Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan.

Pindekan sebagai Bagian dari Budaya Subak

Bali Tribune / I Gede Anom Ranuara

balitribune.co.id | Denpasar - Musim angin tiba, selain layangan ada satu budaya permainan yang digandrungi muda-mudi Bali yaitu "pindekan". Tidak hanya sekadar permainan, pindekan merupakan bagian dari budaya Subak di Bali.

Pindekan adalah sebutan baling-baling khas Bali. Dibuat dengan bahan-bahan organik seperti kayu dan bambu. Dengan suara khasnya, pindekan biasanya akan ditemukan di persawahan ataupun ladang warga.

Budayawan dan Sastrawan Bali, I Gede Anom Ranuara (53) menjelaskan pada dasarnya pindekan berasal dari budaya Subak. Dimana secara umum, di 'carik subak' atau sawah ada yang disebut dengan Patakut.

Anom mengatakan, dalam lontar disebutkan "ketika petani diresahkan oleh hama burung, maka munculah patakut". Seperti namanya, patakut diartikan sebagai hal-hal yang membuat hama burung tersebut takut dan tidak menyerang padi-padi di sawah.

Maka, ditinjau dari fungsinya, pindekan adalah salah satu bagian dari patakut tersebut. Dimana dengan suaranya yang nyaring akan menghalau hama-hama burung.

Lebih lanjut Anom menjelaskan, pindekan atau dalam sastra disebut dengan Cicingaran merupakan satu paket dalam komponen Rare Angon. Namun biasanya dibuat berpasangan, yaitu antara Pindekan simbol Rare Angon (laki) dan Sunari simbol Rare Cili (wanita).

Ia juga mengatakan, keberadaan pindekan menjadi wajib ketika akan mengadakan upacara seperti Ngenteg Linggih Maligia Punggel. Tidak hanya itu, ada pula komponen Rare Angon lainnya seperti layangan.

Sementara, Rare Angon sendiri berasal dari kata Rare yang merupakan simbol pikiran dan Angon yang artinya mengembara. Maka dapat diartikan Rare Angon merupakan simbolisasi dari pikiran yang terus mengembara.

Dimana, lanjut Anom bahwa dalam proses pengembaraan pikiran akan ada rotasi, yang dimaksud yaitu fase naik turunnya kehidupan. Sebagaimana halnya dengan putaran-putaran yang diperlihatkan sebuah pindekan.

Putaran tersebut bukan tanpa sebab, tentunya digerakan oleh angin. Dalam konteks rotasi tadi, yang menggerakan perputaran itu ialah "bayu" yaitu pertemuan antara api dan air, atau emosi dan ketenangan. Dari kombinasi itulah kemudian akan menciptakan tenaga atau power sebagai muaranya.

Salah seorang penggemar pindekan, I Wayan Bagia Artha (43), secara singkat memaparkan proses pembuatan pindekan. Dimulai dari mencari hari baik atau dewasa ayu. Disebutkan ada 2 komponen pokok pindekan, baling-baling dan bambu kaki tumpuan.

Pada umumnya bahan yang dipakai membentuk baling-baling adalah batang pohon waru. Dikarenakan teksturnya sehingga mudah untuk diproses. Adapun kayu jenis lain yang juga bisa digunakan, seperti kayu bayur, duren, nyantuh, balangan, gegirang dll, yang intinya ringan.

Bahan waru yang masih berupa glondongan, dikeringkan terlebih dahulu dengan media sinar matahari selama kurang lebih 2 bulan. Kayu dijemur sampai kambium hilang dan lapis kayu menghitam.

Sementara, persiapkan pula bambu bumbung penopang utama dan tiang berupa bambu dengan panjang minimal 8 meter. Lalu daun kelapa yang dibuat membentuk anyaman utama motif "klabang mantri" yang diisi serabut ijuk untuk penyeimbang arah angin dan bidak "tongkok songlo" arah angin.

Adapun alat yang digunakan selama proses, biasanya Ia menggunakan alat manual seperti gergaji, pemutik serutan kayu, pilu serut yuyu, pensil, meteran dan blakas.

Kemudian proses dimulai dengan membuat bakalan sesuai panjang yg di inginkan, umumnya panjang 230 cm dengan mengutamakan simetris bodi pindekan tampak depan untuk mendapatkan putaran yang seimbang dari porosnya sehingga menciptakan putaran yang konstan.

