balitribune.co.id | Singaraja - Satu banjar di Desa Bondalem, Kecamatan Tejakula akan di isolasi menyusul hasil swab terhadap warga setempat menunjukkan positif Covid-19. Sekretaris Gugus Tugas Percepatan Penanganan (GTPP) Covid-19 Buleleng, Gede Suyasa, memastikan, 39 orang yang hasil rapid tesnya reaktif, 3 diantaranya positif Covid-19 setelah dilakukan swab tes. "Dua orang dari Desa Bondalem dan satu orang lagi pekerja migran," jelas Suayasa, Jumat (1/5). Menurut Suyasa, dua orang terkonfirmasi positif di Desa Bondalem masih satu keluarga dengan status anak dan ipar dari PDP 18 yang terlebih dahulu terpapar Covid-19. "Dalam satu keluarga itu ada tiga orang yang diswab, dua orang merupakan anak dari PDP 18 dan satu orang berstatus ipar. Hasilnya, satu anaknya negatif dan dua lainnya termasuk ipar, positif," imbuh Suyasa. Atas kondisi itu, satu banjar tempat tinggal pasien terkonfirmasi positif akan diisolasi untuk mencegah melakukan kontak dengan orang lain karena berpotensi menular."Selain pasar ditutup dilingkungan tempat terkonfirmasi tinggal akan diberlakukan larangan keluar rumah," sambungnya.Keputusan pembatasan keluar rumah merupakan kebijakan pemerintah daerah sehingga beban dan biaya hidup menjadi tanggungan pemerintah. "Kadis Sosial (Dinas Sosial Buleleng) bersama kepala desa setempat (Bondalem,red) sedang menghitung jumlah jiwa yang harus ditanggung logistiknya oleh gugus tugas Kabupaten," ucapnya.Sebelumnya terdapat empat pedagang di pasar Desa Bondalem hasil rapid tesnya reaktif namun setelah di swab tes, hasil ke empatnya negatif."Empat pedagang sudah di swab dan hasilnya negatif. Hanya saja pasar di desa itu tetap ditutup mulai hari ini (Jumat,1/5-2020) menyusul mulai besok (2/5-2020) satu banjar di Desa Bondalem juga ditutup," tandasnya.