balitribune.co.id I Tabanan - Seorang kakek bernama I Made Dibia (84) dilaporkan hilang saat melakukan pendakian di lereng Gunung Batukaru, Tabanan, sejak Sabtu (25/4/2026) sore. Hingga Senin (27/4/2026) petang, keberadaan warga Banjar Sigaran, Desa Jegu, Kecamatan Penebel tersebut masih misterius.
Kapolsek Selemadeg, Kompol I Made Subadi, membenarkan adanya laporan kehilangan satu orang pendaki tersebut. Pihaknya bersama tim gabungan lintas instansi saat ini masih terus berupaya melakukan penyisiran di titik-titik yang diduga menjadi jalur lintasan korban. “Masih dalam proses pencarian,” ujar Subadi saat dikonfirmasi mengenai proses pencarian pendaki yang hilang di lereng Gunung Batukaru tersebut pada Senin (27/4/2026).
Laporan mengenai hilangnya I Made Dibia itu secara resmi diterima petugas pada Sabtu (25/4/2026) malam. Tim gabungan yang terdiri dari 32 personel SAR Brimob, Basarnas, BPBD Tabanan, Polsek Selemadeg, dan relawan langsung dikerahkan untuk melakukan pencarian.
Proses pencarian pertama mulai dilakukan pada Minggu (26/4/2026) pagi sekitar pukul 08.00 Wita di lokasi terakhir korban dilaporkan hilang. Bahkan, petugas gabungan itu sempat membagi kekuatan menjadi dua kelompok untuk menyisir arah timur dan barat lereng gunung. Fokus utama tim yang dipecah menjadi dua itu adalah melakukan “Penyisiran di lokasi terakhir korban terlihat,” jelas Subadi.
Berdasarkan informasi dari BPBD Tabanan, korban diduga melakukan pendakian melalui jalur Banjar Sarin Buana di Desa Wanagiri, Kecamatan Selemadeg. Namun, kendala cuaca buruk pada Minggu sore sempat memaksa tim untuk menghentikan sementara pencarian sebelum dilanjutkan kembali pada Senin pagi.
Hingga operasi pencarian pada Senin pukul 17.00 Wita, tanda-tanda keberadaan korban belum juga ditemukan. Mengingat kondisi medan dan faktor cahaya yang kian terbatas, tim memutuskan untuk menghentikan aktivitas penyisiran dan akan melanjutkannya kembali pada Selasa (28/4/2026).