Ratusan PMI asal Gianyar Tunggu Giliran Berangkat | Bali Tribune
Diposting : 3 June 2021 20:19
ATA - Bali Tribune
Bali Tribune / Salah seorang PMI di Gianyar

 

balitribune.co.id | Gianyar - Dalam penantian panjangnya, hingga kini ratusan Pekerja Migran Indonesia ( PMI) asal Gianyar, masih menunggu giliran diberangkatkan ke Luar Negeri. Meski semua persyaratan dan kelengkapan legalitas sudah mereka penuhi namun peraturan dan kebijakan yang berbeda di negara tujuan masih menjadi hambatan.  

Dari data yang dihimpun di Dinas Ketenagakerajaan (Disnaker) Gianyar, tercatat ada sebanyak 196 PMI  yang sudah siap diberangkatkan. Sementera itu ribuan calon PMI lainnya masih proses melengkapi administrasi. Ironisnya, PMI asal Gianyar yang sudah siap brangkat ini sudah ada yang menanti dalam hitungan setahun lebih, setelah  dipulangkan dari negara tempat kerja sebelumnya.

Kadisnaker Gianyar, Anak Agung Dalem Jagadhita yang dikonfirmasi, mengungkapkan, PMI asal Gianyar yang sudah siap berangkat dan memiliki dokumen sah sebanyak 196 PMI. Dalam hal ini pihaknya memfasilitasi seluruh dokumen keberangkatan, sehingga ketika di negara tujuan mereka sudah melewati prosedural yang sah. “Dari jumlah itu, sementara masih menunggu panggilan dari perusahaannya. Mereka yang akan berangkat ini selain kontrak kerja baru ada juga yang kontrak kerjanya diperpanjang,’ ungkapnya.

Lanjutnya, untuk PMI yang berangkat tanpa disertai dokumen yang sah, dipastikan dipulangkan, mengingat pemeriksaan PMI saat ini semakin ketat. Disamping itu, belum semua negara bisa mempekerjakan PMI asal Indonesia. “Kondisinya masih buka tutup, saat ini sebagian besar lapangan kerja di darat, kalau di pesiar baru buka beberapa,” tambahnya.

Sedangkan PMI lain sekitar 1.500 warga Gianyar dipastikan juga siap-siap mengurus dokumen, bila negara tempat kerjanya sudah membuka PMI. Mereka itu, ada yang sedang mencari informasi secara mandiri, sebagian belum mengurus dokumen, dikarenakan negara sebagai tempat kerjanya belum buka. Ditegaskan, peluang PMI untuk kembali bekerja sesuai dengan perkembangan Covid-19 di setiap negara tujuan. Walau demikian dengan 196 PMI yang sudah memiliki dokumen legal, maka ada harapan bagi PMI yang lain. “Kondisinya di luar masih stagnan, baru sekitar 32 negara yang membuka untuk PMI,” tandasnya.