Bantu Petani, Balitbang Badung Kembangkan Aplikasi “Tanaman Berbicara” | Bali Tribune
Diposting : 27 December 2022 20:14
ANA - Bali Tribune
Bali Tribune / TAMARA- Aplikasi TAMARA berfungsi untuk memudahkan pengguna dalam melakukan monitoring pada tanaman dimana pengguna dapat melakukannya dari jarak yang jauh hanya dengan jaringan internet.
balitribune.co.id | Mangupura - Musim kemarau para petani yang ingin tetap bercocok tanam harus mengeluarkan tenaga dan biaya ekstra melakukan penyiraman secara manual dan memantau kualitas tanah agar tanamannya bisa tumbuh subur. Selain itu, dalam bidang pertanian, petani tidak bisa hanya mengandalkan tenaga tetapi juga diperlukan pemikiran yang cerdas dan kreatif untuk dapat memaksimalkan hasil pertanian tersebut.
 
Untuk mengatasi kendala tersebut diperlukan suatu terobosan terbaru untuk membantu petani agar lebih mudah memantau kondisi tanamannya. Terobosan tersebut pun dilakukan oleh Badan Penelitian dan Pengembangan Kabupaten Badung. Sebagai badan yang membidangi perkembangan teknologi dan inovasidi Kabupaten yang berlambang keris ini, Balitbang merancang suatu teknologi untuk membantu petani menjaga kualitas varietas pertaniannya.
 
Inovasi teknologi pertanian ini disebut dengan istilah ‘TAMAR’ atau Tanaman Berbicara. 
 
Kepala Balitbang Kabupaten Badung, I Wayan Suambara didampingi Kepala Bidang Pengembangan Teknologi dan Inovasi (PIT) Balitbang, I Komang Suantara menjelaskan,  TAMARA ini adalah teknologi pertanian yang dikembangkan menggunakan basis Internet of Things (IoT). “TAMARA didesain untuk mengukur tingkat kelembaban tanah, intensitas cahaya, suhu, unsur hara dari lahan pertanian menggunakan deteksi sensor. TAMARA akan memantau kondisi tanaman setiap saatnya. Apabila kondisi tanah kering maka TAMARA akan secara otomatis berfungsi menyiram tanaman untuk menjaga kelembabannya, demikian juga apabila tanaman kekurangan unsur hara maka aplikasi TAMARA akan secara langung menebar pupuk untuk menjaga kestabilan unsur hara tanaman. Alat ini memiliki tiga fungsi yaitu Observing System, Analyze System dan Text-to-Speech System. Ketiga fitur ini membantu petani untuk memantau, menganalisis dan berbicara dengan tanaman mereka,”ujarnya saat dihubungi, Selasa (27/12).
 
Lebih lanjut Suambara menjelaksan, aplikasi TAMARA merupakan aplikasi monitoring dan manajemen tanaman otomatis berbasis Internet of Things. Aplikasi TAMARA memungkinkan pengguna untuk mengetahui keadaan tanaman dari jarak yang jauh hanya dengan jaringan internet. Aplikasi dapat menampilkan status dan kondisi tanaman seperti suhu, pH tanah, dan lain-lain melalui antarmuka Android. Teknologi lainnya yang akan diterapkan pada aplikasi yaitu teknologi Artificial Intelligent (kecerdasan buatan) berupa Text to Speech (TTS) dan Speech to Text (STT). “Pengguna dapat memberikan perintah suara pada Aplikasi TAMARA yang nantinya perintah tersebut akan ditanggapi oleh aplikasi. Aplikasi TAMARA akan menampilkan tanggapan berupa teks dan suara kepada pengguna. Teknologi TTS dan STT ini akan memudahkan pengguna dalam menggunakan aplikasi dan membuat aplikasi menjadi lebih seperti manusia serta pintar,”terangnya.. 
 
Untuk alur kerja Aplikasi ini, kata mantan Asisten II Setkab Badung ini,  ketika tanaman dalam keadaan kurang baik seperti kekurangan air, nutrisi, dan lain-lain, sistem akan secara otomatis memberikan aksi perawatan seperti menyiram dan memberi pupuk sesuai dengan keadaan tanaman. Sistem juga akan memberikan notifikasi peringatan kepada pengguna tentang keadaan tanaman. “Sistem akan memperlihatkan status yang detail mengenai keadaan tanaman tersebut seperti pH tanah, suhu, dan lain-lain sehingga pengguna akan mengetahui secara rinci mengenai keadaan tanaman tersebut. Notifikasi juga akan dikirimkan ke pengguna setiap kali sistem memberikan perawatan pada tanaman seperti penyiraman, pemberian pupuk otomatis maupun gangguan hama,”papar Suambara.
 
Sebelumnya pihak Balitbang bersama Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Badung dan Kepala Unit Pelaksana Teknis (UPT) Badan Penyuluh Pertanian Abiansemal (BPP) melakukan kunjungan ke BPP Abiansemal dalam rangka pemantauan dan evaluasi Aplikasi dan alat Internet of Things (IoT) TAMARA. “Kedepan peralihan pertanian konvensional menuju pertanian modern harus terus dilakukan agar kualitas varietas pertanian meningkat serta menciptakan kesejahteraan bagi petani sebagai garda utama pangan nasional,” ungkapnya.