Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan.

Pariwisata Bali Menuju Era Normal Baru, Sertifikasi Protokol Kesehatan Mulai Dilakukan

Bali Tribune / Sertifikasi Protokol Kesehatan dan Pencegahan Covid-19 di Griya Royal Santrian Resort, tanjung Benoa, Badung, Jumat (3/7).
balitribune.co.id | Badung - Pariwisata menjadi sektor paling terpuruk sejak pandemic Covid-19 melanda dunia dengan hebatnya. Dampak itu dirasakan oleh sektor pariwisata di seluruh dunia, tak terkecuali Bali yang sebagian besar ekonominya bergantung dari sektor ini. Setelah lebih dari tiga bulan sektor ini tidak di buka di Bali, Pemprov Bali akhirnya berencana membuka pada tanggal 5 Juli mendatang. Berbagai langkah persiapan normal baru pun dilakukan termasuk sertifikasi pariwisata yang di dalamnya mencakup penerapan standar protokol kesehatan dan pencegahan Covid-19.
 
“Saat ini pemerintah melalui Dinas Pariwisata Provinsi Bali bekerja sama dengan asosiasi pariwisata telah membentuk tim verifikasi untuk terjun ke usaha pariwisata dan mengecek penerapan protokol kesehatan dan pencegahan Covid-19,” demikian dijelaskan oleh Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Bali I Putu Astawa saat ditemui dalam memantau jalannya verifikasi penerapan protokol kesehatan dan pencegahan Covid-19 di Griya Royal Santrian Resort, tanjung Benoa, Badung, Jumat (3/7).
 
Putu Astawa menjelaskan, Pemprov Bali melalui Dinas Pariwisata telah menggandeng asosiasi-asosiasi pariwisata seperti PHRI, ASITA ataupun PAWIBA untuk membentuk tim verifikator. “Jadi nanti untuk assessment di hotel dan restoran pemerintah menggandeng PHRI, begitu juga untuk travel digandeng ASITA. Kita kolaborasi agar target oktober ini semua usaha pariwisata di Bali sudah tersertifikasi,” imbuhnya.
 
Untuk proses assessment sendiri, sudah ditetapkan berbagai indicator yang sesuai dengan standar CHS (Cleanliness, Health, Safety) yang ditetapkan oleh WHO. “Jadi protokol kedatangan, pelayanan serta kebersihan tempat usaha harus memenuhi semua indicator ini,” harapnya. Putu Astawa menegaskan tujuan dari seertifikasi ini agar sektor pariwisata tidak menjadi klaster penyebaran Covid-19.
 
“Kami ingin meminimalisir kemungkinan karyawan maupun pengunjung terinfeksi virus ini,” tambahnya. Selain itu, sertifikat ini juga bisa menjadi modal kepercayaan bagi wisatawan maupun travel agent di luar negeri bahwa Bali benar-benar siap dan sangat memperhatikan kesehatan dan keselamatan wisatawan.
 
Untuk tim verifikator atau assessor sendiri, kadis Astawa mengaku sudah dilakukan pelatihan-pelatihan terlebih dahulu, baik dari tim dari Dinas Kesehatan maupun Gugus Tugas Pencegahan Covid-19 Provinsi Bali. “Kami mempersiapkan SDM-SDM kami dengan sungguh-sungguh agar bisa memverifikasi dengan tepat sasaran. Karena tim verifikator selain mengecek ke lapangan juga bertugas untuk memberikan pemahaman kepada pegawai usaha pariwisata agar benar-benar memahami masalah protokol kesehatan dan pencegahan tersebut,” jelasnya.
 
Teknis assessment sendiri pihaknya mengaku juga bekerja sama dengan pemerintah kab/kota. Ia mengaku untuk Resort, dan Hotel bintang lima diverifikasi oleh tim provinsi, sementara untuk homestay, hotel bintang 3 dan DTW diverifikasi oleh tim kab/kota. “Ini diperlukan pemahanan bersama sebelumnya dari semua tim, sehingga sudah kita lakukan TOT sebelumnya,” jelasnya.
 
Sementara untuk sertifikat sendiri nanti bisa diunduh di website dispardaprovbali.go.id setelah dinyatakan lulus oleh tim verifikator. “Bagi mereka yang sudah mengantongi sertifikat ini bisa dijadikan modal untuk menggaet wisatawan dan travel agent di luar negeri serta bisa membangun kepercayaan dan confident dalam mengelola usaha pariwisatanya,” tandasnya.
 
