balitribune.co.id I Tabanan - Aktivitas di TPA Mandung, Desa Sembung Gede, Kerambitan, kembali normal pada Kamis (23/4/2026) pagi setelah pasokan bahan bakar jenis Pertadex tiba.
Pihak pengelola saat ini sedang memprioritaskan sampah yang diangkut Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Tabanan. Keputusan itu dilakukan untuk mengurai penumpukan sampah di wilayah perkotaan yang telah terjadi selama tiga hari.
Kepala UPTD Pengolahan Sampah dan Tinja di TPA Mandung, I Wayan Atmaja, menjelaskan bahwa operasional mulai berjalan sejak pukul 07.00 Wita. Stok BBM yang datang pada Rabu (22/4/2026) malam sebanyak 320 liter tersebut diperkirakan hanya cukup untuk memenuhi kebutuhan operasional selama empat hari ke depan.
“Begitu ada informasi BBM datang, kami langsung siaga di Pertamina Abiantuwung sejak malam,” ujar Atmaja pada Kamis (23/4/2026).
Meskipun alat berat sudah kembali bergerak, proses perataan sampah di lapangan sempat terkendala kondisi jalan ke tengah TPA Mandung yang licin akibat guyuran hujan sebelumnya. Sejumlah truk pengangkut sampah terlihat kesulitan menanjak, bahkan beberapa armada dilaporkan terperosok hingga harus dibantu oleh alat berat.
Atmaja menyebutkan, operasional alat berat menjadi kunci utama aktivitas di TPA Mandung selama ini. “Alat berat ini jantungnya TPA. Tanpa itu, sampah tidak bisa ditata dan berpotensi meluber ke jalan,” imbuhnya.
Saat ini, petugas sedang berupaya menyelesaikan antrean truk yang sempat tertahan hingga dua hari di lokasi. Targetnya, seluruh tumpukan sampah sisa tiga hari terakhir di wilayah perkotaan seperti Jalan Pahlawan di Kecamatan Tabanan serta sejumlah wilayah di Kecamatan Kediri tuntas sore ini. “Hari ini dituntaskan karena sampah menumpuk tiga hari. Biasanya sehari dua kali angkut, ini baru sekali,” imbuh Atmaja.
Terkait kendala pengadaan bahan bakar, Atmaja mengaku pihaknya sempat mempertimbangkan untuk membeli BBM di tempat lain saat kondisi darurat. Namun, rencana tersebut urung dilakukan karena terbentur aturan administrasi dan perjanjian kerja sama yang telah disepakati. "Sempat ada permintaan seperti itu dari kami. Tetapi, itu tidak bisa. Nanti tapi gak gak bisa, nanti SPJ (Surat Pertanggungjawaban) nggak bisa," bebernya.
Dengan keadaan seperti sekarang, ia tidak memungkiri keberadaan alat berat di TPA Mandung belum sepenuhnya ideal dari sisi jumlah dan kondisinya. Dari tujuh unit alat berat yang ada di TPA Mandung, hanya tiga unit yang bisa dioperasikan. Sisanya empat unit masih dalam kondisi rusak berat dan ringan.