Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan.

Kunjungan Wisatawan ke Badung Naik, Adi Arnawa Warning Ancaman Sampah

wisatawan
Bali Tribune / WISATAWAN - Suasana wisatawan menikmati keindahan DTW Pantai Pandawa dan Tanah Barak. (ist)

balitribune.co.id I Mangupura - Lonjakan kunjungan wisatawan ke Kabupaten Badung di awal 2026 menjadi perhatian serius Pemerintah Kabupaten Badung. Di tengah tren positif pariwisata, Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa justru mewanti-wanti ancaman sampah yang dinilai bisa merusak citra destinasi wisata Bali.

Adi Arnawa menegaskan seluruh pelaku usaha pariwisata wajib ikut bertanggung jawab menjaga kawasan wisata tetap bersih. Pasalnya, sektor pariwisata disebut menjadi salah satu penyumbang terbesar produksi sampah di Badung.

“Jumlah kunjungan wisatawan meningkat dan ini harus kita jaga. Jangan sampai masalah sampah merusak pariwisata Badung,” tegas Adi Arnawa, Senin (11/5/2026).

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik Provinsi Bali, jumlah kunjungan wisatawan ke Badung pada 2025 mencapai 7,1 juta orang atau naik dibanding 2024 yang tercatat 6,3 juta wisatawan.

Sementara pada triwulan I tahun 2026, jumlah kunjungan wisatawan mencapai 1,5 juta lebih atau meningkat dibanding periode yang sama tahun 2025 yang berada di angka 1,4 juta wisatawan.

“Data statistik menunjukkan ada kenaikan sekitar 16 ribu lebih wisatawan pada triwulan pertama tahun ini. Ini harus dipertahankan karena pariwisata menjadi penopang ekonomi daerah sekaligus menarik investor,” ujarnya.

Namun di balik meningkatnya kunjungan, Pemkab Badung menyoroti persoalan sampah yang hingga kini masih menjadi ancaman serius. Adi Arnawa menyebut sekitar 41 persen sampah berasal dari sektor pariwisata seperti hotel dan restoran.

Karena itu, ia meminta seluruh pelaku usaha wisata tidak hanya menikmati keuntungan industri pariwisata, tetapi juga ikut aktif dalam pengelolaan sampah.

Selain fokus penanganan sampah, Pemkab Badung melalui Dinas Pariwisata juga mulai menggencarkan promosi kawasan Badung Utara sebagai destinasi agro wisata dan desa wisata.

Kepala Dinas Pariwisata Badung AA Putri Mas Agung mengatakan pengembangan desa wisata menjadi bagian dari strategi mendorong quality tourism di Badung.

“Desa wisata menjadi kekuatan utama yang mencerminkan identitas dan budaya lokal. Kami terus melakukan promosi dan event agar kunjungan wisatawan terus meningkat,” katanya.  

wartawan
ANA
Category

Pertalite Langka di Tabanan, Pengendara Terpaksa Beralih ke Pertamax

balitribune.co.id I Tabanan – Kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) jenis Pertalite di wilayah Kota Tabanan dan sekitarnya memaksa para pengendara beralih membeli Pertamax yang berharga lebih mahal.

Kelangkaan ini dipicu oleh tersendatnya pasokan pengiriman bahan bakar bersubsidi tersebut ke sejumlah stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) sejak beberapa hari terakhir.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

Minim Kontribusi ke PAD, DPRD Tabanan Soroti Suntikan Modal pada Perumda Sanjayaning Singasana

balitribune.co.id I Tabanan – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Tabanan menyoroti secara tajam rencana suntikan modal daerah bagi Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Sanjayaning Singasana yang dinilai masih minim memberikan kontribusi bagi Pendapatan Asli Daerah (PAD).

Evaluasi kritis itu muncul dalam Rapat Kerja Badan Pembentukan Peraturan Daerah (Bapemperda) di Kantor DPRD Tabanan pada Kamis (27/8/2026).

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

Cegah Stunting Lewat Sinergi Ketahanan Pangan dan Dashat

balitribune.co.id | Denpasar - Upaya pencegahan stunting berbasis keluarga terus diperkuat melalui sinergi ketahanan pangan keluarga, Dapur Sehat Atasi Stunting (Dashat), keamanan pangan, serta pengelolaan sampah berbasis sumber. Hal tersebut diwujudkan melalui kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang dilaksanakan Tim Poltekkes Kemenkes Denpasar di Desa Kesiman Kertalangu, Kecamatan Denpasar Timur, sepanjang Juli hingga September 2026.

Baca Selengkapnya icon click

Cetak Desainer Muda, BI Bali Dorong Wastra Lokal Go Global

balitribune.co.id I Denpasar - Masa depan wastra Bali tidak hanya ditentukan oleh kemampuan mempertahankan warisan budaya, tetapi juga keberanian generasi muda untuk mengolahnya menjadi karya yang relevan dengan perkembangan zaman. 

Dari tangan para desainer muda, kain tradisional tidak sekadar menjadi simbol budaya, tetapi dapat berkembang menjadi produk fesyen bernilai ekonomi dan mampu menembus pasar global.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads
Bagikan Berita
news

Dikeluhkan Pelaku Usaha, Dewan Badung Siap Kaji Ulang Pajak Hiburan

Lorem, ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Aliquid, reprehenderit maiores porro repellat veritatis ipsum.