Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan.

Sempat Disegel Kementerian LH, 12 Incinerator Badung Kembali Beroperasi

incinerator
Bali Tribune / Salah satu dari 12 unit incinerator untuk memperkuat penanganan sampah di Badung

balitribune.co.id | Mangupura - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Badung kembali mengoperasikan 12 unit incinerator untuk memperkuat penanganan sampah daerah. Pengoperasian mesin pembakar sampah tersebut dilakukan setelah fasilitas menjalani evaluasi teknis, uji emisi, serta memenuhi persetujuan dan perizinan yang diperlukan. Mesin canggih berharga miliaran ini sebelumnya sempat disegel oleh Gakum Kementerian Lingkungan Hidup.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kabupaten Badung, Made Rai Warastuthi, mengatakan 12 unit incinerator kini telah dapat digunakan. Delapan unit berada di TPST Mengwitani, Kecamatan Mengwi, sedangkan empat unit lainnya berada di Padang Seni, Kuta.

“Sudah, kita sudah dapat persetujuan dari Gakkum. Terus perizinan juga sudah,” ujar Rai Warastuthi saat dikonfirmasi, Kamis (20/8/2026) lalu.

Menurut Rai, persetujuan penggunaan incinerator diterbitkan kementerian melalui proses penegakan hukum lingkungan (Gakkum), sementara perizinan berasal dari DKLH Provinsi Bali. Mesin tidak langsung dioperasikan penuh setelah persetujuan diterbitkan karena harus melalui tahapan persiapan teknis.

Tahapan tersebut meliputi pemanasan awal atau pre-heating dan uji coba pengoperasian secara bertahap sebelum mesin digunakan secara penuh. Pengoperasian penuh 12 incinerator disebut telah berjalan sekitar satu bulan terakhir.

Setiap unit incinerator memiliki kemampuan mengolah sampah hingga sekitar 10 ton per hari dengan kondisi sampah relatif kering dan sudah dipilah. Dengan 12 unit, kapasitas teoritis seluruh mesin mencapai sekitar 120 ton sampah per hari. Namun, kapasitas tersebut sangat bergantung pada kondisi sampah yang masuk. Sampah yang masih basah atau tercampur dapat menurunkan kemampuan pengolahan mesin. Karena itu, DLHK Badung mendorong pemilahan sampah sejak dari sumber.

“Harapan kami, seiring berjalannya waktu, masyarakat semakin pintar memilah sampah,” kata Rai.

Keberadaan incinerator juga tetap dipertahankan meski Badung nantinya memiliki fasilitas Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PSEL). Rai mengatakan produksi sampah Badung saat ini mencapai sekitar 876 ton per hari. Dari jumlah tersebut, sekitar 500 ton per hari nantinya diarahkan ke PSEL. Sementara sekitar 300 ton per hari tetap ditangani melalui fasilitas pengolahan sampah yang dimiliki Pemkab Badung, termasuk incinerator dan teknologi pengolahan lainnya.

Menurut Rai, PSEL tidak akan menjadi satu-satunya fasilitas pengolahan sampah Badung. Selain volume sampah yang diperkirakan terus meningkat, fasilitas PSEL juga membutuhkan waktu pemeliharaan sehingga diperlukan fasilitas pengolahan cadangan.

“Kalau misalnya di sana distop untuk maintenance, ya di sini harus jalan. Sama dengan kita di sini pasti ada hari-hari maintenance-nya. Ini saling melengkapi,” jelasnya.

Dengan pola tersebut, Pemkab Badung menyiapkan sistem pengelolaan sampah dengan sejumlah teknologi. PSEL diarahkan menangani sampah dalam volume besar, sedangkan incinerator tetap menjadi bagian dari sistem pengolahan daerah untuk menjaga kapasitas penanganan sampah tetap berjalan.

wartawan
ANA
Category

Pertalite Langka di Tabanan, Pengendara Terpaksa Beralih ke Pertamax

balitribune.co.id I Tabanan – Kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) jenis Pertalite di wilayah Kota Tabanan dan sekitarnya memaksa para pengendara beralih membeli Pertamax yang berharga lebih mahal.

Kelangkaan ini dipicu oleh tersendatnya pasokan pengiriman bahan bakar bersubsidi tersebut ke sejumlah stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) sejak beberapa hari terakhir.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

Minim Kontribusi ke PAD, DPRD Tabanan Soroti Suntikan Modal pada Perumda Sanjayaning Singasana

balitribune.co.id I Tabanan – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Tabanan menyoroti secara tajam rencana suntikan modal daerah bagi Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Sanjayaning Singasana yang dinilai masih minim memberikan kontribusi bagi Pendapatan Asli Daerah (PAD).

Evaluasi kritis itu muncul dalam Rapat Kerja Badan Pembentukan Peraturan Daerah (Bapemperda) di Kantor DPRD Tabanan pada Kamis (27/8/2026).

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

Cegah Stunting Lewat Sinergi Ketahanan Pangan dan Dashat

balitribune.co.id | Denpasar - Upaya pencegahan stunting berbasis keluarga terus diperkuat melalui sinergi ketahanan pangan keluarga, Dapur Sehat Atasi Stunting (Dashat), keamanan pangan, serta pengelolaan sampah berbasis sumber. Hal tersebut diwujudkan melalui kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang dilaksanakan Tim Poltekkes Kemenkes Denpasar di Desa Kesiman Kertalangu, Kecamatan Denpasar Timur, sepanjang Juli hingga September 2026.

Baca Selengkapnya icon click

Cetak Desainer Muda, BI Bali Dorong Wastra Lokal Go Global

balitribune.co.id I Denpasar - Masa depan wastra Bali tidak hanya ditentukan oleh kemampuan mempertahankan warisan budaya, tetapi juga keberanian generasi muda untuk mengolahnya menjadi karya yang relevan dengan perkembangan zaman. 

Dari tangan para desainer muda, kain tradisional tidak sekadar menjadi simbol budaya, tetapi dapat berkembang menjadi produk fesyen bernilai ekonomi dan mampu menembus pasar global.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads
Bagikan Berita
news

Dikeluhkan Pelaku Usaha, Dewan Badung Siap Kaji Ulang Pajak Hiburan

Lorem, ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Aliquid, reprehenderit maiores porro repellat veritatis ipsum.