Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan.

Semester I 2026, Kunjungan Wisatawan di Kawasan Pariwisata Meningkat

Kunjungan Wisatawan
Bali Tribune / WISATAWAN - Kunjungan wisatawan di kawasan pariwisata Nusa Dua, Badung.

balitribune.co.id I Badung - Pengelola kawasan pariwisata mencatatkan kinerja positif sepanjang semester I 2026 dengan membukukan 2.497.458 kunjungan wisatawan di tiga kawasan yang dikelolanya, yaitu Nusa Dua (Bali), Mandalika (Nusa Tenggara Barat), dan Golo Mori (Nusa Tenggara Timur). Jumlah ini meningkat 10,54% dibanding periode yang sama tahun sebelumnya yang mencapai 2.259.269 kunjungan.

Pertumbuhan tersebut tidak hanya tercermin dari meningkatnya jumlah wisatawan, tetapi juga diikuti penguatan indikator bisnis di masing-masing kawasan. Mulai dari peningkatan tingkat okupansi, lama tinggal wisatawan (length of stay), hingga aktivitas MICE bernilai tinggi. Capaian ini menunjukkan semakin kuatnya kualitas bisnis destinasi yang dikelola  sekaligus memperbesar kontribusinya terhadap aktivitas ekonomi pariwisata di berbagai daerah.

Plt. Direktur Utama ITDC (pengelola kawasan pariwisata), Ahmad Fajar, mengatakan, capaian semester I 2026 menunjukkan strategi pengembangan portofolio destinasi yang dijalankan perusahaan semakin mampu menghasilkan pertumbuhan yang berkualitas.

"Kami tidak hanya mengejar peningkatan jumlah kunjungan wisatawan, tetapi juga memastikan setiap destinasi mampu menciptakan nilai ekonomi yang lebih besar melalui meningkatnya okupansi, lama tinggal wisatawan, aktivitas bisnis, serta peluang investasi. Setiap kawasan memiliki karakteristik yang berbeda sehingga strategi pengembangannya pun disesuaikan agar mampu memberikan manfaat optimal bagi masyarakat, tenant, investor, dan seluruh pemangku kepentingan," ujar Ahmad Fajar.

Sebagai destinasi liburan berkelas dunia, kawasan Nusa Dua tetap menjadi kontributor terbesar dengan membukukan 1.798.004 kunjungan wisatawan, meningkat 8,16% dibandingkan semester I 2025. Kawasan ini juga mempertahankan performa operasional yang solid dengan tingkat okupansi rata-rata 70,51% serta mencatat lama tinggal sebesar 2,76 malam, melampaui target perusahaan. Kinerja tersebut menunjukkan bahwa Nusa Dua tidak hanya berhasil menarik lebih banyak wisatawan, tetapi juga mendorong wisatawan untuk tinggal lebih lama sehingga memberikan dampak ekonomi yang lebih besar bagi ekosistem pariwisata di kawasan.

Di Mandalika, tren pertumbuhan terus berlanjut seiring semakin kuatnya posisi kawasan sebagai destinasi sport and lifestyle tourism. Sepanjang semester I 2026, kawasan ini mencatat 685.844 kunjungan wisatawan, tumbuh 17,39% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sekaligus mencapai 124,7% dari target perusahaan. Tingkat okupansi rata-rata juga meningkat dari 44,94% menjadi 50,95%, didukung oleh semakin padatnya penyelenggaraan berbagai ajang olahraga, hiburan, dan aktivitas komunitas selama semester pertama.

Sementara itu, Golo Mori terus menunjukkan perkembangan positif sebagai destinasi MICE premium di Indonesia Timur. Jumlah kunjungan meningkat 6,90% menjadi 13.610 wisatawan, sementara tingkat okupansi melonjak dari 3,83% pada semester I 2025 menjadi 17,09% pada semester I 2026.

Menurut Ahmad Fajar, Nusa Dua terus memperkuat posisinya sebagai destinasi liburan kelas dunia, Mandalika berkembang sebagai penggerak sport tourism nasional, sementara Golo Mori semakin menunjukkan potensinya sebagai destinasi MICE premium di Indonesia Timur. 

Memasuki semester II 2026, pengelola kawasan pariwisata ini optimis tren pertumbuhan akan semakin menguat seiring bergulirnya berbagai agenda strategis di seluruh kawasan. Berbagai event nasional maupun internasional diproyeksikan menjadi katalis peningkatan kunjungan wisatawan, okupansi, aktivitas bisnis, sekaligus memperkuat multiplier effect bagi sektor perhotelan, transportasi, UMKM, ekonomi kreatif, dan pelaku usaha lokal.

"Kami optimis semester II 2026 akan menjadi momentum untuk memperkuat daya saing destinasi yang kami kelola. Melalui berbagai agenda strategis, kami ingin memastikan setiap kawasan tidak hanya menjadi tujuan wisata, tetapi juga pusat pertumbuhan ekonomi baru yang mampu menciptakan manfaat berkelanjutan bagi masyarakat, dunia usaha, dan perekonomian nasional," tutupnya.

wartawan
YUE
Category

Pertalite Langka di Tabanan, Pengendara Terpaksa Beralih ke Pertamax

balitribune.co.id I Tabanan – Kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) jenis Pertalite di wilayah Kota Tabanan dan sekitarnya memaksa para pengendara beralih membeli Pertamax yang berharga lebih mahal.

Kelangkaan ini dipicu oleh tersendatnya pasokan pengiriman bahan bakar bersubsidi tersebut ke sejumlah stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) sejak beberapa hari terakhir.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

Minim Kontribusi ke PAD, DPRD Tabanan Soroti Suntikan Modal pada Perumda Sanjayaning Singasana

balitribune.co.id I Tabanan – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Tabanan menyoroti secara tajam rencana suntikan modal daerah bagi Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Sanjayaning Singasana yang dinilai masih minim memberikan kontribusi bagi Pendapatan Asli Daerah (PAD).

Evaluasi kritis itu muncul dalam Rapat Kerja Badan Pembentukan Peraturan Daerah (Bapemperda) di Kantor DPRD Tabanan pada Kamis (27/8/2026).

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

Cegah Stunting Lewat Sinergi Ketahanan Pangan dan Dashat

balitribune.co.id | Denpasar - Upaya pencegahan stunting berbasis keluarga terus diperkuat melalui sinergi ketahanan pangan keluarga, Dapur Sehat Atasi Stunting (Dashat), keamanan pangan, serta pengelolaan sampah berbasis sumber. Hal tersebut diwujudkan melalui kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang dilaksanakan Tim Poltekkes Kemenkes Denpasar di Desa Kesiman Kertalangu, Kecamatan Denpasar Timur, sepanjang Juli hingga September 2026.

Baca Selengkapnya icon click

Cetak Desainer Muda, BI Bali Dorong Wastra Lokal Go Global

balitribune.co.id I Denpasar - Masa depan wastra Bali tidak hanya ditentukan oleh kemampuan mempertahankan warisan budaya, tetapi juga keberanian generasi muda untuk mengolahnya menjadi karya yang relevan dengan perkembangan zaman. 

Dari tangan para desainer muda, kain tradisional tidak sekadar menjadi simbol budaya, tetapi dapat berkembang menjadi produk fesyen bernilai ekonomi dan mampu menembus pasar global.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads
Bagikan Berita
news

Dikeluhkan Pelaku Usaha, Dewan Badung Siap Kaji Ulang Pajak Hiburan

Lorem, ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Aliquid, reprehenderit maiores porro repellat veritatis ipsum.