balitribune.co.id | Tabanan - Bupati Tabanan I Komang Gede Sanjaya melakukan peninjauan proses konstruksi dan restorasi Taman Bung Karno, Selasa (27/9). Dalam peninjauan lokasi konstruksi tersebut, Bupati Sanjaya menjelaskan tentang hostori dan sejarah pembangunan serta relokasi patung Bung karno yang tadinya ada di Bundaran Kediri, ke Taman Bung Karno Tabanan. Fokus pembangunan kini ada pada penataan taman memperhatikan etika, estetika serta nilai seni dan budaya
Patung Bung Karno kini akan di posisikan di tempat terbaik di Tabanan. Taman Bung Karno ini nantinya akan dibangun sedemikian rupa di mana masyarakat akan bebas melaksanakan beragam kegiatan atau sekedar berkumpul dan berolahraga. Taman Bung Karno ini juga didesain sedemikian rupa, sehingga akan menjadi lokasi strategis dan instagenic bagi seluruh lapisan masyarakat dari Tabanan, luar Tabanan, luar provinsi Bali, bahkan dari mancanegara, bisa mengenal Taman Bung Karno ini dengan baik sebagai ciri khas sekaligus spot wisata di kabupaten Tabanan.
“Pembangunan ini akan terus kita tinjau, sehingga apa yang menjadi harapan masyarakat dan harapan kita bersama bisa berjalan dengan baik. nantinya Taman Bung Karno ini agar bisa difungsikan untuk berbagai aktifitas masyarakat, dan penataannya yang baik juga bisa menarik minat masyarakat untuk melakukan swafoto dan bisa disebarkan di media sosial,” ujar Bupati Sanjaya.
Bupati Tabanan meminta kepada kadis PUPR serta pihak pelaksana proyek, agar pengerjaan proyek ini betul-betul bisa diperhatikan dari segi kualitas. “Perhatikan segi kualitas, dan estetika, bagaimanapun, Taman Bung Karno ini nantinya akan menjadi ikon dari Kabupaten Tabanan,” imbuhnya.
Kepala Dinas PUPR Made Dedy Darmasaputra menyatakan siap melaksanakan tugas yang diminta oleh Bupati Sanjaya. “Kami siap akan melaksanakan tugas dan pengawasan pengerjaannya nanti akan diawasi secara eksternal dan internal dari dinas PUPR sendiri,” ujarnya.