Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan.

Prajuru Desa Adat Jehem Datangi Dewan, Perjuangkan Pembongkaran Talang Air yang Ganggu Upacara

DPRD Bangli
Bali Tribune / MENDATANGI - Prajuru desa adat Jehem, Kecamatan Tembuku mendatangi gedung DPRD Bangli, Kamis (12/2)

balitribune.co.id | Bangli - Prajuru desa adat Jehem, Kecamatan Tembuku mendatangi gedung DPRD Bangli, Kamis (12/2). Kedatangan tokoh masyarakat Jehem ini tiada lain untuk mempertahankan kepemilikan aset berupa talang air yang rencananya akan dibongkar karena dianggap mengganggu aktivitas warga terutama saat melangsungkan upacara keagaman. Dalam pertemuan yang difasilitasi Ketua DPRD Bangli, I Ketut Suastika tersebut dihadiri  Kabag Tata Pemerintahan, Kabag Hukum, Kabid Sumber Daya Air Dinas PUPR Perkim Bangli dan Bagian Aset

Bendesa Adat Jehem, Ketut Lenju mengatakan, posisi talang air berada diatas yang membelah badan jalan utama. 

“Talang air tersebut tidak berfungsi lagi atau tidak ada air melintasi talang air tersebut,” ujarnya.

Menurut Ketut Lenju, keberadaan talang air tersebut sangat mengganggu aktivitas warga terutama saat melangsungkan upacara keagamaan. Semisal saat berlangsung piodalan di Pura Dalem Desa Adat Jehem. Sesuai tradisi pelelawatan yang berstana di Pura Setengah  lunge dan melinggih di Pura Dalem selama piodan berlangsung.

”Karena jalan utama menuju Pura Dalem ada talang air maka untuk menuju pura Dalem harus melewati pemukiman warga,” ungkapnya. Oleh karena itu ada keinginan dari masyarakat ingin membongkar talang air tersebut. 

“Kalau persetujuan dari subak untuk pembongkaran sudah ada, bahkan kami sudah sempat menelusuri aset tersebut hingga di Balai Wilayah Sungai (BWS Bali-Penida) dan ternyata talang air tersebut tidak tercatat sebagai aset,” jelasnya.

Kabid Aset BKPAD Bangli, Sang Kompiang Gede Suyastawan menyatakan, dari hasil penelusuran tercatat ada pembangunan infrastruktur di Daerah Irigasi Uma Bila di tahun 1986 dengan anggaran Rp 98 juta. Namun demikian catatan tersebut tidak merinci secara detail apakah bangunan talang tersebut ada didalamnya dan ini perlu didalami oleh Dinas PUPR Perkim.

”Aset tersebut tidak tercatat milik daerah,” ujarnya

Sementara Kabag Hukum Setda Bangli, Nyoman Purnamawati untuk mengetahui kepastian hukum terhadap aset tersebut perlu dilakukan penelusuran.  Jika aset tersebut tidak tercatat baik di daerah di balai maka sebelum dilakukan pembongkaran harus didukung dokumen yang jelas dan kami siap memfasilitasi terkait dokumen yang dibutuhkan,” jelasnya.

Ditemui usai pertemuan Ketua DPRD Bangli, I Ketut Suastika mengatakan, kedatangan prajuru adat Jehem adalah untuk mempertanyakan terkait kepemilikan  aset berupa talang air tersebut.

”Talang air tersebut talang lama dan sudah kadaluarsa bahkan tidak ada yang tahu tanggal pembuatanya, kondisinya saat ini rusak berat dan sangat membahayakan,” ujar Suastika.

Disamping itu, keberadaan talang tersebut sangat mengganggu warga saat melaksanakan upacara keagamaan.

”Ternyata dari hasil penelusuran ternyata talang air tersebut tidak tercatat sebagai aset milik Kabupaten dan Balai serta Provinsi dan kesimpulan dalam rapat tadi Kabag Hukum akan memfasilitasi untuk dokumen pembongkaran,” tegas Ketut Suastika.

wartawan
SAM
Category

Dari Jaringan hingga Logistik, Langkah Nyata Telkomsel Dampingi Pemulihan Flores

balitribune.co.id | Flores - Telkomsel terus menunjukkan kepedulian terhadap masyarakat terdampak gempa di Flores, Nusa Tenggara Timur. Melalui semangat “Melayani Sepenuh Hati”, Telkomsel menyalurkan bantuan kemanusiaan di tiga titik terdampak sebagai bagian dari dukungan terhadap proses tanggap darurat dan pemulihan masyarakat.

Baca Selengkapnya icon click

Eks PMI Alih Profesi Jual Rokok Ilegal, 2 Ribu Bungkus Disita

balitribune.co.id I Negara - Niat memutar modal hasil merantau di luar negeri justru membawa seorang perempuan pemilik warung sembako berinisial N (44) berurusan dengan hukum. Warga asal Desa Pejarakan, Kecamatan Gerokgak, Kabupaten Buleleg, itu diamankan Satreskrim Polres Jembrana setelah kedapatan mengedarkan ribuan bungkus rokok tanpa pita cukai di kawasan Gilimanuk.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads
Iklan icon ads
Iklan icon ads

Lomba Gong Kebyar Anak-Anak, Seniman Cilik Jembrana Adu Kreativitas

balitribune.co.id I Negara - Denting gamelan berpadu dengan gerak tari memenuhi panggung Arda Candra Pura Jagatnatha, Negara, sepanjang 16–19 Agustus 2026. 

Para seniman cilik dari lima kecamatan di Kabupaten Jembrana bergantian menunjukkan kemampuan dalam Lomba Gong Kebyar Anak-Anak yang digelar untuk memeriahkan HUT ke-131 Kota Negara  sekaligus HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads
Bagikan Berita
news

Dikeluhkan Pelaku Usaha, Dewan Badung Siap Kaji Ulang Pajak Hiburan

Lorem, ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Aliquid, reprehenderit maiores porro repellat veritatis ipsum.