balitribune.co.id | Bangli - Hujan lebat yang mengguyur wilayah Bangli mengakibatkan kerusakan jalan di beberapa titik. Hingga tanggal 9 Oktober terdata kerusakan jalan terjadi di 14 titik yang tersebar di 4 kecamatan. Estimasi anggaran yang dibutuhkan untuk perbaikan fasiltas jalan berikut bangunan pendukung capai Rp 6,5 milair lebih.
Kabid Bina Marga Dinas PUPR Perkim Bangli, I Wayan Lega Suprapto mengatakan hujan lebat yang terjadi sejak beberapa hari lalu akibatkan kerusakan asset jalan. Dari hasil pendataan kerusakan terjadi di 14 titik yang tersebar di 4 kecamatan.
Kata Lega Suprapto didampingi JFTeknik Jalan dan Jembatan, I Wayan Miarsa dari 14 titik kerusakan terparah terjadi di ruas jalan Bengang-Payuk, Desa Peninjoan, Kecamatan Tembuku. Jalan penghubung kedua dusun tersebut putus, sehingga praktis tidak bisa di lalui. Dari hasil survai badan jalan sepanjang 15 meter dengan lebar 6 meter dengan ketinggian 7 meter tersebut amblas.”Dari hasil kajian untuk perbaikan jalan tersebut habiskan anggaran sekitar Rp1,25 Miliar,” ujarnya, Senin (10/10/).
Lanjut Lega Suprato hujan lebat juga akibatkan bahu jalan Songan –Belandingan Kecamatan Kintamani ambrol . Untuk sementara jalan masih bisa dilewat kendaraan. Untuk pertahankan badan jalan maka perlu dibuat Dingding Penahanan Tanah (DPT).”Estimasi anggaran yang dibutuhkan untuk pembuatan DPT berikut sarana pendukungnya sekitar 1,1 miliar lebih,” jelas kabid asal Desa Manikliyu, Kecamatan Kintamani ini.
Menurut Lega Suprapto dengan tofografi Bangli yang berada di dataran tinggi dengan struktur tanah berpasir memang riskan terjadi longsor disaat musim penghujan. Dari 14 titik kerusakan secara keseluruhan perlu dibangun DPT.
Lantas disinggung alokasi anggaran untuk perbaikan asset jalan di 14 titik tersebut, kata Lega Suprapto untuk anggaran Pemkab Bangli akan mengajukan permohonan bantuan ke Pemprov Bali.
”Kami sebatas membuat rekapitulasi dan estimasi kerugian asset jalan, nanti permohonan bantuan ke Pemprov akan difalisilitasi lewat Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Penelitian dan Pengembangan Bangli,” jelas Lega Suprapto.