Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan.

Terdampak PPKM Darurat, Ratusan Pedagang Kecil Dibantu Beras

Bali Tribune/ BANTUAN - Pedagang kecil di Jembrana yang terdampak penerapan PPKM Darurat mendapatkan bantuan beras.

balitribune.co.id |  Negara - Penerapan PPKM Darurat yang telah berlangsung sejak dua pekan dampaknya dirasakan oleh masyarakat. Berbagai pembatasan yang diberlakukan berpengaruh terhadap ekonomi masyarakat. Berbagai upaya kini dilakukan untuk meringgankan beban ekonomi masyarakat di daerah. Salah satunya melalui pemberian bantuan beras.
 
Belum usai penanganan pandemi, kasus Covid-19 justru mengalami peningkatan yang signifikan sehingga diterapkan PPKM Darurat di wilayah Jawa-Bali. Berbagai pembatasan yang diberlakukan di masa PPKM Darurat juga berdampak terhadap perekonomian masyarakat. Tidak sedikit warga yang terdampak penerapan PPKM Darurat ini.
 
Seperti yang diungkapkan salah seorang pedagang, Gusti Putu Widyasari. Penjual sayur ini mengakui keadaan sejak kebijakan pusat menerapkan PPKM darurat menjadi lebih sulit. Warga Desa Dangintukadaya, Jembrana ini merasa terdampak dengan diberlakukannya sejumlah kebijakan di masa PPKM Darurat. Terutama adanya aturan pembatasan waktu berjualan membuat penjualannya juga ikut berkurang. “Keadaanya seperti ini, pendapatan juga berkurang. Mudah-mudahan semua bisa dapat bantuan," ungkapnya.
 
Kondisi dampak pandemi ini pun disikapi serius pemerintah daerah di Jembrana. Berbagai upaya dilakukan untuk meringgankan beban ekonomi masyarakat di masa PPKM Darurat. Setelah melakukan penyisiran dan refocusing APBD Kabupaten Jembrana tahun 2021, Pemerintah Kabupaten Jembrana telah menyalurkan bantuan sosial (bansos) berupa beras kepada sejumlah pedagang kecil yang terdampak penerapan PPKM darurat. Masing masing penerima bansos diberikan beras premium dengan sebanyak 15 kg.
 
Bupati Jembrana I Nengah Tamba saat pendistribusian bansos beras, Kamis (15/7/20217), mengatakan bantuan tersebut untuk meringankan sektor terdampak akibat sejumlah pembatasan dimasa PPKM darurat. "Bantuan ini murni kemanusiaan, tidak ada kepentingan apapun. Kita sadari akibat pandemi ini begitu banyak masyarakat kita terdampak," ujarnya.
 
Ia menjelaskan, bantuan ini diberikan secara selektif. Sebelumnya dipastikannya juga sudah melalui sejumlah tahapan seperti pendataan serta verifikasi. Untuk tahap awal ada 500 paket dibagikan tersebar di lima kecamatan di Jembrana. Penerima difokuskan bagi masyarakat yang belum pernah menerima bantuan pemerintah lain. Sehingga sebelum bantuan turun, diakuinya telah dilakukan verifikasi untuk menentukan warga yang berhak atas bantuan juga dilakukan oleh OPD terkait. Verifikasi tersebut juga diperlukan untuk menyesuaikan jumlah sasaran bantuan terhadap kemampuan anggaran daerah sehingga bantuan bisa tepat sasaran.
 
 "Kita maunya semua dapat bantuan, tapi tidak bisa. Harus selektif, karena anggaran pemerintah terbatas. Tapi kita akan berusaha membantu lainnya. Nanti kita sisir anggaran lagi. Saya dengar bantuan serupa dari pemerintah pusat juga akan turun, jadi bisa dialokasikan kepada lainnya," terang Tamba. 
 
Pihaknya juga mengajak pengusaha sukses Jembrana untuk ikut bergotong royong, saling membantu di masa pandemi ini. Salah satu bentuk gotong royong itu dengan menyisihkan rejeki untuk program CSR. 
wartawan
PAM
Category

Antusiasme Warga Padati Gilimanuk hingga Hutan Cekik Sambut Kedatangan Presiden Prabowo

balitribune.co.id | Negara - Masyarakat Kabupaten Jembrana tumpah ruah memadati kawasan Gilimanuk hingga Hutan Cekik pada Selasa (25/8/2026). Kedatangan ribuan warga dan pelajar ini guna menyambut kunjungan kerja perdana Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, yang diagendakan melakukan groundbreaking Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) di kawasan hutan Bali Barat.

Baca Selengkapnya icon click

Data 129 Ormas, Kesbangpol Badung Dorong Penataan dan Pemberdayaan

balitribune.co.id | Mangupura - Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kabupaten Badung mencatat sebanyak 129 organisasi kemasyarakatan (ormas) telah terdata hingga Agustus 2026. Ormas tersebut bergerak di berbagai bidang, di antaranya lingkungan hidup, seni budaya, pendidikan dan pengembangan sumber daya manusia, serta kesehatan.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads
Iklan icon ads
Iklan icon ads

Badung Ancam Cabut Izin Usaha Besar yang Abaikan Produk Lokal

balitribune.co.id | Mangupura - DPRD Kabupaten Badung menyiapkan aturan yang mewajibkan pelaku usaha besar, khususnya sektor pariwisata, menggunakan produk unggulan lokal. Pelaku usaha yang mengabaikan kewajiban tersebut nantinya dapat dikenai sanksi administratif secara bertahap hingga rekomendasi pencabutan izin usaha.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads
Bagikan Berita
news

Dikeluhkan Pelaku Usaha, Dewan Badung Siap Kaji Ulang Pajak Hiburan

Lorem, ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Aliquid, reprehenderit maiores porro repellat veritatis ipsum.