Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan.

Direlokasi ke Lapangan Pergung, Pedagang Pasar Senggol Mengeluh

DIGUNAKAN - Areal parkir Pasar Tegalcangkring yang sebelumnya difungsikan sebagai pasar senggol kini digunakan oleh pedagang dalam pasar.

BALI TRIBUNE - Sejumlah pedagang di Pasar Senggol Tegalcangkring, Mendoyo mengeluh dengan adanya relokasi bagi pedagang di pasar malam itu. Menjelang dilaksanakannya renovasi Pasar Umum Tegalcangkring, pedagang makanan dan minuman yang sebelumnya memenuhi halaman parkir Pasar Tegalcangkring pada malam hari, kini dipindahkan sementara disisi selatan Lapangan Pergung.  Kondisi pembeli di lokasi tempat yang kini mereka tempati tidak seramai saat menempati areal parkir Pasar Tegalcangkring. Dari pengamatan, Kamis (12/7) , areal parkir Pasar Tegalcangkring yang sebelumnya mereka gunakan berjualan saat malam hari, kini mulai dipenuhi bangunan semipermanen yang diperuntukkan bagi para pedagang didalam Pasar Tegalcangkring. Bangunan sementara ini ditempati para pedagang selama berlangsungnya proses revitalisasi bangunan pasar. Areal parkir tersebut kini dipenuhi oleh pedagang dalam pasar sehingga aktivitas pasar senggol yang khusus buka pada malam hari dipindahkan. Pedagang pasar senggol yang direlokasi ini kini ditempatkan di jalan sisi selatan Lapangan Pergung, Mendoyo yang juga dijadikan lokasi pasar senggol sementara. Rombong-rombong pedagang kaki lima yang sebelumnya didepan pasar Tegalcangkring sudah sejak pekan lalu dipindahkan kelokasi baru tersebut. Beberapa rombong pedagang yang digunakan saat malam hari ini, ada yang masih ditempatkan di lokasi baru bersebelahan dengan trotoar di Lapangan Pergung tersebut dan ada sebagian pedagang yang menempatkannya dipinggir maupun dititipkan di rumah penduduk. Salah seorang warga, Putu Arya (59) mengakui pasar senggol yang sebelumnya di Parkir Pasar Tegalcangkring kini direlokasi di Lapangan Pergung yang lokasinya berjauhan dari lokasi semula.  “Sekarang (pasar) senggol dipindahkan disini sementara. Memang agak jauh dari lokasi sebelumnya,” ungkapnya.  Salah seorang pedagang kuliner dipasar senggol yang enggan disebutkan namannya mengaku kini omset penjualan para pedagang pasar senggol kini menurun setelah direlokasi ke Lapangan Pergung. “Penjualannya sekarang setelah dipindahkan ke sini (Lapangan Pergung) jauh menurun dibandingkan dilokasi lama, kondisi pembelinya sepi,” tuturnya. Menurut sejumlah pedagang, setelah direlokasid dan menempati lokasi yang baru ini, kini mereka mengaku memulai dari nol kembali. “Ditaruh disini kita mulai dari nol lagi. Kalau disini pemebelinya hanya warga sekitar saja. Kita juga sekarang lagi mencari langganan baru. Gak ada pembeli dari pengguna jalan nasional yang melintas. Padahal diareal seberang selatan pasar Tegal cangkring ada lokasi kosong, tapi kami malah kami dipindahkan kesini” keluh pedagang lainnya.   Kepala Dinas Koperasi, Perindustrian dan Perdagangan Jembrana Made Gede Budiartha membenarkan adanya relokasi sementara untuk pasar senggol di Tegalcangkring itu. Menurutnya relokasi tersebut dikarenakan adanya revitalisasi pasar Tegalcangkring sehingga ada renovasi bangunan. Dari kesepakatan hasil rapat paguyuban, yang dipindahkan selama renovasi adalah pasar senggol malam. “Dari koordinasi dengan Perbekel, untuk pasar senggol itu dipindahkan di Pergung. Sedangkan para pedagang di dalam pasar, sementara di  lokasi pasar senggol,” terangnya.  Selain di lokasi pasar Senggol itu, ada beberapa pedagang yang memilih berjualan di rumah lantaran lokasinya dekat. Revitalisasi pasar ini menurutnya tahun ini menyasar di Melaya, Lelateng, Berangbang, Pekutatan dan Tegalcangkring.  

wartawan
Putu Agus Mahendra
Category
Iklan icon ads
Iklan icon ads

Ornamen Nuansa Khas Ramadan dan Nyepi Sambut Wisatawan Mendarat di Bali

balitribune.co.id I Kuta - Thematic Event berupa pawai Ogoh-Ogoh dan parade Idul Fitri menyambut para penumpang atau wisatawan yang mendarat di Bali melalui Bandara I Gusti Ngurah Rai. Hal itu dihadirkan pengelola bandara untuk semakin memperkuat suasana Hari Suci Nyepi dan Idul Fitri di Bandara I Gusti Ngurah Rai Bali. 

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

Nyepi, Idul Fitri, dan Moderasi Beragama

balitribune.co.id | Gubernur Bali, Wayan Koster (Pak Koster), mengonfirmasi bahwa kesepakatan tokoh lintas agama terkait pengaturan kegiatan keagamaan pada momen perayaan hari besar dua agama, yakni Hindu dan Islam, yang pada tahun 2026 ini akan dirayakan hampir secara bersamaan, Hari Raya Nyepi Tahun Caka 1948 jatuh pada tanggal 19 Maret 2026 dan Hari Raya Idul Fitri 1447 H jatuh pada tanggal antara 20 atau 21 Maret 2026, bisa dijalankan dengan memperh

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads
Bagikan Berita
news

Dikeluhkan Pelaku Usaha, Dewan Badung Siap Kaji Ulang Pajak Hiburan

Lorem, ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Aliquid, reprehenderit maiores porro repellat veritatis ipsum.