Lagi, Polda Bali Kecolongan, Bareskrim Bongkar Laboratorium Narkoba di Pecatu | Bali Tribune
Diposting : 19 November 2024 13:14
RAY - Bali Tribune
Bali Tribune / ILUSTRASI (ist)

balitribune.co.id | Denpasar - Direktorat Reserse Narkoba (Dit Res Narkoba) Polda Bali kembali kecolongan. Untuk kedua kalinya, Bareskrim Polri melalalui Subdit 3 Dit Tindak Pidana Narkoba bongkar laboratorium rahasia (clandestine lab) narkoba di Bali. Kali ini, laboratorium narkoba jenis hasis padat dan cair itu terdapat di salah satu Villa di Jalan Cempaka Gading, Ungasan, Uluwatu, Senin (18/10) pukul 17.00 Wita, Sementara sebelumnya Bareskrim Polri juga membongkar laboratorium narkoba di Sunny Village, Desa Tibubeneng, Kecamatan Kuta Utara, Kabupaten Badung, Kamis (2/5/2024). Ada apa dengan Polda Bali?

Informasi yang dihimpun Bali Tribune mengatakan, pengungkapan ini merupakan pengembangan dari penangkapan di daerah Istimewa Yogyakarta dengan barang bukti 25 Kg pada September lalu. Kepada petugas pelaku mengakui bahwa barang haram sebanyak itu diproduksi di Bali. Hasil penyelidikan, didapati bukti pendukung, yaitu terdapat pengiriman mesin cetak H5, evapub Hasis dan Pods system serta beberapa prekursor atau bahan kimia, serta alat-alat laboratorium. Sebagian barang itu didatangkan dari Tiongkok dan beberapa negara lain. Barang - barang tersebut masuk ke Indonesia melalui Cargo Bandara Internasional Soekarno Hatta kemudian dikirim ke Bali.

"Mesin cetak narkotika sebesar itu dan bahan baku sebanyak itu, diperkirakan mampu produksi Hasis dalam jumlah yang fantastis," ungkap seorang sumber di Denpasar, Selasa (19/11). 

Dari penggerebekan itu diamankan terduga bandar atas nama DAH (28). Namun penangkapannya berlangsung dramatis karena DAH sempat berusaha kabur dengan berlari dari lantai satu ke lantai tiga kemudian loncat dari jendela lantai tiga yang mengakibatkan patah kaki dan saat ini dirawat di RS Trijata Polda Bali.

Berdasarkan penyelidikan, diketahui bahwa lokasi pabrik narkotika berada di Bali namun berpindah - pindah tempat. Awalnya, laboratorium rahasia (clandestine lab) jenis Hasis itu terdeteksi di seputaran Jalan Gatot Subroto Barat, kemudian bergeser ke Padangsambian, dan terakhir diketahui berada di Uluwatu. Hasil penggeledahan ditemukan narkotika dan prekursor narkotika yang sudah jadi dan ada bahan masih mentahan dalam villa lantai tiga.

Sejumlah barang bukti yang diamankan dari hasil penggerebekan itu, diantaranya 18 Kg Hasis padat kemasan sebanyak 180 batang, 12,9 Kg Hasis padat dalam kemasan 253 batang, 35.710 butir pil happy five, 765 buah Cartridge berisi Hasis cair. Selain itu, bahan mentahan, seperti 6000 Cartridge kosong belum jadi. 270 Kg bahan baku Hasis bubuk.

"Jika diproduksi mendapat Hasis padat  2.700 batang. Sedangkan 107 Kg bahan Happy Five, kalau dibikin makan menjadi 3.210.000 butir. Ada 12 liter minyak ganja,  7 Kg bubuk ganja yang digunakan sebagai campuran pembuat Hasis. Dan lima batang Ganja kurang lebih 10 Kg sebagai campuran Hasis," terang sumber yang namanya dirahasiakan ini.

Terkait pengungkapan ini, beredar undangan jumpa pers yang akan dipimpin Kombespol Suhermanto selaku Kasubdit 3 Dit Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri yang akan dilaksanakan di lokasi hari ini, Selasa (19/11) sekitar pukul 15:00 Wita.