Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan.

Kiriman Sampah ke TPA Landih Berkurang 3 Ton Perhari

DLH Bangli
Bali Tribune / Kadis DLH Bangli Putu Ganda Wijaya.

balitribune.co.id I Bangli - Pascaditerapkan mekanisme pengelolaan sampah berbasis sumber oleh Pemkab Bangli, berimbas positif yakni dibarengi dengan  penurunan pengiriman sampah  ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Landih. Penurunan pengiriman sampah mencapai 3 ton perhari.

Kepala DLH Bangli, I Putu Ganda Wijaya, mengatakan sebelum penerapan pengelolaan sampah berbasis sumber  jumlah sampah yang di krim  ke TPA Landih mencapai sekitar 74 ton per hari. Kini menjadi sekitar 71 ton dengan kondisi sampah masih tercampur sampah organik, anorganik dan residu. "Data  dari petugas kami di TPA menunjukan pasca penerapan pengelolaan sampah  berbasis sumber terjadi sampah yang dikirim ke TPA mencapai 3 ton per hari," jelas Putu Ganda Wijaya. 

Mantan Kepala Bappeda Bangli ini  mengatakan penurunan  volume sampah ini tidak lepas dari  berbagai metode pengelolaan di tingkat sumber, seperti pemanfaatan teba modern, penggunaan komposter, serta kerja sama dengan pihak ketiga. Kebijakan ini mulai terlihat efektif sejak November 2025. DLH Bangli pun menargetkan penerapan sistem pengelolaan sampah yang lebih terarah ke depan, sesuai amanat Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2008 tentang pengelolaan sampah.

Dalam aturan  tersebut, TPA diarahkan hanya untuk mengelola sampah residu dengan metode controlled landfill. Sementara itu, sampah organik dan anorganik diharapkan dapat diselesaikan di tingkat sumber. "Target kami pada Agustus tahun ini Bangli sudah menerapkan sistem  controlled landfill," ujarnya, Selasa (14/4/2026).

Adapun controlled landfill adalah metode pengelolaan TPA  yakni sampah diratakan dipadatkan dengan alat berat dan ditutup dengan lapisan tanah secara berkala. "Metode ini bertujuan mengurangi bau, lalat  dan gas metana," sebut Ganda Wijaya. 

Namun demikian controlled landfill tidak akan maksimal jika sampah didominasi organik dan anorganik. Oleh karena itu, sosialisasi pengelolaan sampah berbasis sumber harus digencarkan. Pihaknya telah  membentuk tim komunikasi, informasi, dan edukasi yang melibatkan berbagai unsur. Tim ini terdiri dari internal DLH, tokoh masyarakat, hingga pemerhati pariwisata  turun langsung ke lapangan untuk memberikan pemahaman kepada masyarakat terkait pentingnya memilah dan mengolah sampah sejak dari sumbernya. 

wartawan
SAM
Category

Pertalite Langka di Tabanan, Pengendara Terpaksa Beralih ke Pertamax

balitribune.co.id I Tabanan – Kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) jenis Pertalite di wilayah Kota Tabanan dan sekitarnya memaksa para pengendara beralih membeli Pertamax yang berharga lebih mahal.

Kelangkaan ini dipicu oleh tersendatnya pasokan pengiriman bahan bakar bersubsidi tersebut ke sejumlah stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) sejak beberapa hari terakhir.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

Minim Kontribusi ke PAD, DPRD Tabanan Soroti Suntikan Modal pada Perumda Sanjayaning Singasana

balitribune.co.id I Tabanan – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Tabanan menyoroti secara tajam rencana suntikan modal daerah bagi Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Sanjayaning Singasana yang dinilai masih minim memberikan kontribusi bagi Pendapatan Asli Daerah (PAD).

Evaluasi kritis itu muncul dalam Rapat Kerja Badan Pembentukan Peraturan Daerah (Bapemperda) di Kantor DPRD Tabanan pada Kamis (27/8/2026).

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

Cegah Stunting Lewat Sinergi Ketahanan Pangan dan Dashat

balitribune.co.id | Denpasar - Upaya pencegahan stunting berbasis keluarga terus diperkuat melalui sinergi ketahanan pangan keluarga, Dapur Sehat Atasi Stunting (Dashat), keamanan pangan, serta pengelolaan sampah berbasis sumber. Hal tersebut diwujudkan melalui kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang dilaksanakan Tim Poltekkes Kemenkes Denpasar di Desa Kesiman Kertalangu, Kecamatan Denpasar Timur, sepanjang Juli hingga September 2026.

Baca Selengkapnya icon click

Cetak Desainer Muda, BI Bali Dorong Wastra Lokal Go Global

balitribune.co.id I Denpasar - Masa depan wastra Bali tidak hanya ditentukan oleh kemampuan mempertahankan warisan budaya, tetapi juga keberanian generasi muda untuk mengolahnya menjadi karya yang relevan dengan perkembangan zaman. 

Dari tangan para desainer muda, kain tradisional tidak sekadar menjadi simbol budaya, tetapi dapat berkembang menjadi produk fesyen bernilai ekonomi dan mampu menembus pasar global.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads
Bagikan Berita
news

Dikeluhkan Pelaku Usaha, Dewan Badung Siap Kaji Ulang Pajak Hiburan

Lorem, ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Aliquid, reprehenderit maiores porro repellat veritatis ipsum.