Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan.

Buaya di Tukad Sangsang Mati Tersangkut Jaring

Bali Tribune/ EVAKUASI – Petugas lakukan evakuasi bangkai buaya di Tukad Sangsang.


balitribune.co.id | Gianyar  - Hampir sebulan perburuan buaya yang nyasar di Tukad Sangsang, Desa Lebih, Gianyar, akhirnya ditemukan. Namun sayang, saat ditemukan warga, Kamis (15/7/2021) pagi, buaya sudah dalam keadaan mati terperangkap dalam jaring yang dipasang petugas. Selain buaya, seekor Lele master juga ikut tersangkut.
 
Kapolsek Gianyar Kompol I Gusti Ngurah Yudistira, S.H yang datang langsung ke lokasi mengungkapkan, pihaknya mendapat informasi temuan buaya ini dari petugas di lapangan. Namun, kondisi buaya yang sempat menggegerkan warga dan pemancing ini sudah dalam keadaan mati. "Buaya sudah dalam keadaan mati saat ditemukan oleh warga dan juga ditemukan satu ekor ikan lele yang cukup besar juga sudah dalam keadaan mati," ungkapnya.
 
Temuan buaya ini juga sudah dipantau langsung oleh pihak Perlindungan Balai Konserpasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Bali. Dari koordinasi petugas terkait, bangkai buaya itu diputuskan  dikubur langsung di kebun warga. "Meski seelor buaya yang berukuran 1,2 meter ini sudah ditemukan, namun kami dari BKSDA akan tetap melalukan pemantauan di sungai ini," terang Aan Sirojudin, salah seoramg petugas dari BKSDA Bali.
 
Sebelumnya, temuan buaya hebohkan dunia medsos dan warga masyarakat setelah beredarnya foto yang diunggah, oleh seorang pemancing, Jembatan Sungai Sangsang di Perbatasan Desa Tulikup dan Lebih, Gianyar. Petugas BPBD Gianyar dan petugas gabungan turun lokasi, memastikan keberadaan buaya itu bukan hoaks. Namun sayang, meski posisinya sempat ditemukan, namun perburuan buaya itu sangat sulit lantaran areal sungai yang luas.
 
Buaya itu pertamakali diketahui oleh Ketut Budiawan (31) warga Banjar Roban, Bitera, Gianyar saat mancing ikan di muara Sungai Sangsang. Saat itu Ketut melihat seekor buaya sedang berjemur diatas kayu di Sungai. Ketut Budiawan sempat mengabadikan buaya jenis muara tersebut dan diunggah ke messnger. Hasil jepretan HP Ketut menjadi ramai di media sosial. petugas BKSDA, Bali Safari, Kepolisian dan sejumlah instansi terkait turun ke lokasi hingga akhirnya ditemukan. 
wartawan
ATA
Category

Perkuat Komitmen Pembangunan Ruang Terbuka Hijau, Bupati Resmikan Lapangan dan Taman Desa Adat Angantaka

balitribune.co.id | Mangupura - Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa meresmikan Lapangan dan Taman Desa Adat Ida I Gusti Ngurah Gde Abian, Desa Adat Angantaka, Abiansemal, Selasa (3/3). Peresmian yang bertepatan dengan Rahina Purnama Sasih Kesanga tersebut ditandai dengan pemotongan pita oleh Bupati sebagai simbol difungsikannya fasilitas publik bagi masyarakat Desa Angantaka.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

Kasanga Festival 2026 Siap Digelar, 16 Besar Ogoh-Ogoh Akan Ikuti Pawai dan Suguhkan Penampilan Kesenian

balitribune.co.id | Denpasar - Pemerintah Kota Denpasar kembali akan menggelar Kasanga Festival (Kasangafest) ke-4 pada 6 - 8 Maret 2026 di kawasan Catur Muka dan Lapangan Puputan Badung. Tak seperti tahun lalu, pelaksanaan parade ogoh-ogoh dilakukan dengan sistem parade seperti peed aye saat Pesta Kesenian Bali (PKB). Selain itu, Kasanga Festival tahun ini difokuskan pada penampilan seni, tanpa ada konser musik.

Baca Selengkapnya icon click

7 Proyek Vila Melanggar, Komisi I Rekomendasikan Penghentian Paksa

balitribune.co.id I Tabanan  – Komisi I DPRD Tabanan merekomendasikan penghentian paksa tujuh proyek pembangunan vila liar di Desa Kaba-Kaba dan Desa Cepaka, Kecamatan Kediri.

 

Ketujuh proyek vila milik investor luar daerah itu disetop pengerjaannya karena mencaplok sempadan sungai dan melanggar Kawasan Pertanian Pangan Berkelanjutan (KP2B).

 

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

Pemkot Denpasar Ajak Seluruh Stakeholder Jaga Keamanan, Kondusifitas dan Kelancaran Rangkaian Hari Suci Nyepi

balitribune.co.id | Denpasar - Sekretaris Daerah Kota Denpasar, I Gusti Ngurah Eddy Mulya mengajak seluruh stakeholder untuk bersama-sama menjaga keamanan, kondusifitas dan kelancaran Rangkaian Hari Suci Nyepi Caka 1948 Tahun 2026. Rangkaian tersebut dimulai dari Pelaksanaan Prosesi Makiyis/Melasti, Tawur Agung Kesanga, Malam Pangerupukan, Nyepi dan Ngembak Geni.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads
Bagikan Berita
news

Dikeluhkan Pelaku Usaha, Dewan Badung Siap Kaji Ulang Pajak Hiburan

Lorem, ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Aliquid, reprehenderit maiores porro repellat veritatis ipsum.