Dewan Dorong Koster Fokus ke Pembangkit Listrik Tenaga Sampah | Bali Tribune
Diposting : 19 September 2018 10:45
San Edison - Bali Tribune
Nyoman Tirtawan
 BALI TRIBUNE - Rapat Paripurna DPRD Provinsi Bali, Selasa (18/9), diwarnai interupsi. Interupsi di antaranya datang dari Ketua Fraksi Partai Golkar DPRD Provinsi Bali Wayan Gunawan, anggota Fraksi Panca Bayu DPRD Provinsi Bali Nyoman Tirtawan, hingga anggota Fraksi PDI Perjuangan DPRD Provinsi Bali Dewa Nyoman Rai. 
 
Tirtawan misalnya, secara khusus mengapresiasi rencana Gubernur Bali Wayan Koster, terkait kemandirian Bali di bidang energi di masa depan. Maklum hingga saat ini, sebagian listrik di Bali masih disuplai dari PLTU Paiton, Jawa Timur, melalui kabel bawah laut. 
 
Koster sendiri mendorong realisasi pembangunan pembangkit listrik di Celukan Bawang, namun tidak dengan menggunakan bahan bakar batubara. Koster ingin pembangkit listrik di Celukan Bawang menggunakan gas. 
 
Hanya saja menurut Tirtawan, pembangkit listrik di Celukan Bawang sangat mungkin pembangkit listrik tenaga sampah. Apabila ini dilakukan, kata dia, maka secara otomatis masalah sampah di Bali bisa terurai dan mimpi akan kemandirian listrik juga terwujud. 
 
"Saya mendorong Pak Gubernur, untuk fokus ke pembangkit listrik tenaga sampah. Kita bisa mandiri listrik, masalah sampah juga otomatis selesai. Kita ubah sampah yang biasanya adalah masalah menjadi berkah," kata Tirtawan dalam interupsinya. 
 
Bagi Tirtawan, ini juga sejalan dengan konsep Clean and Green Province. "Kalau kita menggunakan green energi, maka endingnya tentu clean. Jadi kita dorong sumber energi listrik yang ramah lingkungan, green energy," tegas Tirtawan, yang kembali tampil sebagai calon anggota DPRD Provinsi Bali untuk Dapil Buleleng pada Pileg 2019 mendatang dari Partai NasDem. 
 
Politikus asal Buleleng ini menambahkan, di banyak negara maju di Eropa, seperti Jerman dan lainnya, sudah menggunakan sampah sebagai sumber energi listrik. "Karena itu saya mendorong Pak Gubernur, untuk memperjuangkan agar pembangkit listrik Celukan Bawang bisa menggunakan teknologi yang bisa mengolah sampah menjadi energi listrik," kata Tirtawan.
 
Anggota Komisi I DPRD Provinsi Bali ini menambahkan, ada banyak manfaat yang diperoleh dengan memanfaatkan sampah sebagai sumber energi listrik. Selain sumber energi listrik Celukan Bawang ramah lingkungan, masalah sampah di Bali juga dengan sendirinya teratasi. 
 
"Sampah-sampah yang ada tidak menumpuk lama di tempat pembuangan sampah. Semuanya dibawa ke Celukan Bawang. Bali jadi bisa bebas dari masalah sampah," ujar otak di balik pemangkasan Rp98 miliar alokasi dana Pilgub Bali 2018 lalu itu.
 
Tirtawan sendiri dijadwalkan akan bertemu Konsulat Denmark, Jumat mendatang. Pertemuan dimaksud salah satunya untuk membahas masalah pengolahan sampah.