balitribune.co.id | Bangli - Nasib tragis menimpa Jro Bau Wayan Asung (75), seorang tokoh masyarakat asal Banjar/Desa Subaya, Kecamatan Kintamani, Bangli. Pria yang menjabat dalam struktur kepemimpinan adat Ulu Apad tersebut ditemukan meninggal dunia setelah terperosok ke jurang sedalam kurang lebih 75 meter saat mencari kayu bakar di kawasan hutan setempat, Sabtu (8/8/2026).
Peristiwa ini bermula ketika korban berpamitan meninggalkan rumah untuk mencari kayu bakar di sekitar kawasan hutan desa pada Sabtu pagi sekitar pukul 10.00 Wita. Namun, hingga pukul 17.00 Wita, korban tak kunjung kembali ke rumah, yang memicu kekhawatiran pihak keluarga dan warga setempat.
Warga setempat, I Wayan Widnya, menuturkan bahwa upaya pencarian dilakukan mulai pukul 17.30 Wita dengan melibatkan delapan orang warga. "Pencarian dibagi menjadi dua kelompok, yakni menyisir dari jalur atas dan jalur bawah," ujarnya, Minggu (9/8/2026).
Titik terang muncul sekitar pukul 18.00 Wita. Tim yang melakukan penyisiran dari jalur atas melihat kaki korban tersangkut di pepohonan di dasar jurang. Mengingat medan yang sulit dan ketiadaan peralatan pendukung seperti tali, tim memutuskan kembali untuk melaporkan temuan tersebut kepada aparat desa.
Mendapat informasi tersebut, puluhan warga yang dipimpin oleh Kepala Desa Subaya, I Nyoman Jono Arta, dan Kepala Dusun, I Ketut Sugita, segera menuju lokasi melalui jalur bawah untuk melakukan evakuasi. Perjuangan warga membuahkan hasil, dan pada pukul 21.00 Wita, jenazah korban berhasil dievakuasi dan langsung dibawa ke rumah duka.
"Jenazah saat ini masih disemayamkan di rumah duka. Sesuai rencana, prosesi penguburan akan dilaksanakan empat hari mendatang," tambah Widnya.
Dikonfirmasi terpisah, Kapolsek Kintamani, Kompol I Made Dwi Puja Rimbawa, membenarkan adanya peristiwa tersebut. Ia menyebutkan bahwa pihak kepolisian telah melakukan tindakan lanjutan. "Tim Inafis Polres Bangli sudah turun ke lokasi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara," pungkasnya singkat.