Dilanjutkan mencari bunyi di ujung bodi sisi lainnya, yang Ia istilahkan dengan "ceguk kerong". Untuk menyesuaikam suara, ritme, dan melodi yang dikehendaki (berbagai tabuh pukulan kendang tunggal).

Bagia merupakan anggota tim Pelangi Bali, yang konsisten mengadakan kompetisi layangan dan pindekan. Ia terbiasa dengan aktifitas membuat pindekan sejak 1989, atau semenjak Ia menetap di Banjar Biaung, Desa Adat Kesiman.

Dalam perlombaan Ia dan tim biasanya menilai berdasarkan kebulatan suara (kental nada tetabuhan gedig), ketahanan suara (durasi suara yang dihasilkan), disiplin waktu (penyegelan tali ikat di tiang dan pindekan di cap khusus), dan panjang pindekan. Di akhir penilaian, akan dicek ulang bodi keutuhan bodi pindekan.

wartawan
M3

KUA-PPAS RAPBD 2027 Bangli Resmi Disepakati, DPRD Harap Arah Anggaran Berpihak ke Rakyat

balitribune.co.id | Bangli – DPRD Kabupaten Bangli bersama Pemerintah Daerah Kabupaten Bangli resmi menyepakati Kebijakan Umum Anggaran (KUA) serta Prioritas dan Plafon Anggaran Sementara (PPAS) Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (RAPBD) Tahun Anggaran 2027. Kesepakatan ini dituangkan melalui penandatanganan Nota Kesepakatan dalam Rapat Paripurna DPRD Bangli, Selasa (11/8/2026).

Baca Selengkapnya icon click

Gerebek Five Stars Bali, Polisi Tetapkan 5 Tersangka dan Buru 2 Bandar

balitribune.co.id I Denpasar - Setelah menjalani pemeriksaan secara intensif, penyidik Subdit IV Direktorat Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri akhirnya menetapkan lima orang tersangka kasus tindak pidana narkotika hasil penggerebekan Tempat Hiburan Malam (THM) Five Stars di Jalan Mahendradata, Jumat (07/08/2026) dini hari lalu. Sementara dua orang masih buron alias masuk Daftar Pencarian Orang (DPO).

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

66 WNA Terindikasi Langgar Administrasi Keimigrasian, Patroli Dharma Dewata Perketat Pengawasan 

balitribune.co.id I Denpasar - Pengawasan terhadap warga negara asing (WNA) di Bali terus diperketat. Dalam sepekan terakhir, Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Imigrasi Bali menjaring 66 WNA dari 27 negara yang terindikasi melakukan pelanggaran keimigrasian.

Baca Selengkapnya icon click

Sopir Truk Masih Parkir Liar di Depan Terminal Mengwi, Dishub Siapkan Tilang

balitribune.co.id I Mangupura - Larangan parkir di depan Terminal Tipe A Mengwi, Badung, masih saja dilanggar. Sejumlah sopir truk nekat memarkir kendaraan berukuran besar di Jalan Jaksa Agung R Soeprapto, meski kawasan tersebut sudah dipasangi spanduk larangan parkir dan berkali-kali ditertibkan.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

Buntut Penggeledahan oleh Kejari, Sekda Bakal Panggil Jajaran Diskes Tabanan

balitribune.co.id I Tabanan – Sekretaris Daerah (Sekda) Tabanan I Gede Susila berencana memanggil jajaran pimpinan Dinas Kesehatan (Diskes) terkait aksi penggeledahan yang dilakukan Kejaksaan Negeri (Kejari) setempat.

Rencana ini untuk mendapatkan konfirmasi internal mengenai dugaan kasus korupsi anggaran bahan bakar minyak (BBM) dan makan minum (mamin) yang tengah disidik.

Baca Selengkapnya icon click

Kejari Tabanan Teliti Barang Bukti Usai Geledah Kantor Dinkes

balitribune.co.id I Tabanan – Penyidik Kejaksaan Negeri (Kejari) Tabanan mulai meneliti seluruh barang bukti yang disita dari hasil penggeledahan di Kantor Dinas Kesehatan (Dinkes) setempat.

Ini dilakukan sebagai langkah persiapan sebelum tim penyidik melanjutkan pemeriksaan saksi-saksi secara bergelombang terkait dugaan korupsi anggaran BBM dan makan minum tahun 2023-2025 di Dinkes Tabanan tersebut.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads
Bagikan Berita
news

Dikeluhkan Pelaku Usaha, Dewan Badung Siap Kaji Ulang Pajak Hiburan

Lorem, ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Aliquid, reprehenderit maiores porro repellat veritatis ipsum.