Ketua PHRI Bali I Gusti Agung Ngurah Rai Suryawijaya mengatakan ini langkah yang sangat baik untuk meningkatkan kualitas pariwisata Bali. “Saya mengapresiasi langkah cepat pemerintah dalam hal ini diwakili oleh Dinas Pariwisata Prov Bali untuk memulihkan pariwisata kita pasca Covid-19” jelasnya. Ia mengaku dari hasil webminar pariwisata yang dilakukan oleh Kementrian Pariwisata, sebagian masyarakat dunia sudah rindu berwisata ke Bali, bahkan dari 50 destinasi yang paling ingin dikunjungi pasca Covid-19, Bali masuk ke nomor 20 besar. “Berdasarkan polling, 80% penduduk Eropa sudah rindu ke Bali, 90% warga Australia sudah menunggu pariwisata Bali dibuka. Maka sertifikasi ini adalah langkah penting untuk menjawab kerinduan wisatawan tersebut,” imbuhnya.
 
Selain itu, Bali juga menambah indicator dalam penerapan protokol Covid-19 selain CHS itu sendiri. “Kami menambahkan contactless ke dalam indicator kami. Jadi wisatawan dan karyawan meminilasir kontak fisik dengan salah satu caranya adalah cashless,” imbuhnya. 
Ia berharap melalui ini sektor pariwisata di Bali bisa bangkit kembali, serta jumlah masyarakat yang terinfeksi COvid-19 melalui transmisi lokal bisa berkurang. “Kami berharap semua berjalan lancar dan astungkara Ida Sang Hyang Widhi Wasa memberkati. 5 Juli nanti aka nada persembahyangan bersama dipimpin oleh Gubernur Bali untku membuka pariwisata kita, dan oktober nanti jika keadaan bisa dikendalikan pariwisata internasional akan dibuka, karena dalam waktu dekat Eropa juga akan membuka perbatasan mereka. Kami harap semua berjalan lancar,” tandasnya.
 
Sementara itu, Ricky Putra General Manager Royal Santrian Resort menyatakan pihaknya sangat siap menjalan protokol new normal ini. Indicator-indikator yang ditetapkan sudah diterapkan di hotel tersebut. Selain itu karyawan hotelnya juga sudah dilatih untuk menerapkan protokol-protokol Covid-19
wartawan
Ayu Eka Agustini

Australia Dominasi Kunjungan Wisman ke Bali, India Posisi Kedua

balitribune.co.id I Badung - Wisatawan mancanegara (wisman) yang ke Bali pada tahun 2025 didominasi wisatawan dari Australia yakni sebanyak 1,6 juta kunjungan. Disusul wisman India pada posisi terbanyak kedua berkunjung ke Bali yang tercatat  570 ribu lebih. Di posisi ketiga yakni Tiongkok sebanyak lebih 520 ribu kunjungan.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

Ratusan Kaling dan Kadus se-Denpasar dikumpulkan, Ada Apa?

balitribune.co.id I Denpasar - Pemerintah Kota Denpasar mengumpulkan seluruh Kepala Lingkungan (Kaling), Kepala Dusun (Kadus), dan Kelian Adat se-Kota Denpasar di Graha Sewakadharma, Lumintang, Kamis (26/3/2026). Koordinasi ini bertujuan memperkuat persiapan penanganan sampah berbasis sumber menjelang penutupan TPA Suwung.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

Bupati Klungkung Optimis Kunjungan Wisata ke Bali Aman

balitribune.co.id I Semarapura - Bupati Klungkung I Made Satria memastikan kunjungan wisata ke Bali tetap aman meskipun kondisi global sempat memengaruhi jadwal penerbangan internasional menuju Pulau Dewata. Pemerintah Kabupaten Klungkung terus berkoordinasi dengan Pemerintah Provinsi Bali untuk menjaga stabilitas sektor pariwisata.

Baca Selengkapnya icon click

Ditinggal Mudik, Rumah Kosong Jadi Sasaran Patroli Polisi

balitribune.co.id I Gianyar - Ditinggal  mudik Idul Fitri 1447 Hijriah, sejumlah rumah kosong yang ditinggal pemiliknya menjadi titik rawan yang tak luput dari perhatian aparat kepolisian. Menjaga situasi kamtibmas tetap aman dan kondusif, personel Piket Patroli Kota Presisi Sat Samapta Polres Gianyar melaksanakan kegiatan patroli sambang ke permukiman warga yang ditinggal mudik, Kamis (26/3/2026) dini hari.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads
Bagikan Berita
news

Dikeluhkan Pelaku Usaha, Dewan Badung Siap Kaji Ulang Pajak Hiburan

Lorem, ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Aliquid, reprehenderit maiores porro repellat veritatis ipsum.