balitribune.co.id | Negara - Arus pelaku perjalanan masuk Bali melalui jalur darat hingga kini masih terus mengalami peningkatan signifikan. Puncak arus pelaku perjalanan masuk Bali di Pelabuhan Penyeberangan Gilimanuk diprediksi terjadi mulai Kamis (29/11) hari ini. Berbagai upaya dilakukan untuk mengantisipasi lonjakan arus masuk Bali saat libur pergantian tahun.
Sejak akhir pekan lalu, arus pelaku perjalanan masuk Bali melalui Pelabuhan Penyeberangan mengalami peningkatan. Sesuai dengan pengalaman BPTD Gilimanuk, puncak arus mudik ke Bali rangkaian Tahun Baru diprediksi mulai Kamis hari ini hingga di pengujung tahun pada Sabtu (31/12) mendatang mendatang. Bahkan Kordinator Satpel BPTD Pelabuhan Gilimanuk, I Nyoman Sastrawan mengatakan pelaku perjalanan yang masuk Bali meningkat cukup signifikan dibanding tahun sebelumnya.
Kendati jumlah pelakukan perjalanan yang masuk Bali mengalami peningkatan yang signifikan, nanum pihaknya memastikan aktivitas penyeberangan masih terpantau normal, “penyebrangan juga normal," ujarnya. Sedangkan menurutnya puncak arus balik libur tahun baru diprediksi akan terjadi setelah pergantian tahun yakni mulai Minggu (1/1) hingga Rabu (4/1) mendatang. "Kalau arus balik diprediksi mulai tanggal 1 Januari siang. Itu kemungkinan berlangsung hingga 3 atau 4 Januari mendatang," ungkapnya.
Ditengah meningkatnya arus pengguna jasa penyeberangan di jalur Ketapang-Gilimanuk, pihakany menyatakan berbagai kemungkinan telah diantisipasi. Salah satunya cuaca di jalur penyeberangan linyas Jawa-Bali. Kendati secara umum cuaca di perairan selat Bali menurutnya masih normal, namun saat ini dilakukan antisipasi terhadap hujan deras. Apabila hujan deras praktis perairan juga terjadi kabut sehingga mempengaruhi jarak pandang. Dengan kondisi tersebut, aktivitas pelabuhan ditutup sementara.
"Jika cuaca buruk, kita sepakati menutup sementara lintasan Ketapang-Gilimanuk," tegasnya. Antisipasi juga dilakukan terhadap armada kapal. Sesuai jadwal yang ia terima dari pengelola pelabuhan Gilimanuk, pola operasi kapal dikatakannya sudah berubah. Sebelumnya 28 kapal kini menurutnya sudah menjadi 32 kapal. Kendati penambahan jumlah operasional kapal akan berlangsung hingga 7 Januari 2023 mendatang, namun menurutnya tetap sesuai kebutuhan. sebelum atau setelah itu bisa tetap dan bisa berubah.
"Tapi kalau untuk tripnya masih sama, jumlahnya 8 trip," ungkapnya. Selain peningkatan jumlah operasional kapal yang melayani penyeberangan di jalur Ketapang-Gilimanuk, untuk port time atau waktu bongkar muat kapal di kedua pelabuhan penyebrangan (Gilimanuk-Ketapang) juga dipersingkat menjadi maksimal 30 menit. Namun ia mengakui pada umumnya waktu bongkar muat dilakukan di bawah waktu maksimal tersebut. "Biasanya 27, 28 menit itu sudah selesai port time. Maksimalnya 30 menit," tandasnya.
Pelaku perjalan yang masuk Bali melalui Pelabuhan Penyeberangan Gilimanuk tersebut didominasi Wisatawan domistik yang akan berlibur di pulau dewata selama libur Natal dan Tahun Baru. Berdasarkan data yang berhasil dihimpun, pejalan kaki mengalami peningkatan sebanyak 167 persen lebih tinggi dari tahun sebelumnya, kendaraan pribadi mengalami peningkatan 119 persen, begitupula bus jmengalami peningkatan 136 persen. Untuk truk logistik turun 24 persen turun dari tahun sebelumnya.
Manajer Usaha ASDP Gilimanuk Djumadi mengatakan pelayanan yang disediakan pihak ASDP untuk pejalan kaki digunakan mesin pending, untuk roda 2 yang sehariannya 2 loket sekarang ditambah 4 loket menjadi 6 loket, sementara untuk kendaraan roda empat yang kesehariannya 4 lokat sekarang ditambah 2 loket portable. Sedangkan waktu berlayar juga menurutnya 48 menit, “Hingga saat ini dalam 24 jam dioprasikan 28 kapal setiap dermaga 4 grouping, untuk waktu berlayar selama 48 menit,” tandasnya.