurutnya, meski belum masuk ke jaringan Food Station, penyerapan beras di tingkat lokal mulai menunjukkan perkembangan. Sejak pertengahan April, volume beras yang terserap tercatat mencapai 45,9 ton, yang berasal dari sejumlah pedagang di wilayah Badung. Namun angka tersebut masih jauh dari target bulanan sebesar 200 ton.

Kerja sama antara kedua BUMD ini sejatinya mencakup penyediaan beras, pemanfaatan sarana produksi, hingga pengembangan usaha pangan. Kolaborasi tersebut diharapkan dapat memperkuat rantai distribusi serta menjaga stabilitas harga pangan di daerah.

Bupati Badung, Wayan Adi Arnawa, sebelumnya menyambut positif langkah tersebut. Ia menilai sinergi antar-BUMD menjadi strategi penting dalam menjaga ketersediaan pangan sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani.

Ia juga mendorong Perumda MGS untuk berkolaborasi dengan Dinas Pertanian dan Pangan dalam memberikan informasi kepada petani terkait komoditas yang dibutuhkan pasar. Dengan begitu, produksi pertanian dapat lebih tepat sasaran dan mendukung pengendalian inflasi daerah.

Sementara itu, pihak Perumda MGS menilai kerja sama ini sebagai langkah awal menuju penguatan ketahanan pangan lintas daerah. Ke depan, kolaborasi tidak hanya difokuskan pada komoditas beras, tetapi juga berpotensi diperluas ke produk pangan lainnya seperti minyak, gula, dan susu. 

wartawan
ANA
Category

Pertalite Langka di Tabanan, Pengendara Terpaksa Beralih ke Pertamax

balitribune.co.id I Tabanan – Kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) jenis Pertalite di wilayah Kota Tabanan dan sekitarnya memaksa para pengendara beralih membeli Pertamax yang berharga lebih mahal.

Kelangkaan ini dipicu oleh tersendatnya pasokan pengiriman bahan bakar bersubsidi tersebut ke sejumlah stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) sejak beberapa hari terakhir.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

Minim Kontribusi ke PAD, DPRD Tabanan Soroti Suntikan Modal pada Perumda Sanjayaning Singasana

balitribune.co.id I Tabanan – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Tabanan menyoroti secara tajam rencana suntikan modal daerah bagi Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Sanjayaning Singasana yang dinilai masih minim memberikan kontribusi bagi Pendapatan Asli Daerah (PAD).

Evaluasi kritis itu muncul dalam Rapat Kerja Badan Pembentukan Peraturan Daerah (Bapemperda) di Kantor DPRD Tabanan pada Kamis (27/8/2026).

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

Cegah Stunting Lewat Sinergi Ketahanan Pangan dan Dashat

balitribune.co.id | Denpasar - Upaya pencegahan stunting berbasis keluarga terus diperkuat melalui sinergi ketahanan pangan keluarga, Dapur Sehat Atasi Stunting (Dashat), keamanan pangan, serta pengelolaan sampah berbasis sumber. Hal tersebut diwujudkan melalui kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang dilaksanakan Tim Poltekkes Kemenkes Denpasar di Desa Kesiman Kertalangu, Kecamatan Denpasar Timur, sepanjang Juli hingga September 2026.

Baca Selengkapnya icon click

Cetak Desainer Muda, BI Bali Dorong Wastra Lokal Go Global

balitribune.co.id I Denpasar - Masa depan wastra Bali tidak hanya ditentukan oleh kemampuan mempertahankan warisan budaya, tetapi juga keberanian generasi muda untuk mengolahnya menjadi karya yang relevan dengan perkembangan zaman. 

Dari tangan para desainer muda, kain tradisional tidak sekadar menjadi simbol budaya, tetapi dapat berkembang menjadi produk fesyen bernilai ekonomi dan mampu menembus pasar global.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads
Bagikan Berita
news

Dikeluhkan Pelaku Usaha, Dewan Badung Siap Kaji Ulang Pajak Hiburan

Lorem, ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Aliquid, reprehenderit maiores porro repellat veritatis ipsum.