Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan.

Sembilan SD di Petang Sepi Peminat, DPRD Badung Minta Langkah Konkret

MPLS
Bali Tribune / MPLS - Kegiatan MPLS di Kabupaten Badung beberapa waktu lalu.

balitribune.co.id I Mangupura - Pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) Tahun Ajaran 2026/2027 masih menyisakan persoalan yakni adanya sekolah yang sepi peminat di Kabupaten Badung. Tercatat sembilan sekolah dasar (SD) di Kecamatan Petang hanya memperoleh kurang dari 10 siswa baru hingga tahun ajaran dimulai.

Kondisi tersebut menjadi perhatian DPRD Badung dan Dinas Pendidikan, Kepemudaan, dan Olahraga (Disdikpora) Badung karena dinilai dapat berdampak terhadap keberlangsungan layanan pendidikan di wilayah tersebut.

Ketua Badan Kehormatan DPRD Badung, Dr. Putu Parwata, mengatakan persoalan minimnya jumlah peserta didik baru tidak boleh dibiarkan berlarut-larut. Menurutnya, pemerintah perlu segera mengambil langkah yang terukur berdasarkan data.

"Harus ada langkah konkret dan berbasis data agar keberlangsungan layanan pendidikan tetap terjaga," ujarnya.

Parwata menyebut rendahnya jumlah siswa dipengaruhi sejumlah faktor, seperti penurunan angka kelahiran, perpindahan keluarga muda ke kawasan perkotaan, kecenderungan masyarakat memilih sekolah dengan fasilitas lebih lengkap, keterbatasan sarana, hingga kondisi geografis wilayah Petang.

Ia mendorong pemerintah melakukan kajian demografi usia sekolah, mengevaluasi sistem zonasi, serta meningkatkan kualitas sarana dan prasarana sekolah.

Sementara itu, Ketua Komisi IV DPRD Badung, I Nyoman Graha Wicaksana, menegaskan sekolah-sekolah dengan jumlah siswa sedikit tetap dipertahankan karena mempertimbangkan akses pendidikan masyarakat di wilayah pegunungan.

"Kalau sekolah kecil ditutup atau digabung, siswa harus menempuh perjalanan lebih jauh. Karena itu sekolah tetap dipertahankan meski jumlah siswanya sedikit," katanya.

Di sisi lain, Komisi IV juga mengapresiasi pelaksanaan SPMB yang dinilai berlangsung transparan tanpa adanya praktik siswa titipan.

Kepala Disdikpora Badung, I Gusti Made Dwipayana, mengakui pihaknya telah memperpanjang masa pendaftaran. Namun, hingga proses daftar ulang selesai, sembilan SD di Kecamatan Petang tetap hanya menerima kurang dari 10 siswa baru.

Selain di tingkat SD, kekurangan peserta didik juga terjadi di sejumlah SMP, di antaranya SMPN 3 Kuta Selatan, SMPN 2 Petang, SMPN 3 Petang, dan SMPN 4 Petang. Meski demikian, menurut Dwipayana, jumlah siswa yang ada masih dinilai mencukupi sehingga operasional sekolah tetap layak dilanjutkan.

Terkait wacana regrouping sekolah, Disdikpora menilai kebijakan tersebut belum memungkinkan diterapkan di Petang karena jarak antarsekolah yang berjauhan. Sebagai upaya meningkatkan jumlah peserta didik, Disdikpora akan memperkuat sinergi antara PAUD, SD, dan pemerintah desa agar seluruh anak usia sekolah tetap terdata dan memperoleh layanan pendidikan. 

wartawan
ANA
Category

Pertalite Langka di Tabanan, Pengendara Terpaksa Beralih ke Pertamax

balitribune.co.id I Tabanan – Kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) jenis Pertalite di wilayah Kota Tabanan dan sekitarnya memaksa para pengendara beralih membeli Pertamax yang berharga lebih mahal.

Kelangkaan ini dipicu oleh tersendatnya pasokan pengiriman bahan bakar bersubsidi tersebut ke sejumlah stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) sejak beberapa hari terakhir.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

Minim Kontribusi ke PAD, DPRD Tabanan Soroti Suntikan Modal pada Perumda Sanjayaning Singasana

balitribune.co.id I Tabanan – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Tabanan menyoroti secara tajam rencana suntikan modal daerah bagi Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Sanjayaning Singasana yang dinilai masih minim memberikan kontribusi bagi Pendapatan Asli Daerah (PAD).

Evaluasi kritis itu muncul dalam Rapat Kerja Badan Pembentukan Peraturan Daerah (Bapemperda) di Kantor DPRD Tabanan pada Kamis (27/8/2026).

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

Cegah Stunting Lewat Sinergi Ketahanan Pangan dan Dashat

balitribune.co.id | Denpasar - Upaya pencegahan stunting berbasis keluarga terus diperkuat melalui sinergi ketahanan pangan keluarga, Dapur Sehat Atasi Stunting (Dashat), keamanan pangan, serta pengelolaan sampah berbasis sumber. Hal tersebut diwujudkan melalui kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang dilaksanakan Tim Poltekkes Kemenkes Denpasar di Desa Kesiman Kertalangu, Kecamatan Denpasar Timur, sepanjang Juli hingga September 2026.

Baca Selengkapnya icon click

Cetak Desainer Muda, BI Bali Dorong Wastra Lokal Go Global

balitribune.co.id I Denpasar - Masa depan wastra Bali tidak hanya ditentukan oleh kemampuan mempertahankan warisan budaya, tetapi juga keberanian generasi muda untuk mengolahnya menjadi karya yang relevan dengan perkembangan zaman. 

Dari tangan para desainer muda, kain tradisional tidak sekadar menjadi simbol budaya, tetapi dapat berkembang menjadi produk fesyen bernilai ekonomi dan mampu menembus pasar global.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads
Bagikan Berita
news

Dikeluhkan Pelaku Usaha, Dewan Badung Siap Kaji Ulang Pajak Hiburan

Lorem, ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Aliquid, reprehenderit maiores porro repellat veritatis ipsum.