balitribune.co.id I Singaraja - Panglima Kodam IX/Udayana Mayjen TNI Piek Budyakto hadir dalam peresmian Jembatan Garuda yang berlokasi di Desa Lokapaksa, Kecamatan Seririt, Kabupaten Buleleng, Bali. Jembatan gantung ini menjadi angin segar bagi mobilitas warga setempat karena menghubungkan dua desa strategis yakni Desa Lokapaksa dan Desa Ringdikit.
Peresmian Jembatan Garuda Lokapaksa bersamaan dengan Launching 2.500 titik Jembatan Garuda dan 3.000 titik Air Bersih di seluruh Indonesia oleh Presiden Prawabowo melalui saluran teleconfrence, Kamis (13/8/2026). Bupati Buleleng I Nyoman Sutjidra terlihat hadir bersama Dandim 1609/Buleleng Letkol Inf. Achmad Setyawan Syah, S.Pd., M.I.P dan jajaran.
Dalam keterangannya, Mayjen TNI Piek Budyakto menjelaskan Jembatan Perintis Garuda memiliki bentang panjang mencapai 60 meter. Infrastruktur ini dibangun khusus untuk menghubungkan Desa Lokapaksa dengan Desa Ringdikit, yang diharapkan dapat meningkatkan aksesibilitas dan perekonomian masyarakat di kedua wilayah tersebut.
"Di sini sudah terbangun Jembatan Perintis Garuda di Desa Lokapaksa, terbentang 60 meter yang menghubungkan Desa Lokapaksa dengan Ringdikit," ujar Mayjen Piek Budykato.
Lebih lanjut, Mayjen TNI Piek Budyakto memaparkan pembangunan ini merupakan bagian dari proyek infrastruktur yang lebih luas di bawah komando IX/Udayana, yang mencakup wilayah Bali, Nusa Tenggara Barat (NTB), dan Nusa Tenggara Timur (NTT).
"Khusus di Bali, atau tepatnya di wilayah Kodam IX/Udayana, secara keseluruhan terdapat 38 jembatan gantung. Jika dipadukan dengan jembatan beton maupun jembatan armco, total seluruhnya mencapai 167 jembatan," tambahnya.
Proses pembangunan Jembatan Perintis Garuda di Desa Lokapaksa ini memakan waktu kurang lebih lima bulan. Konstruksi dimulai pada 30 Maret 2026 dan berhasil diselesaikan tepat waktu pada 3 Agustus 2026.
Untuk wilayah Kabupaten Buleleng sendiri, Jembatan Perintis Garuda ini merupakan proyek jembatan perintis pertama yang telah dirancang sejak lama dan kini telah mencapai progres pembangunan 100 persen.
"Untuk Kabupaten Buleleng sendiri ada satu Jembatan Perintis ini, karena ini yang sudah dirancang sejak lama," tandas Mayjen TNI Piek Budyakto.
Pembangunan jembatan ini merupakan bukti nyata kemanunggalan TNI dengan rakyat dalam mempercepat pembangunan infrastruktur di daerah-daerah yang membutuhkan akses penghubung guna meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Seblumnya, Kodam IX/Udayana memulai pembangunan Jembatan Garuda secara serentak di 25 titik yang tersebar di wilayah Bali dan Nusa Tenggara. Salah satu proyek ditandai dengan peletakan batu pertama di wilayah Seririt, Buleleng, yang dipimpin langsung oleh Kasdam IX/Udayana, Taufiq Hanafi.
Program Jembatan Garuda ini juga merupakan implementasi dari kebijakan pemerintah pusat dalam memperkuat infrastruktur dasar di daerah terpencil. TNI pun menargetkan pembangunan dapat diselesaikan dalam waktu singkat.